#WinExplain: Apa itu Laptop 2-In-1 atau Hybrid??

Sejak dirilisnya Windows 8, ia mecoba menjadi sistem operasi yang baik untuk tablet. Selama beberapa tahun terakhir, laptop telah berevolusi. Jenis terbaru dari sebuah laptop, tercipta lah 2-in-1 yang menggabungkan fitur laptop dan tablet. Tapi apakah laptop ini benar-benar evolusi baru yang terbaik untuk kita??

Hadirnya Windows 8 benar-benar mengubah dunia perlaptopan. Memang sih..tablet Windows 8 tidak bisa sepenuhnya menggantikan PC Windows 8, tapi hadirnya laptop 2-in-1 atau hybrid ini bisa diharapkan bisa menutupi celah ini. Tapi jalan 2-in-1 masih panjang, apakah dia mampu menggantikan kemampuan PC? Berikut ini WinPoin akan melanjutkan artikel seri #WinExplain mengenai apa itu laptop 2-in-1 atau hybrid?

 

Dua Tipe Laptop 2-in-1

Pada dasarnya, laptop 2-1 dapat dikategorikan menjadi dua jenis: hybrid dan covertible. Sebenarnya nama tersebut bukan pengkategorian sebenarnya, tapi itu adalah istilah keren yang membuatnya lebih mudah untuk dijelaskan.

#WinExplain: Apa itu Laptop 2-In-1 atau Hybrid??

Hybrid: Hybrid adalah laptop yang dimana layar bisa benar-benar terlepas dari keyboard dan berfungsi sebagai touchscreen. Sebagai dasarnya yaitu keyboard, berisi fungsi yang lengkap seperti port USB dan baterai sendiri.

Convertible: Sebuah Convertible laptop adalah layar bisa dibalik atau diputar yang membuat laptop berbentuk tablet. Layar dan keyboard tidak bisa dilepaskan, tapi layar touchscreen biasanya diberikan untuk menjadikannya sebuah tablet.

 

Kelebihan dan Kekurangan Hybrid

#WinExplain: Apa itu Laptop 2-In-1 atau Hybrid??
Surface Pro 3 masuk dalam kategori hybrid karena keyboardnya bisa dilepas

 

Kelebihan Hybrid:

Kekuatan Baterai Tahan Lama – Dikarenakan tablet dan keyboard memiliki baterai sendiri-sendiri. Apakah dengan begini kamu bisa mendapatkan dua asupan tenaga? Benar sekali, dengan begini kamu akan mendapatkan asupan tenaga lebih jika kedua device digabungkan. Kamu akan mendapatkan baterai yang lebih kuat jika menggunakan hybrid dibandingkan covertible pada kisaran harga yang sama.

Tepat sebagai Tablet – Fungsi dari tablet sendiri sangat tepat karena layar bisa dilepaskan dari keyboard. Apalagi sekarang ada Windows 10 yang bisa beroperasi baik pada tablet, jadi ketika kamu berlibur tidak perlu repot untuk membawa laptop yang berat, coba beli hybrid Windows 10.

Agak Murah – Membeli laptop dengan Windows didalamnya, yang juga bisa dijadikan sebagai tablet adalah bentuk kesempurnaan dibandingkan membeli iPad. Jadi jika kamu ingin memiliki laptop dan tablet, coba beli hybrid untuk menghemat uang.

 

Kekurangan Hybrid:

Kurang Bertenaga – Hybrid didukung oleh mobile-friendly seri Intel Atom atau Inte Core M yang difokuskan untuk ukurannya yang ringan dan baterai yang efisien. Processor ini baik untuk tugas ringan (misalnya, browsing, Office, chatting) tapi tidak untuk tugas berat (misalnya, multi tasking, editing image atau video, gaming).

Pertaruhan yang berbahaya – Sebuah device yang bisa menjadi laptop dan tablet dikenal dengan hybrid menjadikannya pertaruhan. Pertaruhan besar ini adalah kenyamanan dari segi sistem operasi desktop yang berjalan pada satu device untuk dia fungsi, yaitu tablet dan laptop. Sayangnya untuk menjadikannya sebagai tablet atau laptop yang powerfull sangat tidak memungkinkan.

Terjebak Apps Tablet – Pengalaman tablet yang baik untuk Windows 10 sebenarnya gagal di masalah apps. Dibandingkan Android atau iOS, Windows tidak memiliki beberapa aplikasi dan game utama seperti di OS mobile lainnya. Mungkin kamu masih bisa menikmati sebagian apps seperti pada Android dan iOS, tapi mungkin kamu juga merasa iri ketika teman kamu memainkan game yang tidak ada di Windows.

 

Kelebihan dan Kekurangan Covertible

#WinExplain: Apa itu Laptop 2-In-1 atau Hybrid??
Lenovo Yoga Pro 3 masuk dalam kategori convertible karena keyboard tidak bisa dilepas

 

Kelebihan Covertible

Hardware Laptop yang Baik – Tidak seperti hybrid, covertible bisa mengikuti lingkungan laptop standart yang memiliki hardware bagus bersandingan keyboard. Jadi tidak ada masalah untuk kinerjanya, kamu akan mendapatkan processor intel yang powerfull dibandingkan processor mobile friendly.

Dibuat dengan Kualitas Baik – Convertible masih bisa lebih tipis dan tampil elegan, karena layar tidak perlu dibalut dengan hardware. Bahkan, kamu akan menemukan banyak covertible yang mengikuti estetika ultrabook, bahkan dibalut full alumunium.

 

Kekurangan Convertible

Berat Berwujud Tablet – Beberapa convertible akan sangat ribet jika digunakan sebagai tablet. Sementara ia menawarkan fungsi yang komplit, kamu tidak akan menemukan kenyamanan ketika bertemu dengan mode tablet. Covertible terlalu berat dan besar untuk bisa dipondong seperti tablet yang tepat.

 

Jadi Mana yang Tepat Untuk Kamu??

Tidak ada takaran pasti yang bisa ditentukan untuk menilai sebuah device, semua tergantung kebutuhan kamu sendiri. Tapi berikut ini akan WinPoin simpulkan antara kebutuhan hybrid dan covertible, supaya kamu bisa mempertimbangkannya.

#WinExplain: Apa itu Laptop 2-In-1 atau Hybrid??

Hybrid sangat cocok ketika kamu sering berpergian keluar atau kalau kamu mencari sebuah tablet dan laptop Windows dengan harga murah. Jadi penggunaan hybrid bisa dikatakan 60% sebagai laptop, 40% sebagai tablet.

Covertible sangat bagus untuk seorang pro yang membutuhkan banyak tenaga ketika bekerja di laptop, tapi sesekali ingin menggunakan tablet. Jadi penggunaan convertible bisa dikatakan 80% sebagai laptop, 20% sebagai tablet.

Berdasarkan presentase tersebut, WinPoin harap kamu bisa mengira-ngira, manakan device yang kamu butuhkan.

  Prediksi Juara Piala Dunia 2018 Menurut Siri & Cortana  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.