Menyebabkan Kerusakan Device, Windows 10 Smartphone Preview untuk Lumia 520, 525, dan 526 Ditarik Ulang

Ada data mengejutkan yang muncul ke permukaan. Sejak dibelinya Nokia oleh Microsoft seharga 72 trilyun tahun lalu, ternyata hingga saat ini Microsoft masih terus merugi.

Contohnya saja di kuarter awal tahun ini Microsoft menyatakan bahwa pendapatan mereka dari divisi mobile hanya 18 trilyun saja, padahal pengeluaran (cost of revenue) mereka lebih besar daripada itu.

Di periode ini divisi mobile Microsoft merugi hingga 51.8 milyar rupiah, atau rugi sekitar 1600 rupiah per device Lumia yang laku.

Padahal itu masih belum termasuk dengan biaya marketing, riset & pengembangan, serta biaya lain saat proses produksi. Jika semuanya dihitung tentu besarnya kerugian yang diderita Microsoft lebih dari 1600 rupiah per Lumia.

Namun demikian Microsoft tidak langsung menyerah begitu saja. Dengan pertumbuhan penjualan Lumia hingga 18 persen di periode ini, Microsoft masih berusaha meledakkan penjualan dengan segera merilis Windows 10 Smartphone.

Satya Nadella juga menyatakan akan berusaha mengurangi pengeluaran dan biaya pembuatan per device agar tidak terus merugi.

Satu hal yang pasti, divisi mobile ini bakal terus dipertahankan mengingat smartphone memiliki peranan penting dalam strategi “mobile first” Microsoft saat ini.

via computerworld

  Kirim SMS Lewat PC..?? Bisa Kok!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.