Minggu lalu merupakan hari kelabu bagi warga AS. Terjadi dua penembakan massal di Texas dan Ohio yang memakan korban lebih dari 30 orang. Ini memicu debat mengenai pengendalian kepemilikan senjata dan upaya menghapuskan faham white supremacy yang sedang tren di kalangan konvensional (terutama para pendukung Trump). Hingga 2019 ini, sudah tercatat terjadi 255 penembakan massal di AS dan ini menimbulkan keprihatinan. Presiden AS Donald Trump pun kembali bersuara di Twitter mengecam video game sebagai penyebab maraknya penembakan. Lho?!

Trump meminta dibuatnya regulasi khusus untuk video game yang “sadis dan penuh kekerasan” yang menurutnya memiliki kontribusi terhadap “merayakan kekerasan di masyarakat kita”. Pemimpin House Minority, salah seorang anggota parlemen pendukung Trump juga menyatakan hal yang sama bahwa “video game tidak memanusiakan manusia” dan ini adalah masalah yang menimbulkan penembakan massal.

Klaim ini tentu saja bertentangan dengan beberapa penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa video game tidak mendorong seseorang melakukan kekerasan, apalagi penembakan massal. Netijen juga ramai-ramai menaikkan tagar #videogamesarenottoblame. Komunitas gamer juga menolak klaim bahwa video game menimbulkan kekerasan, tindak kriminal, apalagi penembakan massal.

Namun beberapa pendukung klaim Trump juga mengungkapkan fakta bahwa pelaku penembakan di El Paso minggu lalu adalah anggota komunitas 8chan yang dikenal banyak di antaranya adalah gamer. Ini menunjukkan bahwa gamer juga mungkin menjadi orang yang memiliki banyak ide-ide kekerasan sampai kemudian melakukan tindakan kriminal yang membahayakan.

Bagaimana menurut kamu sendiri? Apakah menurut kamu game adalah salah satu dari hal yang memicu kekerasan dan tindak kriminal? Ungkapkan pendapat kamu di kolom komentar.

Sumber: Cnet

  Android 10 vs iOS 13 — Eps.1!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.