Seperti yang kita tahu, mulai Windows 8 Microsoft sudah perlahan meninggalkan Control Panel dan menggantinya dengan Windows Settings yang lebih modern, hingga kini di Windows 11, sudah cukup banyak tool dan utility yang sudah dimigrasikan ke aplikasi Settings ini, mulai dari pengaturan mouse, themes, hingga beberapa komponen kecil lainnya.

Namun tentu, memindahkan pengaturan dari Control Panel ke aplikasi Settings bukan hal yang mudah karena banyak faktor teknis yang membuat Control Panel susah untuk di pensiunkan sepenuhnya.
Nah terkait hal tersebut, dalam sebuah respon di X, March Rogers selaku Partner Director of Design di Microsoft mengonfirmasi bahwa timnya saat ini sedang memigrasikan seluruh pengaturan lama dari Control Panel ke aplikasi Settings modern.

Langkah ini tentu dilakukan bertahap karena Microsoft tidak ingin tergesa-gesa karena ada resiko besar jika proses dilakukan dengan setengah matang, terutama yang berkaitan dengan kompatibilitas ke aplikasi modern.
Kompatibilitas Driver Jadi Alasan Utama
Salah satu hal yang membuat proses migrasi ini terhambat kabarnya adalah karena Control Panel masih memiliki dukungan terhadap perangkat dan driver lawas.

Sebagai contoh adalah pengaturan jaringan dan printer, dimana beberapa fitur seperti penambahan printer secara manual masih mengandalkan Control Panel dan bukan Settings, sama halnya dengan pengelolaan driver perangkat via Device Manager yang masih menjadi komponen penting yang belum tergantikan, mulai dari mengelola driver, instalasi, update, rollback dan bahkan uninstall.
Dengan itu, transisi Control Panel ke Settings memang sudah direncanakan sejak lama, namun banyak pengguna, terutama power user, masih mengandalkannya karena kontrol yang lebih detail dan fleksibel.
Kapan akan mulai diganti dan dimatikan sepenuhnya?
Jawabannya masih belum pasti, karena selama Settings belum mampu menggantikan seluruh fungsi Control Panel, terutama yang berkaitan dengan driver dan hardware, maka keberadaannya masih akan tetap dipertahankan di Windows 11, hal tersebut karena jika ada satu saja kesalahan dan ada satu saja yang kurang, jelas ini bisa berdampak besar pada sistem operasi Windows itu sendiri.
Dengan kata lain, Microsoft memilih pendekatan yang hati-hati demi menjaga stabilitas sistem dan kompatibilitas perangkat.
Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
