via iMore

“Saya tidak bisa memikirkan produk yang telah menjelaskan keseluruhan kategori, lalu sepenuhnya didesain ulang dalam periode waktu yang singkat. Produk ini benar-benar dibedakan oleh layarnya.”

Demikian komentar Jony Ive ketika diminta seorang wartawan untuk menjelaskan mengapa setelah peluncuran iPhone, Apple kemudian langsung dengan cepat beralih ke perangkat selanjutnya: iPad. Perangkat ini sejak diluncurkan langsung merajai penjualan dalam kategori itu, dan satu dekade kemudian, posisinya belum tergoyahkan meskipun banyak produk lain dalam kategori serupa!

Pengejaran form factor iPad

via Apple Insider

Ketika tim desain Apple di bawah pimpinan Jony Ive sedang mengerjakan iPad, Steve Jobs mengungkapkan kepada publik bahwa Apple tidak memiliki minat untuk merilis sebuah produk tablet. “Tablet saat ini belum memiliki posisi yang jelas, ini hanya akan menarik perhatian orang-orang kaya dengan banyak PC dan perangkat,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers. Tapi itu sebenarnya bohong. “Steve tidak pernah kehilangan hasratnya untuk memproduksi sebuah tablet,” jar Phil Schiller. Faktanya, ketika tim desain Jony sedang mengembangkan iPhone, sebagai kerja sampingan, mereka tetap mengerjakan tablet.

Pada saat Apple merilis iPhone original generasi pertama, Netbook sedang naik daun. Ini adalah kategori laptop kecil, tidak mahal, dan menggunakan daya yang kecil. Netbook pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 dan dengan cepat mengambil alih 20% pangsa pasar laptop. Tapi Apple sama sekali tidak berminat untuk masuk pasar ini. “Netbook bukan perangkat inovatif yang lebih baik. Ini hanya laptop murahan,” ujar Steve Jobs dalam sebuah rapat dengan dewan direksi Apple yang menyarankan agar Jobs mempertimbangkan lini netbook. Namun Apple tetap merasa bahwa pangsa pasar perangkat yang lebih kecil daripada laptop dan mampu untuk melakukan tugas ringan, merupakan celah yang patut diperhitungkan. Menurut Ive, di sinilah ceruk yang bisa dimanfaatkan Tablet. Pada dasarnya, tablet adalah laptop murah tanpa keyboard. Jobs menyetujui pendapat ini dan menjadikan tim semakin bersemangat untuk bisa mewujudkannya.

via CultofMac

Selama proses pembuatan tablet ini, Ive memesan layar sentuh berbagai ukuran untuk memastikan form factor yang diinginkannya. Hal lain yang menyebabkan iPad agak lambat diwujudkan pada saat itu adalah karena teknologi baterai yang ada pada waktu itu belum mendukung untuk bisa ‘menghidupi’ layar dengan ukuran besar dalam jangka waktu lama. “Steve dan Jony sangat suka mencoba berbagai komponen,” ujar salah seorang engineer Apple. “Mereka akan mulai membuat beberapa model ‘penampilan’ dan mereka berdua akan membuatnya dalam berbagai ukuran untuk menemukan bentuk yang mereka inginkan,”

Salah seorang eksekutif Apple mengungkapkan, “Ukuran layar iPad pada waktu itu utamanya dipengaruhi oleh sehelai kertas. Sasaran kami adalah bagaimana seorang pebisnis memegang tablet ini seakan sebuah buku atau siswa yang memegangnya untuk pengganti buku belajar. Oleh karena itu ukuran perangkat ini harus terasa akrab, dan dengan begitu ukuran kertas menjadi patokan yang krusial.”

Tujuan utama Jony Ive pada waktu itu adalah menciptakan perangkat yang ketika diserahkan kepada seseorang, maka dia tidak perlu lagi menjelaskan cara pemakaiannya. Perangkat ini harus sepenuhnya intuitif. Harus sederhana, cantik, sesuatu yang diinginkan dan sangat mudah dipahami. Stringer menggambarkannya sebagai, “Anda mengangkatnya, lalu langsung menggunakannya… Begitu saja.. Tidak ada yang perlu dijelaskan.” Namun membuat produk yang benar-benar sederhana memerlukan investasi waktu dan energi kreatif yang tidak sedikit.

Tim desain Jony Ive mengeksplorasi dua desain yang berbeda untuk iPad, yang mengingatkan bagaimana proses pembuatan iPhone sebelumnya. Berdasarkan desain Extrudo, pendekatan pertama adalah menggunakan aluminium seperti halnya iPod mini, hanya saja ini lebih besar dan pipih. Pemimpin desain untuk versi ini adalah Chris Stringer, yang juga mengerjakan iPhone berkode Extrudo. Sebagaimana dengan desain iPhone, ‘calon iPad’ ini menggunakan aluminium yang diekstruksi. Tim satunya, dipimpin oleh Ive secara langsung, bereksperimen dengan prototype iPad dengan kickstand. Ive terinspirasi oleh ‘tablet’ dari Microsoft, yaitu Surface. Namun kemudian Ive berubah pikiran dan akhirnya membuat magnetic cover yang memiliki kickstand untuk menjadikan iPad bisa berdiri.

Seiring dengan penyempurnaan model, iPad ini semakin tipis. Ive menyukai bentuk ini, tapi dia ingin agar orang tetap bisa mengambil iPad menggunakan satu tangan dengan mudah. Tim desain bereksperimen dengan handle yang justru menjadikan iPad ini mirip TV portabel yang tidak elegan. Akhirnya Ive bereksperimen dengan bentuk yang sedikit melengkung pada bagian bawah tengah dan semakin pipih ke tepian, menjadikan seseorang bisa memasukkan jarinya di tepi-tepi iPad untuk mengambilnya menggunakan satu tangan.

via computerworld

Seraya menyempurnakan desain iPad, tim desain juga disibukkan dengan generasi kedua iPhone. Perangkat ini kemudian dipasarkan dengan nama iPhone 3G, mengisyaratkan bahwa ponsel ini memiliki kompatibilitas jaringan seluler 3G. Perangkat yang dirilis pada tahun 2008 ini memiliki perbedaan dengan generasi sebelumnya yaitu dengan bagian belakang polycarbonate dengan warna hitam putih. Bezel dari bahan stainless steel yang menyangga layar iPhone juga masih dipertahankan. Bagian ‘punggung’ iPhone yang terbuat dari plastik ini terlihat sederhana, namun sebetulnya sangat susah diproduksi. Campurannya menjadikan plastik ini lebih keras dari plastik biasa, namun cukup baik menyerap getaran sehingga iPhone tidak mudah rusak jika jatuh. Ini memperbaiki ‘kelemahan’ iPhone generasi pertama yang lebih rentan. Keberhasilan memproduksi bagian belakang iPhone yang lebih kokoh namun fleksibel ini menjadikan Jony Ive menginginkan bahan yang sama digunakan untuk iPad. Apalagi layar iPad ini jauh lebih besar dibandingkan iPhone, yang tentu saja lebih rentan terhadap kerusakan jika sampai jatuh atau terbentur.

Penggunaan warna abu-abu dan hitam pada ‘punggung’ iPad ternyata menimbulkan masalah yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Tim desain harus mencari cara mengecat lapisan plastik ini dengan tepat karena ternyata bahan kimia cat akan mengurangi kekuatan plastik dan efeknya bahkan menjadikan plastik ini tidak bisa ‘mencengkeram’ layar dengan baik. “Sebenarnya lebih mudah melakukan proses ini dengan aluminium dibandingkan plastik,” ujar Satzger yang juga terlibat proses pembuatan.

Namun akhirnya, setelah kerja keras selama kurang lebih dari dua tahun, tim desain bisa benar-benar puas akan prototype perangkat yang sudah mereka ciptakan. Mereka bersemangat menyaksikan form factor dan minimalisme perangkat ini. “Kami sudah mencoba banyak hal,” kenang Chris Stringer. “Tapi pada akhirnya, kami menyadari bahwa kami hanya perlu menjadi diri kami sendiri. Kami ingin bentuk yang unik, sebuah objek tanpa nama, tanpa perlu memperhatikan tren elektronik yang sudah berkembang saat itu. Ini terasa benar-benar seperti sebuah objek baru!”

Hari iPad

via Forbes

Tanggal 27 Januari 2010, Steve Jobs menampilkan perangkat yang disebut sebagai ‘game changer‘ oleh Apple tersebut. Dia mengumumkan iPad di Yerba Buena Center for the Arts di San Francisco. Jobs memosisikan iPad sebagai perangkat di antara iPhone dan laptop. Sebuah perangkat yang sangat portabel, memiliki antarmuka touchscreen, mampu melakukan tugas komputasi ringan dan internet, namun lebih powerful dibandingkan netbook. Jobs menggambarkan iPad adalah perangkat yang, “terasa lebih intim dibandingkan laptop,” serta menekankan bahwa perangkat ini adalah persimpangan antara teknologi dan seni.

iPad masuk ke pasar pada bulan April. Dalam waktu kurang dari sebulan, Apple berhasil menjual satu juta iPad! ini adalah separuh dari waktu yang dibutuhkan bagi iPhone untuk mencapai angka penjualan yang sama! Kemudian pada bulan Juni 2011, tepat setahun setelah perilisannya, 25 juta perangkat telah berhasil dijual iPhone! Ini sekaligus menjadikan iPad sebagai produk konsumen yang paling sukses sepanjang sejarah! Pada tahun 2011 ini juga iPad berhasil melampaui tingkat penjualan netbook di seluruh dunia. Bukan itu saja, Netbook bahkan perlahan-lahan terasa makin tidak relevan, karena sebagian besar hal yang mampu dilakukan netbook, mampu dilakukan oleh iPad!

Setelah rilis iPad yang bertabur kesuksesan tersebut, tahun berikutnya Apple merilis iPad 2 dengan nyaris tidak ada perubahan berarti, hanya peningkatan dalam spek dan kecepatan komputasi. Perangkat ini juga laris terjual seakan tidak ada yang bisa menandinginya di segmen yang sama. Dan ini berlangsung hingga satu dekade kemudian. Bahkan meskipun penjualan tablet secara keseluruhan menurun, iPad tetap konsisten tercatat sebagai tablet yang paling laris terjual di seluruh dunia.

Larisnya iPad ini menjadikan Steve Jobs dengan yakin mengungkapkan bahwa dunia telah sampai pada era Post-PC, yang mana untuk aktivitas komputasi, dunia tidak lagi membutuhkan PC dan laptop, hanya perangkat mobile yang mumpuni untuk melakukan semua pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas internet. Meskipun pada akhirnya ternyata ucapan Jobs tersebut meleset, karena ternyata penjualan laptop dan PC yang sempat stagnan pada awal rilis iPad ternyata kembali melonjak berkat banyaknya inovasi produsen PC, namun ini tidak menggoyahkan fakta bahwa iPad benar-benar menjadi raja tablet yang belum turun tahta di kategorinya sejak pertama kali dirilis.


Episode berikutnya akan membahas bagaimana Jony Ive tanpa terbantahkan lagi menjadi most valuable person di Apple, bahkan setelah Steve Jobs tiada.

Referensi:

Kahney, Leander. (2013). Jony Ive: The Genius Behind Apple’s Greatest Products. Amazon.

Arlidge, John. (2014). Jonathan Ive, Designs Tomorrow. Time

Griggs, Brandon, and Leopold, Todd. (2013). How iTunes changed music and the worldCNN

Rosoff, Matt. (2015). Jony Ive carried a resignation letter in his pocket the first time he met Steve Jobs. Business Insider

Phelan, David. (2018). Jony Ive Interview: Apple Design Guru on How He Created the New iPad and The Philosophy Behind ItIndependent.

Rossignol, Joe. (2019). iBook Turns 20: Watch Steve Jobs Unveil the World’s First Notebook with Wireless Internet. Macrumors

  Gimbal HP Murah Ini Stabil Banget! Review Feiyutech Vlog Pocket 2  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.