Melalui rilis Windows 11 24H2, Microsoft mulai menghadirkan fitur yang awalnya hanya ada khusus untuk Windows Server yaitu Hotpatch ke sistem Windows 11 Enteprises. Nah dengan Hotpatch tersebut, akan memungkinkan sistem untuk menginstall Windows Update tanpa harus melakukan reboot seperti biasa.
Jika kamu ingat, fitur ini sebenarnya telah diuji lebih awal pada bulan November 2024 lalu sebagai fitur Preview, dengan rumor kehadiran fitur ini bahkan sudah dikabarkan jauh jauh hari dan menjadi salah satu fitur yang memang diinginkan pengguna. Namun, alih alih menghadirkan fitur ini untuk pengguna Home dan Pro, Microsoft kini meluncurkan fitur ini untuk pengguna Windows 11 Enterprise yang berlangganan paket seperti E3, E5, F3, Education A3, A5, dan Windows 365 Enterprise.

Untuk cara kerjanya sendiri tepat seperti pada gambar diatas, dimana dengan Windows Hotpatch, komputer menerima satu pembaruan dasar setiap kuartal (diperlukan restart) dengan hotpatch dua bulan yang tidak memerlukan restart (pembaruan lain mungkin masih memerlukan restart).
Selain itu, untuk menggunakan fitur ini, pengguna harus setidaknya menggunakan processor Intel atau AMD, sementara perangkat berbasis ARM juga didukung, tetapi fitur tersebut saat ini masih dalam pratinjau publik. Microsoft mengatakan PC ARM akan menerima dukungan Hotpatch “di kemudian hari.”
Artikel dokumentasinya bisa kamu cek pada halaman Microsoft Berikut, jika kamu tertarik dan mungkin kamu menggunakan perangkat managed devices dengan Windows 11 Enterprise versi 24H2 (Windows 11 Enterprise E3, E5, F3, atau Windows 11 Education A3, A5, atau Windows 365 Enterprise), kamu atau IT admin perusahaan kamu bisa mengatur fitur ini agar membuat sistem kamu tidak selalu meminta restart jika seandainya ada update yang diberikan.
Mantap bukan?, namun balik lagi, sayangnya fitur ini tidak tersedia untuk pengguna Windows rumahan. Bagaimana menurutmu? coba komen dibawah guys.
Via : Microsoft