Home Editorial Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

Ketika kita flashback lagi dan memahami apa latar belakang diciptakannya smartphone, tentu alasan utamanya adalah untuk mempermudah komunikasi antar manusia.

Di satu sisi tujuan tersebut memang berhasil tercapai. Sekarang kita dengan mudahnya bisa menghubungi teman dan keluarga nun jauh disana melalui SMS, telepon, Facebook, Twitter, chat, bahkan video call.

Namun di sisi lain kamu pasti sudah tidak asing dengan fenomena seperti ini….

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

dan ini..

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Saya yakin kamu pasti sering menemuinya dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah, kantor, kampus, rumah, cafe, mall, bahkan juga di angkutan umum.

Smartphone seolah membuat orang tidak tertarik lagi untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain.

 

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Jauh Dicari Dekat Dicueki

Setelah memikirkannya selama beberapa saat, kesimpulan yang bisa saya ambil dari fenomena ini tergambar dalam sebuah frasa: Jauh dicari dekat dicueki.

 

Apa maksudnya?

Ketika sedang berkumpul bersama teman, kita seringkali lebih tertarik untuk menghubungi teman-teman lain, keluarga, atau rekan lain yang sedang tidak ada disitu. Kita memilih untuk ngobrol dengan mereka, bertanya kabar mereka, dan bercanda dengan mereka melalui smartphone. Lalu teman-teman yang tengah duduk dekat bersama dengan kita? Dicuekin.

Tetapi nanti ketika sudah pulang dan berkumpul dengan keluarga, kita lebih tertarik untuk ngobrol dengan teman-teman kita yang tadi. Dan keluarga yang ada di sebelah kita? Dicuekin.

Begitu saja terus menerus sampai akhirnya fenomena seperti ini menjadi sering kita temui dan tidak asing lagi.

Smartphone Telah Membuat Banyak Orang Jadi Menyedihkan

 

Contoh kasus: saya, istri, dan adik

Seusai menikah 8 bulan lalu, saya pindah ke Tangerang. Dalam beberapa momen seringkali saya mendapati diri saya sibuk chat dengan adik yang ada di malang, entah itu tanya kabar, ngobrol, cerita, atau sekedar bercanda. Istri saya yang ada di samping saya juga seringkali sibuk mengobrol dengan teman-teman di group WhatsApp nya.

Tetapi begitu saya pulang ke Malang dan jalan-jalan bersama adik, yang sibuk saya hubungi adalah istri saya yang tengah di Tangerang.

Hal yang sama juga terjadi di istri saya. Ketika sedang bersama saya, sibuk ngobrol dengan teman-teman di group WA nya. Tetapi ketika sedang bersama mereka, istri saya rutin nge-BBM saya (dan mungkin cuek terhadap teman-temannya saat itu).

Saya merasa menjadi orang yang menyedihkan yang tidak bisa fokus berkomunikasi dengan orang di dekat saya, selalu saja mencari yang jauh tetapi cuek terhadap yang dekat.

Itu adalah kejadian nyata sekitar 5 bulan lalu, dan begitu saya menyadarinya maka hingga saat ini saya dan istri tidak pernah berada dalam momen seperti itu lagi. Kini ketika kita sedang bersama, kita jadi asik mengobrol dan bercanda satu sama lain.

Dan hebatnya, hal ini menular.

Ketika kita berada di tengah teman-teman yang selalu sibuk memainkan smartphone nya masing-masing ketika ketemuan, dan kita tidak ikut melakukannya tetapi mulai mengajak ngobrol mereka, secara mengejutkan smartphone mereka akhirnya mulai dimasukkan ke dalam saku, dan obrolan seru pun mulai terjadi.

Itu sangat menyenangkan!

 

8 Cara Terbebas dari Kutukan Smartphone

Saya senang menyebutnya sebagai kutukan smartphone, karena memang banyak pengguna smartphone (terlebih yang masih baru memilikinya) selalu saja sibuk dengan smartphone miliknya dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya.

Tetapi tidak perlu khawatir. Saya punya beberapa jurus untuk terbebas dari kutukan ini. Cara ini sudah saya coba dan berhasil membuat saya terhindar dari situasi menyedihkan tersebut dalam kehidupan saya sehari-hari.

 

Keep Silent

Ketika sedang berkumpul bersama teman, rekan, atau keluarga, biarkan smartphone kamu silent. Satu hal yang selalu saja menggoda kita untuk membuka smartphone padahal sedang berkumpul bersama adalah notifikasi, entah itu notif Facebook, Twitter, BBM, WhatsApp, dsb.

Dengan membuatnya silent, kita jadi tidak tergoda membuka smartphone ketika sedang bercengkerama dengan orang di sekitar kita.

 

Ajak Ngobrol

Tidak jarang dari kita ketika melihat teman nongkrong kita sibuk memainkan smartphone miliknya, kita merasa dicueki dan akhirnya melakukan hal yang sama. Alhasil suasana menyedihkan diatas langsung terjadi.

Jika kamu mendapati teman yang demikian, ajak ngobrol mereka. Kamu bertemu dan nongkrong bareng kan buat ngobrol bareng, bukan buat maen smartphone dan diem-dieman bareng. Iya khan?

Dengan melakukannya terus-menerus, secara ajaib kamu akan melihat respon mereka memasukkan smartphone dan akhirnya masuk ke dalam obrolan nyata yang menyenangkan.

 

Quality Time

Sadari bahwa waktu setiap orang sangatlah berharga, dan ketika mereka meluangkan waktu untuk bertemu kamu, hargailah waktu yang mereka sediakan.

Jadikan momen ketika kamu bertemu dan berkumpul mereka, menjadi momen yang sangat menyenangkan dan berharga bagi mereka. Selalu Berikan quality time setiap kali kamu bertemu dengan rekan, teman, ataupun keluarga.

 

Tetaplah Fokus

Ketika kamu sedang berkumpul dengan teman-teman, fokuslah kepada mereka. Ketika sedang bersama istri atau anak, fokus jugalah kepada mereka. Percayalah, berkomunikasi secara langsung itu sangat menyenangkan.

 

Luangkan Waktu

Jika kamu ada teman, rekan, atau saudara yang lokasinya jauh, luangkan waktu tersendiri untuk menghubungi mereka. Jangan menghubungi ketika sedang berkumpul dengan teman / keluarga, tetapi sediakan waktu khusus sehingga kamu bisa ngobrol dengan fokus.

 

Berani Katakan Maaf

Ketika sedang berkumpul dengan teman atau keluarga, lalu ada rekan lain yang nge-chat ataupun SMS, jangan takut untuk berkata maaf.

“Maaf bro, aku sedang ada acara keluarga nih, ntar aku hubungi lagi yah”

atau

“Maap pak, saya sedang reuni sama temen-temen kuliah nih, nanti saya kabari ya kl sudah selesai. Saya hubungi lagi nanti”

Jika memang chat atau obrolan yang kamu lakukan melalui smartphone tidak urgent, maka kamu bisa menundanya nanti ketika sedang tidak bersama dengan teman-teman.

 

Filter!

Seberapa sering kita mencueki teman, rekan, dan keluarga kita hanya untuk membaca status tidak penting dari teman Facebook kita? Atau hanya melihat foto-foto instagram dari artis yang kita kagumi, padahal mereka sama sekali tidak peduli dengan kita?

Pintar-pintarlah memilih mana konten yang perlu kamu pedulikan dan mana yang tidak, terlebih ketika sedang berkumpul bersama dengan orang lain.

Jangan biarkan status-status Facebook yang tidak penting menyita perhatian kamu dan mengorbankan orang yang sudah berkorban waktu untuk bertemu kamu.

 

Itulah 8 cara agar terbebas dari kutukan smartphone yang membuat kita semakin menjadi pribadi yang menyedihkan. Jika kamu termasuk orang yang mengalaminya, sebisa mungkin bebaskan diri kamu sekarang juga.

Sebarkan juga cara diatas kepada teman, rekan, dan keluarga kamu agar setiap pertemuan bisa menjadi lebih berwarna dengan obrolan nyata yang menyenangkan.

 

Bagikan Tips Kamu

Seberapa sering kamu mendapati kejadian menyedihkan seperti diatas, dan apa yang biasanya kamu lakukan ketika mendapatinya? Jika memiliki tips lainnya, bantu dan bagikan tips tersebut disini agar lebih banyak lagi orang yang terhindar dari kutukan smartphone yang menyedihkan tersebut.

  Peringkat Kecepatan Internet 4G Indonesia  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.