via My Nokia Blog

Mungkin banyak yang bertanya-tanya tentang strategi pilihan Nokia (memilih Windows Phone). Ada banyak kritik terkait alasan tersebut. Kolom, editorial, dan beberapa analis menjelaskan bahwa Nokia tidak dapat melakukan diferensiasi dengan Android, lalu betapa Nokia dapat berinovasi dengan Microsoft, bagaimana ekosistem Nokia-Microsoft adalah yang terbaik bagi penyedia jaringan, dan bagaimana ponsel dengan OS MeeGo telah terlambat masuk ke pasar. Tunggu dulu.. Semua alasan itu keluar dari mulut Elop!

Berikut ini saya akan mengulas berbagai argumen yang dikemukakan Elop dan hampir semuanya ternyata terbukti oleh waktu – salah!

 

Nokia tidak dapat melakukan diferensiasi dengan Android

Nokia N9
via Cnet

Argumen ini adalah yang paling sering digunakan oleh Elop. Menurutnya, Samsung telah mengambil alih Android. Nokia akan menjadi produsen hardware sederhana, bertarung demi eksistensinya tanpa senjata yang memadai. Takdir pabrikan lain seperti HTC, LG, dan Sony Ericsson seakan memvalidasi argumen ini.

Seorang CEO dari penyedia layanan jaringan di Eropa memandang bahwa argumen ini keliru. Setelah peluncuran ponsel MeeGo yang pertama (dan satu-satunya), Nokia N9, kurang dari setengah tahun setelah mempublikasikan strategi Microsoft, Nokia jelas-jelas melakukan diferensiasi dari kompetisi dengan desain industrialnya. Jika saja Nokia masuk ke ekosistem Android, tentu saja ponsel-ponsel berdesain unik milik Nokia yang bakal dipuji dunia, bukan Samsung!

Pujian terhadap desain Nokia ini bahkan dikemukakan oleh mantan eksekutif Apple, Jean-Louis Gassee. Menurut pendapatnya, Nokia seharusnya menghadirkan desain menakjubkan ini di Android, didukung oleh layanan dan ekosistem Android, maka tentu saja Nokia akan menjadi pemenang dalam persaingan ponsel pintar sejak awal.

Dan kini, tahun 2018, nyata bahwa memang setelah masuk dunia Android, Nokia tetap mampu mencuri perhatian lewat desain kelas atasnya, serta juga fitur-fitur yang menjadikan Nokia ponsel kelas atas, seperti dukungan lensa Zeiss dan software kamera yang mumpuni (bahkan lebih dahsyat lagi jika paten PureView tetap digunakan oleh Nokia, bukan Microsoft pada saat mereka mengambil alih divisi ponsel Nokia).

Salah seorang eksekutif Nokia mengatakan bahwa mereka tidak pernah mempelajari Android secara mendalam pada saat itu, dan terburu-buru menghentikan proyek MeeGo. Semua ini dipengaruhi oleh pernyataan Elop yang sangat meyakinkan.

 

Ponsel MeeGo Terlambat Masuk ke Pasar

Argumen ini diperoleh Elop dari Kai Oistamo dan Jo Harlow, teknisi Nokia. Pada saat Elop menanyai mereka di bulan Januari 2011, mereka menyatakan bahwa ‘dengan kecepatan seperti sekarang’, Nokia akan dapat memiliki 3 ponsel dengan OS MeeGo di tahun 2014. Ini dijadikan andalan Elop bahwa dalam jangka waktu 3 tahun itu, MeeGo akan terlambat masuk ke pasar. Padahal frasa ‘dengan kecepatan seperti sekarang’ ini memiliki maksud bahwa bisa saja Nokia mempercepat produksi.

Selain itu, Sami Sarkamies, analis keuangan Nokia, agak ragu bahwa Windows dipilih secara objektif. Banyak asumsi yang salah dan disamarkan untuk membenarkan pilihan Nokia terhadap Windows ini. MeeGo sebenarnya merupakan OS yang potensial. Sejak awal dibuat agar kompatibel dengan laptop, konsol mobil, smartphone, jam alarm, dan bahkan ekosistemnya lebih besar daripada sekedar ponsel biasa. Di sisi lain, Windows Phone memiliki sangat banyak keterbatasan. Yang paling membuat insinyur Nokia gemas adalah, keterbatasan Windows Phone dalam mengolah jumlah piksel dalam kamera. Padahal teknologi kamera Nokia pada saat itu sangat maju. Para teknisi Nokia sampai harus berkali-kali menegur pihak engineer OS Windows Phone untuk dapat memfasilitasi teknologi kamera Nokia ini. Sementara itu, MeeGo tidak memiliki masalah dalam menjalankan semua teknologi Nokia, hanya memerlukan pematangan belaka.

 

Nokia dan Microsoft memiliki hubungan spesial

via DigitalTrend

Argumen ini dikemukakan Elop, tentu saja karena posisinya sebagai mantan Kepala Divisi Office Microsoft. Dengan menegaskan bahwa Nokia dan Microsoft memiliki hubungan spesial, Elop ingin meyakinkan pemegang saham Nokia bahwa Nokia akan menerima dukungan penuh dari marketing dan R&D Microsoft – Tentu saja juga dukungan keuangan. Hal yang sangat diinginkan oleh dewan direksi Nokia mengingat makin menurunnya pendapatan mereka dari divisi ponsel.

Apakah memang benar ‘hubungan spesial’ ini berpengaruh positif bagi Nokia? Well, ribuan karyawan Nokia yang dipecat oleh Microsoft nampaknya tidak akan setuju. Waktu membuktikan bahwa ini hanyalah omong kosong bagi Elop.

Ada cerita lain terkait perusahaan yang beroleh janji serupa dari Microsoft. Perusahaan ini dipimpin Hugh Brogan, seorang Inggris yang pada tahun 2001 pernah menerima proposal serupa dari Microsoft. Perusahaan milik Brogan, Sendo, adalah yang diminta Microsoft untuk membuat perangkat Windows Mobile saat Microsoft memutuskan untuk terjun ke dunia ponsel. Brogan sangat bersemangat mendapatkan proposal ini. Windows untuk telepon seluler, didukung oleh dana pemasaran Microsoft! Eksklusif dengan Sendo, dan mereka memiliki ‘hubungan spesial’ dengan Microsoft!

Namun ternyata yang terjadi tidak seindah angan-angan. Microsoft mengumumkan bahwa software mereka belum siap. Sendo berupaya membantu implementasi dan mengambil pinjaman dari Microsoft. Dua minggu sebelum peluncuran ponsel pertama mereka, dunia Brogan dan Sendo seolah terjungkir. Orange, salah satu penyedia jaringan telekomunikasi AS, mengumumkan Windows Mobile pertama dibuat oleh HTC, produsen asal Taiwan. Lebih menyakitkan bagi Brogan, HTC menggunakan semua perbaikan dan implementasi tambahan yang dibuat oleh Sendo. Perusahaan milik Brogan ini akhirnya bangkrut dan hak kekayaan intelektualnya disita oleh Microsoft untuk membayar utang (yang diambil Brogan untuk proses produksi ponsel Microsoft). Brogan adalah salah seorang yang paling getol mengingatkan Nokia bahaya ‘membuat janji dengan iblis’ pada tahun 2011 itu. Namun Nokia dan Elop jalan terus, dan melalui jalur serupa yang dilewati Brogan  dan Sendo.

 

Dengan Windows Phone, Nokia dapat Berinovasi

Inilah argumen paling dangkal yang dikemukakan Elop. Karena sekilas saja, argumen ini sudah dapat dipatahkan!

Kamera yang jauh lebih baik daripada kompetitor lain? Tidak. Karya terbaik Nokia, monster kamera dengan 42 megapiksel sudah ada (dan lebih baik) di era Symbian.

Wireless charging sering dibanggakan Elop sebagia hasil inovasi Nokia bersama Windows Phone, tentu saja karena penjualan perangkat wireless charger mereka yang keren juga meroket di era Lumia 920. Meskipun demikian, tentu saja Nokia tidak akan kesulitan membuat sistem ini kompatibel dengan OS lain, jika seandainya mereka tidak memilih Windows Phone!

Teknologi location service dan peta yang canggih (dikembangkan bersama HERE)? Memang ini dihadirkan Nokia khusus untuk Windows Phone. Akan tetapi tentu saja mereka tidak kesulitan untuk menggunakan ekosistem lain.

Bagaimana aplikasi spesifik Nokia dan update sistem lainnya? Semuanya sudah dirintis oleh Nokia sejak era Symbian. Jadi sebenarnya tidak ada hal yang benar-benar baru dibuat oleh Nokia di Windows Phone. Sebagian besar merupakan milik Nokia sejak lama. Bahkan seperti yang sudah disinggung sebelumnya, teknisi Nokia sering mengomeli para penulis OS Windows Phone karena mereka lambat menulis kode OS yang mendukung berbagai keunggulan hardware Nokia.

 

Nokia-Microsoft adalah ekosistem terbaik bagi penyedia layanan jaringan

Berdasarkan argumen Elop yang ini, Nokia seolah datang di waktu yang tepat. Ada pasar untuk ‘ekosistem ketiga’. Penyedia jaringan telekomunikasi menyukai Nokia-Microsoft dan saat Nokia menyesuaikan semua pengoperasian, maka nampaknya argumen ini tepat!

Elop memang sudah melakukan perundingan awal dengan penyedia jaringan telekomunikasi sebelum memilih Windows Phone. Namun perlu diingat bahwa sebelum mendorong Windows Phone sebagai ekosistem ketiga, jaringan telekomunikasi juga sempat mendukung Symbian dan MeeGo, namun keduanya ditinggalkan tanpa dukungan yang diperlukan. Menurut seorang sumber di direksi Nokia, perilaku yang ditunjukkan kepada Windows Phone pada akhirnya sama saja. Ekosistem ketiga selalu disambut dengan meriah oleh penyedia layanan telekomunikasi, namun selanjutnya jika ingin sukses, maka Nokia dan Microsoft harus berjuang sendiri.


Meskipun diragukan, Elop terus berjalan dengan kebijakan-kebijakannya (yang banyak dipertanyakan orang). Kisah berikutnya akan membahas pertempuran antar eksekutif di Nokia dalam menghadapi kebijakan Stephen Elop: Kisah Silicon Valley #45 – Minggu-Minggu Awal Elop di Nokia.

 

 

Referensi:

Nykanen, Pekka & Salminen, Merina. (2015). Operatioo Elop. Nokian matkapuhelinten viimeiset vuodet.  

  Aplikasi Favorit Tahun 2018  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.