Hati Hati, Tipu Daya Dengan Teknologi AI Voice

Perkembangan teknologi AI saat ini sudah semakin berkembang, entah itu mulai teknologi AI seperti Chatbot ChatGPT dan Bard, atau teknolgi AI seperti image generator dan bahkan Voice AI, semuanya sangat berkembang dengan cepat dalam beberapa bulan terakhir.

Namun dibalik perkembangannya yang diharapkan dijadikan hal yang positif, tentu ada tindakan negatif yang memanfaatkan AI demi kepentingan pribadi dan merugikan orang lain.

Salah satu contohnya seperti laporan terbaru dari McAfee yang menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang tertipu oleh AI Voice, dan bahkan dikatakan bahwa 10% orang dewasa yang di survei telah menjadi sasaran secara pribadi dan 15% lainnya mengenal seseorang yang telah menjadi sasaran tindakan yang sama.

Yang cukup mengejutkannya, AI bisa meniru siapapun hanya dengan audio berdurasi 3 detik, dan dari para korban, 77% melaporkan telah kehilangan uang sebagai bagian dari tindakan penipuan ini.

Teknik yang digunakan untuk menipu oleh para penjahat cyber adalah dengan meninggalkan pesan suara palsu atau bahkan menelpon korban dengan berpura pura menjadi orang yang mereka kenal, sepertiga dari 77% yang kehilangan uang tersebut mengatakan bahwa mereka telah kehilangan lebih dari $1000 USD dan sekitar 7% mengatakan bahwa mereka telah kehilangan uang sekitar $5000 dan $15000 USD.

TONTON JUGA:
"Artificial intelligence brings incredible opportunities, but with any technology, there is always the potential for it to be used maliciously in the wrong hands. This is what we're seeing today with the access and ease of use of AI tools helping cybercriminals to scale their efforts in increasingly convincing ways," ungkap Steve Grobman, McAfee CTO.

Para Pengguna Diharapkan Berhati Hati

Seiring berkembangnya teknologi ini, para pengguna diharapkan untuk berhati hati dalam merespon orang yang tidak dikenal, karena ada cukup banyak tindakan jahat yang kini telah menggunakan teknologi AI, bahkan ada cukup banyak kasus (terlebih korban wanita) yang mana foto mereka dibuat seolah olah menampilkan area pribadi mereka dan diancam bahwa foto tersebut akan disebar jika tidak mengirimkan sejumlah uang pada para penjahat cyber ini.

Via : McAfee, Neowin


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation