Microsoft Perketat Keamanan Windows 11, Driver Lama Segera Diblokir

Langkah besar kembali diambil Microsoft guna meningkatkan keamanan sistem operasinya, dimana kali ini mereka mengubah kebijakan kernel Windows yang sudah digunakan sejak lama dengan fokus pada pembatasan driver lama yang dianggap kurang aman.

Nah langkah ini juga sejalan dengan komitmen Microsoft untuk memperbaiki berbagai keluhan terkait performa dan stabilitas Windows 11, terlebih lagi berdasarkan informasi terbaru menunjukkan bahwa Windows masih menghadapi tantangan di sektor enterprise, khususnya dalam hal keandalan dan stabilitas sistem

Tidak Lagi Prioritaskan Driver Lama

Dalam pengumuman resminya, Microsoft menyatakan bahwa mereka akan menghapus kemampuan kernel Windows untuk memuat driver yang di tandatangani melalui program lama bernama cross-signed root.

Program tersebut ditandatangi pada awal tahun 2000-an dan memungkinkan driver pihak ketiga dipercaya oleh Windows setelah melalui proses verifikasi tertentu.

TONTON JUGA:

Baca Juga : Hot : Microsoft Perketat Persyaratan Driver di Windows 11

Secara umum, program tersebut memang sudah dihentikan sejak tahun 2021 lalu, dan sertifikatnya bahkan sudah kadaluarsa, namun faktanya driver-driver tersebut masih bisa dijalankan oleh kernel Windows dalam beberapa kondisi. Nah hal inilah yang ingin diubah Microsoft, dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan itu sendiri.

Perubahan ini kabarnya akan mulai berlaku pada bulan April 2026 mendatang, dimana Windows hanya akan menerima menerima driver yang ditandatangani melalui program resmi Microsoft, yaitu Windows Hardware Compatibility Program (WHCP). Artinya, driver lama yang tidak memenuhi standar ini akan diblokir secara default.

Namun jangan khawatir karena Microsoft tetap memberikan sedikit kelonggaran, terutama untuk menjaga kompatibilitas, mereka akan menyediakan allow list khusus yang berisi driver lama yang masih dianggap aman dan terpercaya.

Mode Evaluasi dan Fleksibilitas untuk Enterprise

Nah untuk lingkungan enterprise yang sering bergantung pada perangkat atau software legacy, Microsoft akan merilis kebijakan baru ini dalam evaluation mode yang akan memantau penggunaan driver dalam sistem selama beberapa waktu, termasuk saat booting dan penggunaan harian, tanpa langsung memblokirnya.

Baca Juga : AirDrop Kini Hadir di Samsung: Era Baru Berbagi File Tanpa Batas Ekosistem

Selain itu, perusahaan juga bisa mengatur kebijakan melalui Application Control for Business (sebelumnya dikenal sebagai WDAC) untuk mengizinkan driver tertentu tetap berjalan. Fitur ini sangat berguna untuk organisasi yang menggunakan driver kustom untuk kebutuhan internal.

Perlu diketahui, kebijakan baru ini akan diterapkan pada Windows 11 versi 24H2, 25H2 dan 26H1, Windows Server 2025 dan semua versi Windows yang dirilis berikutnya.

Nah intinya sih ini demi keamanan, karena driver lama bisa menjadi celah bagi sistem operasi itu sendiri, imbasnya nanti mungkin performa dan stabilitas bisa makin meningkat. Tapi mari kita lihat nanti, bagaimana menurutmu mengenai perubahan ini? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation