Judul ini saya tulis dengan penuh penghormatan kepada teman-teman yang sedang berhemat dan dalam pekerjaan atau studinya sehingga akhirnya memilih laptop Windows murah. ‘Murah’ di sini adalah dalam artian memiliki spek pas-pasan atau entry level. Saya menulis artikel ini dengan bayangan bahwa teman-teman membeli laptop baru yang lebih menjanjikan dalam hal support software dan jaminan garansi, namun karena dana terbatas terpaksa memilih tipikal low end yang dapat diperoleh dengan kisaran harga di bawah empat juta rupiah. Saya sangat menghormati pilihan teman-teman dan sangat memahami pilihan yang terpaksa diambil saat sama-sama berjuang merintis karir, namun dengan berat hati saya terpaksa memberitahukan bahwa pilihan tersebut akan menghabiskan waktu dan uang teman-teman sekalian. Mengapa demikian? Berikut argumen saya.

 

Klasifikasi ‘Laptop Murah’

via Asus

Sebagaimana yang saya singgung sebelumnya, yang saya maksudkan dengan laptop murah adalah entry level yang biasanya memiliki spesifikasi kisaran Intel Celeron seri N sekian-sekian, pokoknya kurang lebih dengan processor yang lebih rendah dari i3, memiliki RAM 2GB dan tipikal storage HDD atau eMMc. Memang sangat menyenangkan bahwa kita mendapatkan pilihan untuk mendapatkan laptop baru yang sesuai dengan dana yang kita miliki, apalagi saat kita tengah berhemat. Namun, tipikal laptop low end seperti ini tidak akan memberikan hasil yang diinginkan teman-teman, menimbulkan frustasi jangka panjang, dan bahkan mungkin menimbulkan gangguan kesehatan. Apa alasan saya menyatakan demikian?

 

Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Membeli Laptop Windows Murah

via Michelgroup

Laptop Windows murah ini memiliki banyak masalah. Sekilas pandang saja mungkin kita sudah melihat penyebabnya: Konstruksi sebagian besar dari plastik, layar tidak enak dipandang – Biasanya memiliki resolusi kecil dan viewing angle yang buruk (dalam artian kamu mendapatkan kecerahan warna yang berbeda jika melihat dari sudut berbeda) dan tidak mengherankan jika build quality-nya pada umumnya tidak begitu baik.

Berangkat ke experience, tahan napas!.. Laptop murah biasanya memiliki touchpad yang buruk. Kamu perlu berjuang menyesuaikan diri dengan gestur yang tidak sesuai dengan keinginan kamu. Palm rejection biasanya buruk sehingga jika kamu meletakkan telapak tangan di atasnya (bahkan tanpa menyentuhnya) saja terkadang bakal memindahkan posisi kursor kamu di layar. Ini bakal menciptakan frustasi panjang jika kamu melakukan pekerjaan mengetik dalam jangka panjang. Oke, mungkin ini bisa diatasi dengan menggunakan mouse tersendiri. Tapi tentu saja cukup menyedihkan jika kita tidak dapat mengoptimalkan fitur perangkat yang kita beli sendiri. Selanjutnya keyboard, jangan berharap pengalaman mengetik yang enak dengan laptop low end. Untuk seorang tukang ketik, feel seringkali penting – Sehingga sangat mengganggu jika keyboard tidak terasa seperti yang diinginkan. Belum lagi karena build quality yang buruk, keyboard laptop murah biasanya rentan mengalami kerusakan tombol saat digunakan.

Berangkat ke internal, ini jelas memengaruhi pengalaman kamu dalam menggunakan laptop. Pemrosesan CPU bakal terasa lamban, terutama jika kamu menggunakan software modern. 2GB RAM bahkan terasa berat untuk sekedar browsing menggunakan Chrome atau menjalankan Windows 10! Kemudian penyimpanan internal yang berupa HDD atau eMMC flash memory biasanya akan sangat lamban sehingga kamu mungkin bisa memasak satu porsi Indomie sebelum software yang kamu gunakan terbuka. Ini tentu akan menjadikan kamu buang-buang waktu, pekerjaan kamu lambat terselesaikan, dan akhirnya menjadikan kamu frustasi!

 

Saran: Belanjakan Lebih Banyak Uang, atau Belilah Laptop Second kategori Menengah ke Atas

Bukti dari kata-kata saya dapat kamu lihat langsung di bursa laptop second (toko fisik atau mungkin jika kamu membuka Olx.co.id lokal daerah kamu). Secara umum ada dua kategori laptop yang paling banyak ‘merajai’ bursa laptop second: Laptop low end dan laptop lama (produksi tiga tahun ke belakang). Jika untuk laptop lama, memang kita maklumi alasan seseorang menjualnya adalah karena mereka ingin upgrade ke laptop yang lebih baru dan lebih baik. Sedangkan laptop baru tipikal low end, tak dapat disangkal lagi bahwa penyebabnya adalah karena pemilik tidak puas oleh performanya dan kemudian berupaya menjualnya untuk mendapatkan laptop yang lebih baik!

Oleh karena itu, saran saya, jika kamu memiliki ‘modal’ lebih banyak yang bisa dibelanjakan untuk membeli laptop kelas menengah ke atas, minimal sekelas core i3, RAM 4GB, dan jika memungkinkan menggunakan SSD, maka belilah laptop dengan spek seperti itu. Jika saya tidak salah, rentang harganya adalah di kisaran 4-7 juta rupiah.

Jika kamu tidak memiliki modal sebanyak itu, laptop menengah ke atas second merupakan alternatif yang bagus! Jika perlu, mungkin kamu bisa membeli laptop produksi 3 tahun ke belakang dengan harga lebih bersahabat. Biasanya dalam kisaran tahun tersebut, jenis laptop menengah ke atas masih sangat mampu menjalankan software paling baru saat ini. Jangan lupa perhatikan juga build quality dan kenyamanan keyboard, touchpad, dan layar laptop yang kamu pilih!

Laptop Windows low end ini adalah salah satu alasan mengapa orang menilai berlebihan Macbook. Oke, Macbook merupakan perangkat yang bagus, cantik, dengan pengalaman pengguna yang menyenangkan – dan jika bicara software, Macbook lebih efisien karena MacOS menangani manajemen RAM dengan luar biasa (meskipun akhir-akhir ini hancur-hancuran masalah security). Namun dengan harga minimal USD 1000 (atau kisaran 15 juta rupiah ke atas di sini), kamu bakal mendapatkan laptop Windows dengan build quality dan pengalaman yang kurang lebih serupa. Banyak orang menggunakan laptop Windows dengan harga di bawah empat juta rupiah, lalu berkata bahwa laptop Windows ini sampah! Macbook lebih baik! Duh. Saya bisa menulis daftar panjang perbandingan Windows dan Macbook di rentang harga serupa, namun yang ingin saya sampaikan adalah: Jika kamu merasa Macbook dengan rentang harga demikian layak dibeli, maka demikian juga laptop Windows dengan rentang harga demikian! Apalagi jika kamu membelinya bukan karena ingin memanfaatkan kelebihan Mac dalam multimedia.

Sebagai penutup, saya ingin menekankan seperti umumnya para blogger tekno lainnya: Belilah laptop sesuai kebutuhan kamu, tapi jangan lupa: belilah juga yang menyenangkan bagi kamu dari segi pengalaman dan kinerja yang didapat.

  Kesan Pertama Nokia 8  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.