via Business Insider

Wabah virus corona nampaknya membawa berkah tersendiri untuk Zoom. Startup ini laris di mana-mana dengan penawaran aplikasi video conferencing miliknya yang digunakan orang di seluruh dunia untuk kerja dari rumah. Pengguna gratisan memang dibatasi 40 menit untuk penggunaan aplikasi ini, namun itu sudah cukup sepadan dengan manfaatnya. Di sela popularitas aplikasi yang sedang meroket ini, Google justru melarang keras karyawannya untuk menggunakan Zoom. Apa alasannya?

Buzzfeed News adalah yang pertama kali mengangkat berita bahwa Google melarang karywannya menginstal Zoom di perangkat milik perusahaan. Karyawan Google yang memiliki Zoom di laptop kerjanya akan langsung menerima email yang memberitahukan bahwa Zoom tidak akan lagi dapat diakses di perangkat itu. Alasannya adalah ‘kerentanan keamanan’ dalam software Zoom tersebut!

“Kami memiliki kebijakan untuk tidak mengizinkan karyawan menggunakan aplikasi yang tidak kami setujui untuk bekerja, meskipun di luar jaringan perusahaan,” ujar Jose Castaneda, juru bicara Google kepada Buzzfeed News. “Baru-baru ini tim keamanan kami telah menginformasikan bahwa karyawan yang menggunakan Zoom Desktop Client tidak akan lagi dapat menggunakan aplikasi itu karena tidak memenuhi standar keamanan perusahaan kami. Karyawan memang ada yang menggunakan Zoom untuk tetap terhubung dengan teman-teman dan keluarganya, baik melalui browser web atau ponsel.”

Apa saja kerentanan yang bisa terjadi dalam aplikasi ini? Tercatat ada fenomena yang disebut zoombombing, yaitu tamu yang tidak diundang bisa masuk ke dalam rapat yang diadakan menggunakan Zoom. Ternyata ini bahkan belum apa-apa dan sekedar ‘kulit luar’ dari kerentanan tersebut. Para teknisi bidang keamanan perangkat lunak juga mendapati bahwa alamat email dan foto profil yang digunakan di Zoom sangat mudah bocor. Enkripsi yang digunakan Zoom sangat buruk sampai-sampai orang luar bisa merekam video pertemuan di Zoom. Kita bisa menemukan dengan mudah bocoran video pribadi Zoom secara online.

Bagaimana tanggapan pihak Zoom? CEO Zoom, Eric S. Yuan mengungkap bahwa Zoom saat ini sedang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan software miliknya berdasarkan saran para peneliti bidang keamanan tersebut. Dia menjanjikan bahwa Zoom akan segera memenangkan kepercayaan semua orang terkait masalah keamanan yang dikeluhkan.

Sumber: BGR

  Noise Cancelling Earphone Terbaik! Review Bose QuietComfort Earbuds Indonesia  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.