Microsoft baru saja meluncurkan aplikasi kolaboratif yang menjadikan kita merasakan sensasi seolah menulis di satu layar yang sama beramai-ramai. Aplikasi tersebut dinamakan Whiteboard atau papan tulis. Sebelumnya aplikasi ini sudah berada dalam mode preview untuk Windows 10 selama 7 bulan terakhir, dan kini Microsoft menyatakan bahwa aplikasi ini sudah tersedia di PC bersamaan dengan versi web dan perangkat iOS.

Apa keistimewaan aplikasi ini? Whiteboard memungkinkan pengguna berbagi dan mengedit bersama-sama secara real time lintas perangkat.

Siapa saja dapat mengakses aplikasi ini. Akan tetapi untuk berkolaborasi dengan beberapa orang, paling tidak salah satu dari kelompok tersebut harus memiliki langganan Office 365. Whiteboard mendukung inking di Windows 10, sehingga stylus seperti Surface Pen dapat digunakan untuk kolaborasi, pengenalan geometri, konversi tabel, dan melakukan shading pada tabel. Whiteboard juga dapat digunakan untuk menulis alur proses, membuat tabel secara kolaboratif dan brainstorming. Sepertinya aplikasi ini akan sangat bermanfaat dalam sebuah situasi rapat kreatif.

Sementara ini aplikasi iOS masih belum tersedia. Tim Whiteboard juga sedang mengerjakan versi Android yang akan dirilis setelah iOS. Versi web juga hampir siap, namun sementara hanya akan bekerja untuk perangkat Android saja. Microsoft sendiri belum membatasi apakah Whiteboard ini akan bekerja di browser tertentu saja. Semua browser utama mendukung fitur ini.

Selain itu juga tidak ada batasan teknis mengenai berapa banyak orang yang dapat berkolaborasi menggunakan Whiteboard, namun seperti dijelaskan sebelumnya, minimal satu orang harus memiliki langganan Office 365. Peserta Whiteboard juga tidak harus menggunakan stylus. Mouse atau goresan jari juga memungkinkan. Kamu dapat melihat dari interface Whiteboard berikut yang cukup intuitif dan luwes untuk pemilihan alat yang digunakan menulis.

Microsoft merencanakan bahwa ke depannya, Whiteboard akan diintegrasikan ke Surface Hub yang memang merupakan perangkat khusus untuk rapat dan kolaborasi.

Sebagai info tambahan, aplikasi ini diperoleh berkat akuisisi yang dilakukan Microsoft terhadap Intentional Software tahun lalu. Perusahaan pembuat aplikasi ini tengah mengintegrasikan software-software miliknya ke dalam produk Microsoft. Sebagian besar produk mereka memang untuk produktivitas. Pemimpin Intentional Software bukan orang baru bagi Microsoft, dia adalah Charles Simonyi yang merupakan mantan kepala arsitek software di Microsoft. Kisah lengkap tentang Simonyi dapat kamu ikuti di Kisah Silicon Valley #35 – Charles Simonyi, Otak di Balik Microsoft Office.

 

Sumber: TheVerge

  Akhir dari Notch di Android..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.