via SFGate

“Tahukah kalian, aku pernah melihat Don Valentine tertawa.” Al Alcorn menatap sekeliling ruangan dengan bangga. Orang-orang dalam ruangan tersebut memandang Al dengan takjub seakan melihat orang yang sudah pernah terbang ke Pluto dan kembali lagi ke bumi. Donald T. Valentine, atau populer dengan panggilan Don Valentine terkenal selalu berwajah masam dan serius. Sehingga hampir merupakan sebuah ‘kehormatan’ tersendiri jika ada yang menyaksikannya tersenyum.

Trip Hawkins berbisik kepada Steven Kent, penulis novel sains fiksi dan kisah-kisah seputar Silicon Valley yang juga ada dalam ruangan tersebut, “Itu hal yang langka. Sumpah aku pernah melihat seorang pria masuk ke kantor Don Valentine, lalu Don mengintimidasinya sampai-sampai orang itu pingsan!”

Kent mengangguk-angguk. Di benaknya terbayang sosok tangguh yang sudah melanglang buana sejak awal Silicon Valley mulai terkenal sebagai pusat pembuatan komponen komputer di Amerika. Don Valentine (nama ‘Don’ tersebut dirujuk dari gelar para mafia Sisilia, untuk menunjukkan betapa orang tersebut tidak bisa dipermainkan), merupakan nama yang ditakuti seperti iblis di kalangan Silicon Valley, sekaligus juga malaikat bagi orang-orang di sana. Khalayak umum mengenalnya sebagai pendiri Sequoia Capital, lembaga finansial besar yang memberikan investasi bagi Apple, Google, dan lebih dari 500 perusahaan Silicon Valley lainnya!

 

Dari Salesman ke Investor

Fairchild Semiconductor via sfgate

Sebelum dikenal sebagai investor bertangan dingin, Valentine berkerja sebagai tenaga marketing di Fairchild Semiconductor. Di perusahaan raksasa komputer pertama (yang juga menjadi cikal bakal Intel ini), Valentine belajar bagaimana cara memasarkan dan menjual berbagai temuan teknologi terbaru di awal era digital. Chip pada tahun 1959 (awal Valentine bekerja) merupakan sesuatu yang baru dan tentu saja susah dipasarkan karena tidak semua orang memahami nilainya.

Pada tahun 1972, Valentine mendirikan Sequoia Capital dan ini merupakan perusahaan PERTAMA di Silicon Valley yang memiliki spesialisasi khusus menanamkan modal kepada perusahaan-perusahaan baru yang berkembang di pusat pembuatan komputer dan perangkat kreatif tersebut.

Valentine pertama kali bertemu Steve Jobs di Atari, perusahaan video game tempat Jobs menjadi line engineering. Atari sendiri pada saat itu sedang berjuang melawan kebangkrutan, padahal mereka adalah salah satu pelopor perusahaan konsol game yang inovatif. “Saya berkeliling ke pabrik, dan mencium aroma marijuana. Saya bilang kepada Nolan (boss Atari), ‘Saya tidak tahu jenis rokok apa yang mereka hisap, tapi jelas saya tidak akan menghisapnya'” Nolan hanya tertawa malu. Dia membela diri bahwa kadang dia harus membiarkan anak buahnya merokok atau menghisap ganja karena mereka biasanya lebih kreatif karena itu. Siang itu, mereka mengadakan rapat dewan direksi Atari di pemandian air panas milik Nolan yang memang biasa digunakan untuk bersantai secara berkelompok. “Saat itu botol-botol anggur mengapung di atas bak mandi, boleh diambil oleh siapa saja. Nolan belum sempat mabuk, tapi dia sudah telanjang bulat sambil menceritakan konsepnya. Yah, konsep itu memang revolusioner sih.” Kenang Don Valentine

Singkat cerita, Valentine menggelontorkan dana untuk menyelamatkan Atari dari kebangkrutan. Karena sering terlibat dengan Atari, dia mulai mengenal para karyawan Atari, termasuk Steve Wozniak dan Steve Jobs.

“Mereka berdua sebenarnya tidak memberikan kesan baik bagi saya. Mereka berjanggut kasar, berpakaian konyol, dan bahkan berbau tidak enak. Tapi Woz merancang komputer yang sangat cantik, dan Jobs memiliki konsep produk yang hebat. Saya menyimpulkan bahwa kami akan dapat membangun perusahaan Fortune 500 dalam waktu kurang dari empat tahun.”

Don Valentine kemudian menggelontorkan dana senilai USD 150.000 pada saat Apple baru saja berdiri. Sequoia Capital yang didirikannya juga menaungi Apple secara resmi sebagai investor. Selain itu, Don Valentine juga adalah otak di balik investasi kepada Oracle, LSI Logic, Electronic Arts, dan Cisco System. Semua perusahaan tersebut masih ada dan ternama hingga saat ini. Apple bahkan baru saja melampaui nilai kapitalisasi pasar USD 1 triliun di tahun 2018, sebuah hal yang mungkin sudah diperkirakan Don Valentine sebagai investor sejak awal!

via SFGate

 

Konsep Investasi Don Valentine

via TechCrunch

Dengan gelar menterengnya sebagai ‘investor legendaris’ Silicon Valley, uniknya, Don Valentine tidak pernah mengenyam pendidikan dari Universitas bergengsi seperti misalnya Caltech atau Harvard Business School. Gayanya pun seperti warga kelas urban New York yang blak-blakan dan keras. Ini dibentuk dari latar belakangnya yang merupakan salesman. Mungkin ini juga yang menjadikan dia lihai dalam mengendus peluang.

Pemikirannya dalam hal investasi juga cukup berbeda dibanding rekan-rekan seangkatannya, utamanya yang memiliki perusahaan investasi (Venture Capitals – VC). Kebanyakan pameo yang dianut Venture Capitals adalah: berinvestasilah terlebih dahulu terhadap orang. Teknologi dan pasar adalah pertimbangan sekunder. Alurnya seperti ini: Orang-orang “A” akan tahu cara menemukan teknologi “A” dan pasar “A”.

Valentine menolak konsep ini. Dia bertaruh pada pasar yang siap untuk meledak (dalam artian, belum ada pasar sebelumnya). Valentine meletakkan uangnya pada microcomputer (Apple), database (Oracle), dan router (Cisco), sebelum ada investor lain melakukannya. Ini tentu saja penuh pertaruhan, karena saat Valentine berinvestasi, belum ada pasar untuk produk yang akan dijual oleh perusahaan ‘asuhan’-nya. Kemampuannya mengendus peluang ini menjadikan namanya diukir sebagai Legenda di Silicon Valley.

Komunitas Silicon Valley secara bercanda mengatakan bahwa Valentine adalah satu-satunya orang yang menulis cek bagi Steve Jobs saat pemuda itu masih bertelanjang kaki keliling Silicon Valley meminta dana. “Jobs memiliki intensitas yang menakjubkan,” ujar Valentine saat ditanya mengenai keputusannya mendukung pendiri Apple tersebut.

Sepertinya Valentine memang menyukai para CEO yang ‘nyentrik’. Salah satu favorit Valentine (selain Jobs) adalah John Morgridge, pendiri Cisco yang juga memiliki banyak keunikan tersendiri. Valentine mengatakan bahwa Morgridge memiliki cara yang aneh dalam mendoktrin para manajer Cisco. Dia akan mendudukkan para manajer di sebuah kursi murah sambil berlagak bahwa mereka adalah penumpang pesawat. Dia akan mengatakan “Selamat datang di Cisco, Anda duduk di bagian pelatihan pesawat. Itu adalah tempat duduk saya, dan akan jadi tempat duduk Anda juga.”

Setelah itu Morgridge akan menjelaskan visi dan berbagai prinsip Cisco kepada para manajer. Dia sangat persuasif sehingga orang-orang yang bersamanya merasa yakin bahwa mereka dapat melakukan persis seperti yang diinginkan Morgridge.

Ada rumor yang unik mengenai Sequoia Capitals, Perusahaan yang didirikan oleh Valentine. Sequoia akan melakukan tes pada pelamar magang di perusahaan mereka. Karyawan senior akan menemani pelamar ke toilet pria (Pada zaman itu, wanita belum ada yang bekerja di VC). Di toilet pria tersebut akan dilakukan sesi pelatihan. Karyawan tetap di Sequoia akan mengambil tempat duduk di separuh tempat urinal, seraya menyisakan beberapa toilet duduk kosong. Calon peserta magang yang bersedia duduk bersebelahan dengan karyawan senior yang menemani (tidak memilih duduk di atas dudukan toilet yang lebih nyaman), dianggap memiliki sikap yang tepat dan etika yang bagus, serta akan langsung dipertimbangkan untuk magang di Sequoia. Wartawan berupaya mengonfirmasi kebenaran cerita ini, namun para karyawan Sequoia hanya tersenyum saat ditanya mengenai hal ini. Entah benar tidaknya kisah tersebut, namun Sequoia Capitals memiliki kode etik yang sangat jelas terkait investasi, dan semuanya berasal dari pemikiran Don Valentine!

 

Pesan Don Valentine untuk Para Investor Generasi Mendatang

via Gabelliconnect

Dalam sebuah wawancara, Don Valentine ditanya bagaimana agar dapat menjadi investor sukses sepertinya di dunia teknologi yang tidak menentu dan berubah dengan cepat. Pria yang tahun ini berusia 86 tahun tersebut tersenyum.

Kunci untuk menciptakan investasi yang hebat adalah mengasumsikan bahwa masa lalu salah, dan lakukanlah sesuatu yang bukan merupakan bagian masa lalu, melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda. Yang paling penting adalah memiliki kemampuan dan kemauan untuk berbeda. Perusahaan hebat dibangun oleh produk-produk yang berbeda oleh orang-orang yang berbeda

Don Valentine memang telah membuktikan hal yang dikatakannya tersebut. Sequoia Capital mendukung berbagai bisnis unik yang menjadikan dunia ini lebih penuh warna. Tidak semua orang dapat melakukannya, tapi jika memang memiliki kapasitas tersebut, mengapa tidak?

 

 

 

Referensi

Elsworth, Catherine. (2004). The man who Googled himself USD 1 billion. Telegraph.

Guthrie, Julian. (2011). Something Ventured tells story of tech investorsSFGate

Karlgaard, Rich. (2005). Don Valentine, Venture Capitalist. Forbes

  Unboxing Nokia 1 Indonesia  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.