Setelah kemarin kita mendapatkan aplikasi ArtCraft yang digadang mampu bersaing dengan Adobe dan Microsoft Office, kini ada pilihan baru yang menarik untuk dicoba, yaitu Starling OpenOffice.

Nah project ini sendiri menghadirkan aplikasi pengolah dokumen, spreadsheet, dan presentasi berbasis browser yang dikembangkan menggunakan pendekatan vibe coding dengan bantuan AI. Dan menariknya kamu tidak perlu memasang aplikasi desktop untuk mencobanya.
Kenapa?, karena si Starling OpenOffice ini bisa langsung dijalankan melalui browser di Windows, macOS, maupun Linux guys.
Pengganti Word, Excel, dan PowerPoint
Nah jadi Starling OpenOffice menyediakan tiga aplikasi utama yang fungsinya mirip dengan Microsoft Office.
- Writer: Untuk membuat dan mengedit dokumen, lengkap dengan dukungan tabel, gambar, daftar, header, footer, serta pemeriksaan ejaan.
- Sheets: Untuk mengolah spreadsheet, menggunakan formula, mengatur format angka, mengurutkan data, dan menghitung nilai melalui AutoSum.
- Slides: Untuk membuat presentasi dengan berbagai layout, bentuk, catatan pembicara, serta fitur pemutaran slideshow.
Ketiganya juga mendukung format file Microsoft Office, termasuk DOCX, XLSX, dan PPTX. Jadi, pengguna bisa mencoba membuka dokumen yang sudah dimiliki tanpa harus berpindah format terlebih dahulu.
Bisa Dipakai Tanpa Instalasi

Salah satu keunggulan Starling OpenOffice adalah versi browser-nya, karena pengguna bisa langsung membuka aplikasi Writer, Sheets, atau Slides melalui situs project tanpa mengunduh installer.

Bagi pengguna Windows yang menginginkan versi desktop, tersedia juga paket ZIP portabel melalui halaman GitHub proyek Starling, cukup ekstrak file dan jalankan OfficeApp.exe.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, versi Windows saat ini belum ditandatangani secara digital, sehingga Windows Defender SmartScreen mungkin menampilkan peringatan ketika aplikasi pertama kali dijalankan.

Selain itu, fitur slideshow juga masih memiliki keterbatasan, karena pemutaran presentasi berlangsung di dalam jendela Slides dan belum menggunakan mode layar penuh.
Belum Sepenuhnya Menggantikan Microsoft Office
Nah meskipun terlihat menjanjikan, tapi Starling OpenOffice masih berada pada tahap pengembangan awal, bahkan dukungan format DOCX, XLSX, dan PPTX tidak otomatis menjamin seluruh format, layout, atau fitur dokumen kompleks akan kompatibel sempurna.
Dan dalam kasus saya, bahkan file .exe yang saya coba, dia selalu tertutup karena tampaknya memakan banyak sekali resource di lingkungan Windows Sandbox yang saya pakai.

Namun jika kamu penasaran, kamu bisa mencoba aplikasi ini melalui GitHub resmi Starling. Dan bahkan kabarnya project tersebut juga mengembangkan Starling Desktop, environment desktop berbasis Linux yang dapat dijalankan di Windows melalui Ubuntu di WSL 2.
Tetapi untuk sekarang, Starling OpenOffice menarik sebagai alternatif gratis yang bisa dicoba tanpa instalasi. Tapi untuk pekerjaan penting, sebaiknya tetap periksa hasil dokumen setelah dibuka atau disimpan, terutama jika menggunakan format Office yang kompleks.
Nah jika project vibe code ini dikembangkan lebih jauh mungkin akan menarik, tapi mari kita lihat nanti guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Komentar