Bermain game di Linux mungkin tidak sesulit dulu, dimana sekarang sudah banyak Game Steam yang mendukung Sistem Operasi Open Source ini, bahkan saya sendiri sebagai pengguna Linux Sering memainkan game Chivalry: Medieval Warfare. Selain itu dengan Adanya Wine, aplikasi Windows Lain bisa berjalan juga di Linux.

Namun akhir akhir ini dikabarkan bahwa, pengguna Linux yang menjalankan game Battlefield V dengan Wine dan DXVK secara permanen di Banned dari Electronic art’s Battlefield V karena sistem anti-cheat keliru mendeteksi mereka sebagai kecurangan.

Bagi yang belum tahu, Wine adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan program Windows secara langsung di Linux. Untuk lebih baik menjalankan game 3D, pengguna dapat menginstal paket DXVK, yang akan membuat baru, Direct3D DLLs yang menggunakan Vulkan Graphic API untuk merender game di Wine.

Dan seperti dilansir dari forum Lutris.net, Pengguna Linux melaporkan bahwa Electronic Art anti-cheat sistem untuk Battlefield V mendeteksi dll ini sebagai modifikasi game dan memicu banned otomatis dan permanen pada account mereka.

“Good friends, finally after some time without being able to play Battlefield V for Linux, this week I was using lutris-4.21, I was having fun when my anti-cheat, FairFight, blew me out of the game, so I was banned. As I was not using any cheating, I think the anti-cheat considered dxvk or the table layer that used at the time as cheating, I sent an email to EA, is the alert.” kata pengguna.

Setelah pengguna menghubungi EA untuk menjelaskan bahwa mereka tidak curang, namun menggunakan Linux dengan DXVK Package, mereka diberitahu bahwa banned tersebut “actioned correctly” dan tidak akan menghapus banned tersebut.

“Promote, encourage or take part in any activity involving hacking, cracking, phishing, taking advantage of exploits or cheats and/or distribution of counterfeit software and/or virtual currency/items”

Berdasarkan Halaman project dxvk menyatakan bahwa menggunakan DXVK Direct3D DLLs dalam game multi-player dapat dilihat oleh sistem anti-cheat sebagai kecurangan dan bahwa pengguna harus menggunakan dll dengan resiko mereka sendiri.

“Manipulation of Direct3D libraries in multi-player games may be considered cheating and can get your account banned. This may also apply to single-player games with an embedded or dedicated multiplayer portion. Use at your own risk.”

Pada akhirnya memang pengguna ini tidak mencoba untuk melakukan kecurangan, Namun terbanned secara permanent merupakan harga yang harus dibayar karena menggunakan lingkungan yang berbeda.

Berdasarkan pembahasan diatas, jika kamu adalah pengguna Linux dan suka bermain game, sebaiknya jangan menggunakan Wine dan sejenisnya, kecuali memang game tersebut sudah tersedia untuk Linux. Game gunakan Windows saja.

Sumber : Lutris Via BP

  Keyboard Seharga Laptop, Dimana Magic-nya..?? 🔥🔥  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.