via mspoweruser

Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan perintah resmi Senin kemarin, 12 Maret 2018, untuk menghalangi upaya merger raksasa pembuat chip Broadcom dan Qualcomm. Trump merasa perlu melakukannya untuk melindungi keamanan nasional. Pria kontroversial ini menyatakan bahwa ‘ada bukti yang kredibel’ bahwa Broadcom yang berbasis di Singapura memiliki rencana untuk mengambil alih Qualcomm untuk ‘melakukan hal yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat’.

Broadcom memang sedang berusaha untuk membeli Qualcomm selama beberapa bulan terakhir, namun upaya ini terus menerus gagal. Broadcom bahkan berusaha mengirimkan orang-orangnya untuk menempati posisi direksi Qualcomm dengan tujuan untuk memudahkan transaksi, namun upaya ini tercium oleh sang Presiden Amerika. Trump dengan tegas menyatakan bahwa Broadcom tidak diizinkan untuk membeli atau melakukan merger dengan Qualcomm dengan cara apa pun juga dan bahwa orang-orang dari Broadcom yang diajukan ke dewan direksi Qualcomm semuanya tidak memenuhi syarat.

Broadcom sendiri sudah menyadari bahwa Trump dan Departemen Kehakiman telah berusaha untuk memblokir merger dan berupaya menghindarinya. Trump sendiri sudah beberapa kali menghentikan perusahaan-perusahaan yang dimiliki Tiongkok yang berupaya membeli Qualcomm September lalu.

Broadcom saat ini sedang dalam proses memindahkan markas besarnya dari Singapura ke AS, menurut Bloomberg, dan berencana menyelesaikan transisi ini pada tanggal 3 April. Dengan kepindahan ini, Broadcom nampaknya bersiap untuk ‘bertempur’ melawan Trump. Dalam pernyataan resmi perusahaan, dinyatakan bahwa “Keamanan Nasional AS bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan karena Broadcom tidak pernah berupaya memiliki Qualcomm sebelum menyelesaikan perpindahan basis perusahaan ke AS”.

Para analis tidak berani memperkirakan apakah upaya Broadcom ini bisa berjalan mulus karena perintah Trump jelas menyatakan bahwa ‘kedua perusahaan ini dilarang melakukan merger selamanya’, mengindikasikan bahwa kepindahan Broadcom ke AS tidak akan menciptakan perbedaan.

Tidak jadinya Broadcom membeli Qualcomm ini membawa pengaruh positif bagi Microsoft yang sempat khawatir bahwa proyek Always On PC bakal terancam karena perpindahan kepemilikan. Seperti yang kita ketahui, chip untuk perangkat kategori baru Microsoft ini dibuat oleh Qualcomm dan direncanakan untuk resmi dijual secara komersial pada tahun ini!

 

Sumber: TheVerge

  Review MIUI 10 di Poco F1  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.