
Sudah kita tahu bahwa Microsoft selalu berupaya mengajak pengguna untuk beralih dari Microsoft Office ke Microsoft 365 atau layanan berbasis cloud dan langganan mereka. Tujuannya tentu untuk cuan dan mendapatkan keuntungan meski mereka selalu membalutnya dengan kata kata keamanan dan fleksibilitas yang lebih baik.
Nah sama seperti sebelumnya yang mana Microsoft menyarankan pengguna untuk melakukan clean install Windows 11 demi menghilangkan bloatware dan aplikasi yang tidak diinginkan, kali ini Microsoft juga menyarankan pengguna untuk beralih ke Microsoft 365 alih alih tetap menggunakan Microsoft Office yang telah ada.
as a leader of a small or medium-sized business, you may have invested in Microsoft Office years ago through a perpetual license or “on-premises” version to equip your team with essential productivity apps like Word, Excel, and PowerPoint. Over the years, these familiar tools have become ingrained in your daily operations—so much so that you can't imagine working without them.
Yet, you may have started noticing limitations. Your apps are stuck on your desktop, limiting productivity anytime you're away from your office. You can't easily access your files or collaborate when working remotely or traveling, creating unnecessary friction for your team. Perhaps you’ve seen your company’s IT expenses creep upwards as you’ve added separate solutions for email, file storage, and virtual meetings.
Seperti pada kutipan diatas, Microsoft yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan Microsoft 365 dan mereka juga bahkan menghadirkan angka sebagai bukti kenapa hal tersebut benar. Terutama dukungan Office 2016 dan 2019 akan mencapai akhir dukungan akhir tahun ini.
Now is the perfect time to move to Microsoft 365—and we’ve got the numbers to prove it
To examine the potential return on investment (ROI) companies realize by implementing Microsoft 365, Microsoft commissioned Forrester Consulting to conduct a study on The Total Economic Impact™ Of Microsoft 365 For Business. The study highlights a substantial 223% ROI over three years, with a payback period of less than six months, proving that the initial investment is quickly recovered. Even more compelling, the study quantified over $500,000 in benefits over three years, driven by:
Collaboration time savings of 1.5 hours weekly per user thanks to advanced communication tools, business automation, and process improvements.
Enhanced IT specialist productivity, saving 686 hours annually by reducing help desks tickets and minimizing time spent on system updates and patching.
Significant cost reductions, with over $297,000 in savings from retiring outdated hardware and software, along with lower IT maintenance costs.
Dari kutipan diatas, penggunaan Microsoft 365 akan sangat bermanfaat untuk menghemat biaya perusahaan, terutama dalam hal kolaborasi dan penghematan biaya pemeliharaan IT yang lebih rendah. Karena seperti yang kita tahu, alih alih harus membeli lisensi Office 2021 atau yang lebih baru yang dapat dikatakan cukup mahal, perusahaan bisa membeli lisensi Microsoft 365 untuk mendapatkan semua kelebihan yang ada, mulai dari dukungan storage yang lebih luas, keamanan yang lebih baik, dukungan yang jelas lebih baik dan kemampuan Microsoft Office dengan pembaruan rutin yang lebih cepat.
Baca Juga : Apakah Worth Berlangganan Microsoft 365?
Untuk perusahaan besar dengan penghasilan yang besar pula, penggunaan Microsoft 365 memang dapat dikatakan worth it karena memang mendapatkan lebih banyak nilai plus dibandingkan Microsoft Office LTS biasa, namun tentu semua kembali pada kebutuhan masing masing karena baik Office 365 dan Office LTS, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing.
Via : Microsoft