via TheVerge

“Kadang ini sangat menyulitkan,” Terry Myerson menghela napas. “Anda harus mempublikasikan sebuah OS saat Anda kira ini sudah selesai, kemudian Anda menerima masukan, yang lebih ke sebuah protes, dari sana-sini, dan akhirnya Anda baru sadar bahwa hal yang Anda kira sudah selesai ternyata rusak.”

Myerson kemudian melanjutkan pentingnya feedback yang disebutnya tadi bagi semua hal yang dihasilkan oleh Microsoft. “Semua masukan itulah yang akhirnya membentuk Windows 10!” ujar Myerson mantap.

 

Satu OS untuk Semua

via TheVerge

Microsoft mengembangkan Windows 8 dengan penuh percaya diri, tapi ambisi untuk mendorong terwujudnya touch computing tidak berhasil. Microsoft terpaksa mengakui bahwa tingkat kepuasan konsumen yang menggunakan mouse dan keyboard untuk Windows 8 sangatlah rendah. Start Menu baru yang susah payah dikembangkan oleh Microsoft tidak mendapatkan respon yang diinginkan. “Kami punya keyakinan bahwa kami memiliki pengguna dalam jumlah besar, yang mana akan memancing developer untuk meletakkan aplikasi di Store karena akan ada permintaan tentang itu,” jelas Joe Belfiore.

Belfiore kemudian berupaya untuk melakukan kustomisasi Windows pada PC, tablet, dan smartphone. Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan Windows Phone di sisi Myerson. Bagi banyak fans, Belfiore adalah wajah dari upaya Microsoft di dunia mobile. Microsoft berkali-kali melakukan reset dan membangun ulang OS Windows Phone miliknya (Ini bagian yang menyakitkan bagi pengguna). Pengguna Windows Phone 7 tidak dapat melakukan upgrade ke Windows Phone 8, dan perlu waktu lama bagi Windows Phone 8.1 untuk tiba dengan fitur-fitur yang seharusnya sudah ada sejak awal. Entah Microsoft menyadari atau tidak, ini menurunkan kepercayaan developer. Pergantian yang terus menerus menjadikan mereka tidak yakin bahwa OS ini cukup berharga untuk diberikan perhatian khusus. Di saat yang tidak tepat itu, saat kepercayaan terus menurun, Microsoft sekali lagi menekan tombol refresh: Mereka menghadirkan Windows 10 Mobile!

Namun kali ini ada yang sedikit berbeda. Salah satu bagian ‘janji besar’ Windows 10 adalah, aplikasi yang sama dapat berjalan di PC, tablet, ponsel, bahkan di konsol Xbox One! Sehingga smartphone buatan Microsoft selanjutnya diharapkan akan memiliki banyak aplikasi untuk langsung melejitkan ekosistem. “Kita memiliki satu operating system yang umum untuk semua tipe perangkat yang kami buat,” kata Belfiore. “Kami kini memiliki barisan perangkat yang semuanya menjalankan inti OS yang sama. Menurut saya, platform ini tidak akan berubah lagi seperti sebelumnya.”

Ucapan Belfiore memang cukup menyenangkan untuk didengarkan, tapi hal ini tidak membantu proyek Windows Phone! CEO Microsoft, Satya Nadella kemudian mengungkap bahwa perusahaan tersebut tengah merestrukturisasi bisnis ponsel miliknya. Salah satu bagiannya yang kemudian menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Microsoft adalah: melakukan write off terhadap pembelian divisi ponsel dan jaringan Nokia senilai USD 7,6 miliar. Selain itu Nadella juga ‘merumahkan’ 7800 pekerja divisi ponsel Nokia (yang kini juga menjadi bagian dari Microsoft), dan Microsoft berniat untuk memproduksi lebih sedikit model. “Kami akan berfokus pada beberapa perangkat saja, dan ini utamanya kami tujukan bagi kategori konsumen premium,” ujar Terry Myerson. “Arah yang kami tuju adalah lini merek premium”. Nampaknya Terry merujuk pada perkembangan Microsoft Surface yang sangat positif pada kisaran tahun 2015 tersebut. Di tahun itu, Microsoft Surface Pro 3 mencapai angka penjualan yang sangat fantastis (dibandingkan seri Surface sebelumnya). Ini adalah perangkat produksi Microsoft yang penjualannya paling memuaskan dan lagi Microsoft juga berhasil mengukir nama di kalangan produsen premium.

Saat ditanya, seperti apakah perangkat yang tengah diproduksi tersebut, Myerson memberikan bocoran, “Akan ada yang datang. Mungkin dua, tapi paling sedikit satu perangkat akan kami rilis,” Myerson mengatakan itu sambil menyembunyikan sebuah ponsel Lumia prototype yang terlihat menonjol di sakunya. “Menurut saya ini adalah masa depan sebuah smartphone.” Myerson kemudian menyombongkan ponsel tersebut akan memiliki fitur yang disebut Continuum, sebuah fitur yang memungkinkan ponsel tersebut bertindak seperti PC. Pengguna akan bisa menyambungkan keyboard, mouse, dan monitor, serta mulai menggunakan aplikasi dari Windows 10.

Belfiore juga memuji fitur baru yang dikembangkan oleh Microsoft tersebut. “Ponsel yang kami kembangkan ini akan memiliki fitur yang lengkap. Meskipun demikian, kami akan terus memoles dan memperbaikinya, karena masih banyak hal kecil yang perlu dijelaskan,” ungkap Belfiore. “Kami akan menambahkan fitur-fitur yang akan membantu produktivitas pengguna. Secara umum, fitur yang kami rencanakan tersebut sudah siap.”

 

Lumia 950 – Ponsel yang Harusnya jadi Pembeda

Pada 6 Oktober 2015, Microsoft memberikan bukti atas apa yang dijanjikannya dalam serangkaian wawancara dalam sebuah event bertajuk Microsoft Windows 10 Event. Windows 10 memang sudah mulai dirilis sejak 29 Juli 2015, namun Microsoft belum merilis perangkat yang mewakili kekuatan Windows 10. Di acara inilah kemudian mereka memukau mata dunia. Event yang diramaikan tagar #Windows10devices tersebut memamerkan serangkaian perangkat baru: HoloLens, Surface Pro 4, Surface Book, dan dua smartphone baru Microsoft pasca akuisisi divisi ponsel Lumia, yaitu Lumia 950 dan Lumia 950XL! Acara ini sukses besar dan kelak tercatat sebagai acara pengenalan perangkat terbaik yang pernah dilakukan Microsoft.

Seluruh blog teknologi mengulas acara ini dengan sangat positif. Banyak yang menilai bahwa Microsoft telah kembali pada singgasananya sebagai perusahaan teknologi yang inovatif dan tak takut mengambil risiko. Dunia berdecak kagum menyaksikan Surface Book yang dapat dengan mulus berubah menjadi tablet saat dilepaskan dari keyboardnya, banyak yang terheran-heran menyaksikan pencapaian HoloLens yang terasa seperti teknologi Alien, menampilkan hologram yang bercampur dengan dunia nyata menggunakan komputer mini yang terpasang seperti sebuah helm di kepala. Para penggemar ponsel juga heboh menyaksikan ada smartphone yang dapat berfungsi sebagai PC!

Windows 10 Mobile, menjadi evolusi nama baru dari Windows Phone. Microsoft memutuskan untuk mengembalikan nama Windows Mobile dengan menambahkan elemen Windows 10 ke dalamnya. Microsoft ingin agar penggunanya memiliki identifikasi yang sama dengan Windows 10, sebuah pesan tersirat bahwa Windows 10 Mobile dan Windows 10 menjalankan inti OS yang sama! Dari hasil review beberapa blogger dan pengamat tekno, memang OS yang dijalankan di ponsel kali ini sangat konsisten dengan tampilan Windows 10 di PC. Dari perspektif estetika, untuk pertama kalinya inilah sebuah smartphone memiliki UI yang begitu selaras dengan OS pada PC. Hal yang tidak dapat dicapai oleh Apple dengan iOS dan MacOS ataupun Google yang menguasai hampir 90% pangsa pasar smartphone sekalipun!

Belum turun rasa penasaran terhadap ponsel baru tersebut, Juha Arkalahu, Director camera for phone Nokia (yang kini juga berstatus sebagai karyawan Microsoft) kembali memanaskan suasana dengan memposting ‘hal-hal ajaib yang dapat dilakukan kamera Lumia 950’ di Blog milik Microsoft. Di dunia kamera ponsel, Nokia memiliki tempat yang spesial. Teknologi mereka yang inovatif selalu dinantikan oleh orang-orang di seluruh dunia, dan memang Nokia selalu mampu memenuhi harapan tersebut. Tak terkecuali pada Lumia 950! Smartphone pertama Microsoft setelah akuisisi divisi ponsel Nokia tersebut memiliki beberapa kelebihan yang menakjubkan seperti hasil warna yang alamiah dan detail yang sangat jernih, peningkatan PureView dalam mengambil gambar di situasi minim cahaya, dan juga lampu flash inovatif yang memungkinkan pengguna mengambil gambar yang terang, tapi tidak terlalu terpapar cahaya putih flash. Ini dimungkinkan karena flash milik Lumia 950 (dan 950XL) memiliki tiga warna yang dapat digabungkan untuk memperoleh hasil terbaik!

Smartphone ini direncanakan akan mulai tersedia pada bulan November 2015 (sebulan setelah event). Melihat betapa inovatifnya Microsoft dalam pameran perangkat tersebut, masa depan Windows 10 terasa cerah. Orang mulai percaya visi Microsoft bahwa OS ini adalah jawabannya! Developer akan berbondong-bondong menjejali Store dengan aplikasi baru karena kemudahan mengonversi aplikasi ke semua perangkat Windows 10. Smartphone yang berubah menjadi PC akan mendongkrak produktivitas. HoloLens akan menjadi perangkat Mixed Reality yang membawa era baru dalam komputasi. Untuk pertama kalinya kita akan merasakan teknologi hologram yang terasa nyata untuk berbagai keperluan. Tapi benarkah demikian?


Ikuti bagaimana nasib visi besar Microsoft dan Nokia selanjutnya dalam: Kisah Silicon Valley #53 – Impian Mobile Microsoft yang Tak Sesuai Harapan.

 

Referensi

Warren, Tom. (2015). The Story of Windows 10 from Inside MicrosoftThe Verge

 

  Stop Kontak Pintar, Sepintar Apa?  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.