Ketika Microsoft sepertinya belum mendapatkan kemajuan berarti dengan (calon) perangkat layar lipatnya, Intel nampaknya lebih maju dengan memamerkan perangkat konvertibel laptop sekaligus tablet yang nyaman digunakan untuk membaca, bahkan nampaknya secara spesifik ini adalah kelebihannya. Sayangnya, perangkat ini dibuat oleh Intel hanya sebagai ‘contoh’ untuk OEM yang ingin mengetahui kelebihan-kelebihan prosesornya (tidak akan dipasarkan luas). Perangkat ini untuk sementara disebut Tiger Rapids oleh Intel. Info: Kalau kamu sudah membaca artikel tentang Project Precog dari Asus atau Lenovo Yoga Book 2, keduanya adalah perangkat yang terinspirasi dari Intel!

Untuk memahami lebih dalam tentang perangkat ini, PC World melakukan wawancara dengan Gregory Bryant, Senior Vice President dan General Manager Intel.

Bryant menjelaskan bagaimana prototype ini mengekspresikan tujuan desain yang merupakan form factor adaptif. “Secara konseptual, ini bukan perangkat dengan ‘satu bentuk’ yang bakal cocok di ‘semua dunia’,” ungkap Bryant. “Anda akan melihat produk sekunder dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Orang akan melakukan hal berbeda dengan layar sekunder, tentu saja kami akan terus mengembangkan berbagai hal jangka panjang seperti bagaimana perangkat ini akan dilipat dan ditekuk nantinya.”

Bryant menekankan motivasi di balik desain ini adalah untuk menjadikan PC bisa menyesuaikan terhadap penggunanya, bukan sebaliknya. “Kami menciptakan form factor yang adaptif, sehingga Anda dapat menyesuaikan pemakaian dengan hal yang akan Anda lakukan,” Tambah Bryant.

PC World juga merangkum laporannya mengenai perangkat ini dalam sebuah video yang menjadikan kita mudah memahami bagaimana perangkat ini dibuat dan apa tujuan yang ingin dicapainya.

Dari video tersebut, kita dapat melihat bagaimana perangkat ini dikembangkan mulai dari sekedar konsep di atas kertas, cetak 3D, hingga mocking sederhana dan perkembangan pilihan bahan yang menyusun perangkat ini.

Tiger Rapids adalah sebuah perangkat berfokus pada pen. Layar keduanya merupakan tipe e-ink yang nyaman untuk digunakan membaca sekaligus mirip dengan kertas tradisional. Layarnya menggunakan LCD dengan bentang 7,9 inci. Di dalamnya, perangkat ini bekerja dengan processor Kaby Lake, SSD, Wi-Fi, dan RAM yang tidak diungkapkan spesifikasinya.

Opsi port Tiger Rapids sementara ini baru sebuah USB-C tunggal. Daya tahan baterai perangkat ini cukup menakjubkan, yaitu 13 hingga 15 jam pemakaian terus menerus.

Tentu saja ada kelemahan dari perangkat ini. Pilihan layar kedua yang berbeda memang memudahkannya untuk dijadikan perangkat yang bisa ‘diajak menulis’ atau membaca ebook dengan nyaman. Akan tetapi jika melakukan perluasan layar, maka tentu saja perbedaan layar ini akan menjadikannya janggal. Project Procog dari ASUS mengambil jalan yang berbeda dan menjadikan dua layarnya dari tipe yang sama sehingga tidak akan terasa janggal jika kita memperluas layar. Tapi memang ini bukan masalah bagi Intel karena tujuan utama mereka bukan membuat perangkat yang dijual secara massal, akan tetapi memberi inspirasi kepada OEM tentang apa yang dapat dilakukan oleh processor Intel. Seperti yang diungkapkan Bryant sebagai penutup: “Ini bukan masalah pengalaman yang menurut kami menarik, tapi ini adalah tentang pengalaman apa yang ingin kami berikan kepada pasar dalam dua hingga lima tahun ke depan. Kami berupaya menginspirasi ekosistem dan menunjukkan apa yang mungkin dilakukan.”

 

 

Sumber: PCWorld

  Snapdragon PALING EXTREME  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.