via AboutKorea

Ketika iPhone menjadi sebuah tren yang menjadikan dunia berpaling pada platform smartphone layar sentuh yang ringkas dan indah, pemerintah Korea Selatan melakukan sesuatu yang unik. Mereka melarang penjualan iPhone di Korea Selatan dengan alasan bahwa iPhone tidak memiliki teknologi Wireless Internet Platform for Interoperability (WIPI) yang menurut undang-undang di Korea Selatan merupakan standar telepon seluler di sana. Meskipun tidak pernah terbukti, diduga Samsung Electronics berada di balik keputusan pelarangan yang aneh ini. Sampai kapan larangan ini berlaku? Tentu saja sampai Samsung siap dengan produknya sendiri yang ditujukan kepada masyarakat pengguna smartphone Korea Selatan!

Peran Samsung dalam produksi iPhone

Hwang Chang-Gyu via FT

Pada tahun 2005, Hwang Chang-Gyu, President Semiconductor and Memory Business Samsung, bersama dua orang eksekutif Samsung mengunjungi Steve Jobs di Palo Alto. Chang-Gyu menyatakan bahwa tujuan mereka saat itu adalah “..memberikan solusi untuk masalah hidup mati Apple..”

Pada pertemuan tersebut, dia melakukan presentasi NAND flash memory yang jauh lebih ringan dan efisien dibandingkan hard disk. Pada saat itu, Samsung hanyalah sedikit di antara perusahaan elektronik yang bisa membuat perangkat semacam itu. Pada saat itu, memang Apple sudah mendapatkan kesuksesan besar dengan iPod (yang menggunakan sistem penyimpanan serupa), akan tetapi flash memory pada masa itu memiliki kelemahan, yaitu memakan banyak daya baterai dan mudah rusak bila terjatuh. Samsung mengklaim bahwa mereka telah berhasil memproduksi flash memory yang lebih kuat dan tahan guncangan hingga tingkat tertentu.

Hwang Chang-Gyu mendapatkan gelar doktornya dari MIT dan melanjutkan studi setelahnya di Stanford. Chang-Gyu memiliki passion yang kuat terhadap semiconductor setelah membaca buku karya co-founder Intel, Andy Grove: Physics and Technology of Semiconductor Devices. Pada tahun 1999, Chairman Lee II memperluas cakupan Samsung ke ranah NAND flash memory. Hwang Chang-Gyu yang saat itu adalah Senior Vice President Samsung Electronics, meminta Chairman Lee II untuk menyerahkan tanggung jawab tersebut kepadanya.

Bukan sekedar omong kosong, Chang-Gyu membuktikan bahwa di bawah kepemimpinannya, divisi penelitian memory milik Samsung menjadi pionir dalam teknologi NAND flash memory. Chang-Gyu bahkan mencetuskan sistem baru yang disebut ‘Hwang’s Law’ (diilhami dari Moore’s Law yang dicetuskan oleh Gordon Moore, Co-founder Intel pada tahun 1965). Jika Moore’s Law menyebutkan bahwa teknologi semiconductor akan mampu menggandakan kekuatan komputasinya setiap dua tahun, maka Hwang Chang-Gyu berpendapat bahwa setiap tahun, teknologi akan mampu meningkatkan kapasitas memori hingga dua kali lipat. Inilah yang dilakukan Samsung! Setiap tahun mereka selalu sukses meningkatkan kapasitas flash memory yang dimilikinya, serta juga kemampuan dan durabilitasnya.

via People

“Ini tepat seperti yang saya inginkan,” ujar Jobs dengan mata berbinar ketika menyaksikan perangkat yang dipresentasikan Chang-Gyu. Saat itu juga Steve Jobs langsung memutuskan agar Samsung menjadi supplier tunggal untuk flash memory iPod.

Sayangnya hubungan ini tidak bertahan lama, karena menjadikan Samsung sebagai pemasok tunggal ternyata melanggar Undang-Undang Antimonopoli AS, belum lagi kesepakatan antara Apple dan Samsung terbukti cacat karena mereka melakukan pengaturan harga untuk mendapatkan NAND flash memory yang lebih murah dibandingkan pasaran di AS. Tom Quinn, Vice President for Memory Marketing Samsung di AS dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama 8 bulan disertai denda. Lima orang eksekutif Samsung juga dikenakan tuduhan serupa.

Meskipun demikian, hubungan Apple dan Samsung terlalu berharga untuk dihapuskan. Kedua perusahaan ini tetap menjalin hubungan baik dan dengan hati-hati menutup celah-celah hukum yang bisa mencelakakan keduanya. Bahkan dalam rilis iPhone yang pertama, Chip yang digunakan Apple juga merupakan produksi Samsung (meskipun didesain sesuai permintaan Apple).

Chip ini bahkan masuk kategori ‘legenda’, karena kekuatannya yang melampaui zamannya pada masa itu. Pada saat Apple memesan chip dengan spesifikasi dan desain sebagaimana yang mereka tentukan, mereka bahkan tidak mengatakan untuk apa chip tersebut. Bahkan deadline yang ditetapkan Steve Jobs juga ‘mustahil’, yaitu hanya lima bulan. Hwang Chang-Gyu bahkan harus mengirim engineer Samsung ke Cupertino untuk bisa memahami apa yang diinginkan Apple secara spesifik dan menyiapkan produksi di laboratorium Samsung. Normalnya perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat prototype chip baru semacam ini. Tapi Samsung hanya memerlukan enam minggu untuk melakukannya. Ketika chip ini selesai, terdapat 137.500.000 transistor di dalamnya. Ini merupakan kategori chip monster pada saat itu karena chip terbaik Intel saja ‘hanya’ memiliki 2.300 transistor! Kekuatan chip ini bahkan sampai merusak NAND Flash memory milik Samsung karena kekuatan pemrosesan tidak selaras dengan kemampuan read-write pada NAND flash memory pada saat itu. Samsung sampai harus memproduksi ulang flash memory yang lebih kuat dan mampu bertahan dari kekuatan chip tersebut.

iPhone original pada akhirnya berhasil dirilis pada tanggal 9 Januari 2007, tentu saja hal ini tidak akan terwujud tanpa keikutsertaan Samsung di dalamnya!

Asal mula Nama “Galaxy”

Shin Jong-Kyun via Cult of Mac

Peran besar Samsung dalam kesuksesan iPhone ini nampaknya ikut memberikan keyakinan besar pada perusahaan bahwa mereka bisa sukses dengan produk smartphone yang trennya makin melesat semenjak rilis iPhone. Pada tanggal 10 Februari 2010, dua puluh delapan eksekutif berkumpul di Gold Conference Room gedung Samsung yang terletak di Gangnam. Shin Jong-Kyun yang populer dengan sebutan J.K. Shin, pada saat itu adalah pemimpin baru di bisnis komunikasi seluler Samsung. “Kualitas kita masih belum baik,” demikian ucapan pembukanya saat berpidato. Namun dia menjanjikan untuk segera menemukan solusi terbaik untuk mengatasi hal ini.

Jong-Kyun adalah karyawan ‘seumur hidup’ Samsung. Perusahaan ini adalah pekerjaan pertama dan sepertinya memang ambisi yang ingin dicapainya sejak muda. “Dia adalah pemimpin yang sangat agresif,” ujar Vice President Samsung dalam sebuah wawancara. “Di bawah pimpinannya, setiap orang harus mampu mencapai sesuatu yang nyaris mustahil untuk bisa bertahan. Kalau Anda menyampaikan target yang bisa Anda capai dalam setahun, dia akan menjawab, ‘luar biasa. Tapi bisakah Anda mencapainya tiga bulan berikutnya?'”

Salah satu kehebatan J.K. Shin yang sering menjadikannya dibandingkan dengan Steve Jobs adalah penguasaan panggungnya. Ketika mempresentasikan sesuatu, dia akan melakukannya dengan meyakinkan dan keren seperti sebuah pertunjukan tunggal. Kim Titus, juru bicara Samsung pada tahun 2010 menyebut J.K. Shin sebagai pesulap karena aksi-aksi panggungnya saat mempresentasikan produk.

Pada tahun itu, Samsung memiliki teknologi layar revolusioner yang disebut sebagai Super AMOLED. Ini menjadikan Samsung sebagai tujuan utama para produsen ponsel. Mereka meminta Samsung menjadi pemasok layar untuk mereka. Sayangnya, ponsel produk Samsung sendiri, yang pada saat itu berbasis Windows Mobile, yaitu Samsung Omnia II, gagal di pasaran karena touch screen-nya yang buruk dan ponsel ini sering re-boot sendiri. J.K. Shin sendiri mengakui bahwa dibandingkan iPhone, produk Samsung ini ‘bagaikan bumi dan langit’. Dia juga menyebutnya sebagai ‘krisis desain’ untuk Samsung.

Samsung Omnia II

Setelah rilis iPhone 4, Samsung Electronics mendapati penurunan pendapatan dari telekomunikasi yang sebelumnya berjumlah USD 885 juta, turun hingga separuhnya. Ini menunjukkan bahwa ada yang salah pada strategi produk telekomunikasi Samsung. Jika ingin tetap bertahan, maka harus ada perubahan besar. Para eksekutif Samsung sepakat bahwa mereka memerlukan satu merek premium yang bisa berhadapan langsung dengan iPhone dan mengais pangsa pasar untuk Samsung!

Pada bulan Juni 2010, Samsung merilis smartphone pertamanya yang diberi kode nama: “Galaxy”. Apa alasan pemilihan nama Galaxy ini? Samsung tidak pernah mengungkapkan alasan ini kepada publik. Namun Geoffrey Cain yang menulis buku Samsung Rising mendapatkan ‘bocoran’ dari Senior Vice President Ed Ho bahwa para eksekutif teratas Samsung senang menikmati anggur merah dengan nama “Galaxy” yang merupakan produksi dari keluarga Terlato (Mereka adalah produsen anggur kenamaan asal Amerika). Ini menginspirasi para eksekutif untuk menamai produk smartphone premiumnya dengan nama “Galaxy”.

via Terlato

Di sisi lain, Steve Jobs benar-benar murka ketika dia mengetahui produk smartphone yang dirilis Samsung ini. Dia bahkan menyatakan siap melakukan ‘perang nuklir’ melawan Samsung yang dianggapnya mencontek mentah-mentah desain iPhone. Lebih dari itu, Steve Jobs juga sakit hati karena Samsung adalah penyuplai chip untuk iPhone yang berani bersaing secara langsung dengan Apple dengan meluncurkan produk smartphone yang serupa. Jobs mengajukan tuntutan kepada Samsung, dan ini merupakan awal dari perang paten yang sangat panjang antara kedua perusahaan raksasa tersebut.


Perang antara Apple dan Samsung kemudian berlanjut bukan hanya dalam penjualan produk. kampanye iklan Samsung itu sendiri jelas-jelas memosisikan mereka sebagai lawan sepadan untuk iPhone! Ikuti di Kisah Silicon Valley selanjutnya.

Referensi

Cain, Geofrey. (2020). Samsung Rising. The Inside Story of the South Korean Giant That Set Out to Beat Apple and Conquer Tech. Currency, New York.

  Emang Sebagus Apa Sih vivo X50..?? 🔥🔥  

BELI GADGET MURAH DISINI AJA

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.