Microsoft Perkuat Keamanan Identitas dengan Password Protection di Microsoft Defender

Inovasi di bidang keamanan kembali dihadirkan Microsoft dengan dirilisnya fitur Password Protection di Microsoft Defender, nah fitur ini akan menjadi langkah penting dalam membantu organisasi memantau, menganalisis, dan menangani resiko password dari berbagai sumber identitas dalam satu dashboard yang terpusat.

Baca Juga : Windows 11 24H2 Dipaksa Update ke 25H2

Terkait fitur ini, nantinya pengguna nantinya dapat melihat berbagai resiko yang berkaitan dengan password secara menyeluruh dan bukan hanya mendeteksi masalah saja, melainkan fitur ini juga akan memungkinkan tindakan langsung untuk mengatasinya.

Dengan fitur ini, beberapa resiko seperti kredensial yang bocor di internet atau dark web, password yang terekspos, password policy lemah dan kesalahan konfigurasi sistem keamanan bisa diidentifikasi dan dikumpulkan dalam satu tampilan, sehingga tim IT tidak perlu berpindah-pindah sistem hanya untuk melakukan analisa lebih dalam.

TONTON JUGA:

Menariknya, fitur ini juga dirancang untuk mendukung berbagai sumber identitas yang umum digunakan di lingkungan enterprise, mulai dari Active Directory on-premises, layanan cloud seperti Microsoft Entra ID, hingga penyedia pihak ketiga seperti Okta. Dengan dukungan ini, organisasi dapat memantau keamanan password secara terintegrasi meskipun menggunakan lebih dari satu sistem autentikasi.

Baca Juga : Dugaan Kebocoran Data Adobe, 13 Juta Tiket Support dan Data Karyawan Diklaim Bocor

Dan seperti pada gambar diatas, Microsoft membagi halaman Password Protection ke dalam empat bagian utama yang memudahkan proses analisis, mulai dari Tab Password Hygiene yang menampilkan akun dengan password lemah, Password Policies untuk mengevaluasi kebijakan password, Leaked Credentials mendeteksi kredensial yang bocor sekaligus memungkinkan tindakan seperti reset atau nonaktifkan akun, dan Exposed Passwords mengungkap penyimpanan password yang tidak aman seperti plaintext atau konfigurasi berisiko.

Bahkan, sistem ini juga memanfaatkan deteksi berbasis AI untuk menemukan kredensial sensitif yang tersembunyi di dalam atribut tertentu, khususnya pada lingkungan Active Directory.

Secara umum fitur ini menarik apalagi untuk meningkatkan keamanan dan awarness pengguna, namun perlu diperhatikan, untuk dapat mengakses fitur ini, pengguna memerlukan lisensi Microsoft Defender for Identity atau paket yang sudah mencakupnya seperti E5 dan lisensi tambahan untuk proteksi identitas di Microsoft Entra ID, selain itu, akses minimal yang dibutuhkan adalah role Security Reader.

Dengan kata lain, fitur ini bisa dibilang khusus ke enterprise dan untuk pengguna umum rumahan, tapi bagaimanapun ini kabar baik karena Microsoft tampaknya ingin mendorong pendekatan keamanan yang lebih proaktif dan tidak hanya sekadar memberikan peringatan, tetapi juga menghadirkan kontrol langsung untuk mengatasi masalah yang terdeteksi.

Tapi perlu diingat, fitur ini untuk sekarang masih preview dan belum tersedia secara umum, sehingga kemungkinan masih akan mengalami perubahan baik dari sisi fitur, tampilan, maupun dukungan yang diberikan sebelum dirilis secara penuh oleh Microsoft.

Nah untuk kamu pengguna lisensi ini dan IT admin yang juga aktif menggunakan Microsoft Defender, fitur ini jelas bisa menjadi alat yang sangat powerful untuk meningkatkan visibilitas sekaligus kontrol terhadap keamanan identitas di lingkungan organisasi. Namun bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation