
Muse AI menjadi AI agent paling ramai saat ini. Banyak orang berbondong2 pake Muse AI ini dan jumlah downloadnya menjadi yang tercepat sejak era ChatGPT rilis. Saat ini Muse AI menjadi aplikasi nomor satu di Apple App Store dan juga Google Play Store di US, menggeser aplikasi AI populer lain seperti ChatGPT, Claude, Gemini, bahkan juga Grok.
Di Indonesia yang belum resmi dirilis aja — penggunanya sudah sangat banyak. Saya sendiri sudah menggunakan Muse AI ini selama beberapa hari terakhir, dan akhirnya jadi tahu kenapa Muse AI ini begitu viral dan banyak digunakan orang.
AI Agent Bukan Chatbot

Muse AI adalah AI agent buatan Meta, masih satu group dengan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Thread. Sebagai AI agent, Muse AI ini sangat berbeda dengan AI chatbot seperti ChatGPT atau Gemini. Muse AI tidak hanya bisa tanya jawab saja, tetapi juga bisa kita suruh untuk melakukan berbagai macam aktivitas yang kita perintahkan. Muse AI bisa mengisi form, unsubscribe berbagai layanan berbayar, booking travel, bikin website, edit dokumen, benerin OS error, otomasi kerjaan, bahkan sampai belanja dsb. Jadi Muse AI ini lebih mirip seperti OpenClaw atau Hermes Agent daripada sekedar AI ChatBot biasa.
Ini karena Muse AI punya komputer sendiri yang dalam hal ini sebuah Virtual Machine. Jadi saat kita perintah AI agent ini untuk melakukan sesuatu, Muse AI bakal menginstall tool apapun yang diperlukan di VM ini untuk mengerjakan tugas apapun yang kita berikan sampai selesai.
Saya sudah cek spesifikasi virtual machine yang digunakan oleh Muse AI ini, dan ternyata cukup powerful! AMD prosesor dengan 2 vCPU, 7.7GB RAM, 100GB home storage, dan 7.5GB root storage berbasis SSD, dengan OS Ubuntu 24.04.
Di VM inilah Muse AI berjalan, menginstall semua tool yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas yang kita berikan. Disini juga Muse AI menyimpan semua memory tentang siapa kita, siapa dia, tugas2 nya apa, dan otomasi apa yang kita berikan.
Siap Pakai untuk Pemula

Berbeda dengan AI Agent populer seperti OpenClaw atau Hermes Agent yang kita harus setup sendiri, Muse AI tinggal daftar saja dan langsung siap dipake. Penghalang bagi pengguna awam untuk punya AI agent sendiri seolah dirobohkan ya oleh Meta melalui Muse AI ini, karena siapapun sekarang bisa memiliki AI agent sendiri tanpa harus mengerti apa itu SSH, API, command line, VPS, dsb.
Istri saya misalnya, yang di era OpenClaw atau Hermes Agent bingung harus memulai dari mana, di Muse AI dia langsung daftar dan sudah bisa punya AI agent nya sendiri. Bisa semudah dan sesimple itu.
Memang saat ini Muse AI baru tersedia official di US dan Canada saja, tetapi kita bisa daftar dari Indonesia menggunakan VPN US. Setelah terdaftar bisa langsung kita gunakan melalui web apps atau WhatsApp tanpa perlu konek VPN lagi.
Gratis dengan Limit Besar

Muse AI sangat populer salah satunya karena bisa digunakan gratis. Berbeda dengan AI agent platform seperti Hermes Agent atau OpenClaw yang meskipun platformnya free dan open source, untuk setupnya kita perlu menyiapkan sendiri mini PC, VM, atau VPS nya dan perlu kita siapkan juga AI inference nya. Di Muse AI kita tinggal daftar dan langsung mendapatkan semua hal yang diperlukan.
Jadi setiap pengguna Muse langsung mendapatkan 1 cloud VM sendiri, AI agent platform siap pakai, lengkap dengan AI modelnya juga.
Specs VM nya gak main-main, sangat mewah untuk AI agent. Kalo bayar sendiri VPS di specs ini ya bisa 200 ribuan per bulan atau bahkan lebih. Tapi di Muse AI kita dapat free.
Platform AI agent nya custom buatan Meta, tapi waktu saya extract dan cek sistem agent nya, ada kemiripan yang sangat tinggi dengan OpenClaw — ada SOUL.md, Heartbeat.md, Memory.md dsb.

AI nya sendiri kombinasi dari banyak model. Dari hasil tracking ada puluhan model ID yang digunakan di muse AI untuk saat ini, mulai dari model internal Meta dengan codename Avocado, muse-special, yang dikombinasi dengan AI model Open Weight ya seperti GLM 5.2, Kimi K3, sampai AI model frontier seperti Claude dan GPT.
Jadi sebenarnya saat kita chat dengan Muse, AI modelnya bisa saja di-routing ke AI model yang berbeda sesuai dengan tugas dan keperluannya. Di salah satu session chat saya dengan Muse AI, diungkapkan kalo dia menggunakan Muse Spark 1.3 terbaru dengan 350rb token context window. Sedikit lebih kecil daripada konteks window modelnya via API yang bisa handle sampai 1 juta token.
Limit gratisnya pun tinggi, mencapai 100 juta token per minggu dengan reset limit otomatis setiap minggunya. Jujur saja kalo bayar via API, 100 juta token per minggu ya mahal juga. Saya udah gunakan 2 hari terakhir dengan penggunaan yang cukup intens untuk melakukan testing menghabiskan sekitar 20% kuota dari limit mingguan. Lumayan banget sebenarnya. Meskipun limit gratisan ini bisa saja berubah di kemudian hari.
Tapi yang menarik ada di bonus token nya yang bisa dapat sampai 31 milyar token tanpa batas waktu. Jadi setelah daftar kita bisa redeem kode referral dari pengguna Muse lain dan dapat extra 1 billion token gratis. Kalo teman2 belum punya kode nya, bisa menggunakan kode Muse saya KEA2CG untuk redeem 1 milyar token gratis.
Temen2 juga bakal memiliki kode referral yang bisa temen2 sebar untuk mendapatkan lagi 1 milyar token per referral dengan maksimal 30 referral. Jadi kalo semuanya di redeem, total maksimal bisa mendapatkan 31 milyar token, yang di penggunaan harian saya sih bisa gak habis dalam dua tahun
Pintar dan Canggih

Sebagai AI agent Muse ini pintar dan canggih. Dia bisa terhubung ke berbagai layanan populer dengan konektor built in, mulai dari berbagai layanan Google seperti Gmail, Google Drive, Google Docs, dsb. Berbagai sosial media buatan Meta seperti Facebook, Instagram, Thread, dsb. Sampai berbagai aplikasi populer seperti Spotify dan yang lainnya. Memang belum terlalu banyak built-in connectornya, tetapi karena ini AI agent yang punya VM sendiri, sambil menunggu koleksi built in connector nya semakin lengkap, kita bisa minta Muse install MCP untuk konek ke layanan apapun yang kita butuhkan.
Muse juga bisa konek ke wallet untuk belanja, yang saat ini belum support ke e-wallet Indonesia, karena memang secara official belum dirilis di Indonesia. Tetapi kalau sudah dirilis bukan tidak mungkin nanti bisa konek ke OVO, Gopay, Dana, dsb untuk belanja online via Muse AI.
Kita bisa memasukkan detail password dan username tanpa bisa dilihat langsung oleh agent nya, pengaturan permissionnya juga cukup ketat, bisa konek ke WhatsApp dan ke berbagai device lewat aplikasi, meskipun untuk aplikasi Android dan IOSbelum bisa didownload dari Indonesia.
Ada data control juga untuk mematikan data training, import memory, download data, sampai reset AI agent.
Untuk fiturnya juga banyak. Ada chat utama, chat di channel seperti WhatsApp misalnya, lalu ada side chat juga untuk chat secara terpisah.
Disediakan juga list ide penggunaan AI agent ini untuk apa aja. Jadi kita gak perlu bingung mencari use case nya.
Ada goals untuk tracking target kita yang otomatis dimasukkan oleh agent nya sepanjang kita chat dan diskusi dengan AI agent nya.
Ada library yang berisi semua file yang kita buat dengan Muse AI, mulai dari dokumen, website, serta kumpulan foto, video, dan podcast juga.
Lalu yang menarik ada juga feed berisi berita yang menarik sesuai interest kita. Kita juga bisa pin artifact favorit kita.
Navigasinya simple. Di halaman utama ada chat box nya, di sebelah kiri menu-menu nya, sedangkan kalo kita tap profile Muse nya, dengan mudah kita langsung bisa melihat timeline aktivitas agen nya, approval history nya, aktivitas terjadwalnya, serta bisa mengubah profil identitas, karakter AI agent, serta memory yang tersimpan.
Dan sebagai AI agent platform, tentu kita bisa menjadikan AI agent ini sebagai apapun sesuai kreativitas dan kebutuhan kita. Tinggal minta saja mau bikin apa dan butuh apa dari Agent nya, nanti bisa direalisasikan. Jadi jauh lebih fleksibel dan fungsional dibanding sekedar chatbot biasa.
Proaktif & Otomasi
Sama seperti AI agent platform lainnya, Muse AI juga didesain untuk proaktif, dalam artian tidak menunggu perintah atau pertanyaan kita. Kita bisa memberikan goal atau tugas yang harus dia selesaikan, baik itu tugas sekali jalan atau otomasi yang berjalan otomatis secara berkelanjutan. Muse akan berjalan secara background dan menyelesaikan tugas2 yang kita berikan, seperti memantau berita di tema kesukaan kita, dan mengirimkan rangkuman beritanya setiap pagi. Memonitor home server dan memperbaiki jika terjadi error, memonitor email dan menginfokan kalo ada jadwal penting, menjadi asisten personal untuk memanage jadwal aktivitas kita, dsb.
Ini berbeda dengan AI Chatbot biasa yang sifatnya lebih ke reaktif, yang saat kita tanya dia baru menjawab. Meskipun AI agent pun bisa kita jadikan sebagai chatbot untuk tanya jawab, tapi secara platform, fungsi dan kemampuannya lebih dari itu.
Lebih Mengenal Kita

AI agent seperti Hermes Agent memang didesain untuk semakin mengenal kita seiring kita berinteraksi dengan AI agent nya. Muse AI juga sama. Setiap kita chat dan berinteraksi, diam-diam Muse mengkoleksi karakter dan berbagai detail tentang kita, apa yang kita suka dan apa yang tidak, lalu menyimpannya di memory yang membuat semakin lama ya jawaban AI agent nya lebih personal sesuai dengan yang karakter dan selera kita.
Ini juga berlaku sebaliknya. Seiring lamanya berinteraksi, kita minta ini dan minta itu, suka interaksi yang begini dan begitu, akan disimpan semua di Soul Muse AI, yang menjadikan karakter AI agent nya juga makin sesuai sama preferensi kita. Kita bahkan bisa mengubahnya sendiri kalo kita mau. Dan kita juga bisa mengganti nama Muse, mengganti profile picture nya dsb.
Ini terus berjalan secara natural yang akhirnya membuat seolah2 AI agent kita ini lebih mengenal kita dan bisa mengerti apa yang sebenarnya kita mau.
Konek ke WhatsApp

Untuk orang Indonesia yang banyak pake WhatsApp, Muse sangat berpotensi jadi idola karena dia terhubung langsung ke WhatsApp. Karena buatan Meta sendiri, tentu koneksinya aman. Tidak ada resiko suspend atau banned menggunakan Muse AI ini dari dalam WhatsApp. Ini sedikit berbeda dengan OpenClaw atau Hermes Agent yang konek ke WhatsApp pake jalur non official, yang akhir-akhir ini mulai muncul beberapa laporan pengguna yang kena suspend WhatsApp nya dengan alasan keamanan.
Di WhatsApp sendiri experience Muse bisa dibilang sangat minimal. Muse hanya menjadi seperti kontak WA biasa. Tidak ada menu2 khusus seperti di web app. Tapi tetap, kita bisa tinggal minta aja, misalnya pengen tahu sisa limit penggunaan ya tinggal minta. Pengen akses ke artifact kita ya tinggal minta, dsb.
Lalu selain konek ke WhatsApp, Muse AI juga aman saat diintegrasikan ke berbagai sosial media populer di Indonesia seperti Facebook, Instagram, dan Thread — karena ya sama2 layanan buatan Meta yang terhubung ke Muse secara official.
Bisa dibilang Muse ini menghilangkan dua penghalang besar yang selama ini menghalangi orang punya AI agent sendiri, yaitu setup dan harga. Dari yang sebelumnya perlu punya skill untuk setup AI agent platform sendiri, menjadi tinggal daftar aja. Dari yang sebelumnya perlu menyiapkan banyak hal mulai dari VPS sampai AI inference, sekarang semua langsung disediakan — dimulai dengan gratis pula.
Inilah yang membuat Muse AI jadi populer dan banyak orang langsung berbondong2 pake — meskipun secara fitur sebenarnya tidak ada yang baru dibanding AI agent lain yang sudah lama ada seperti OpenClaw atau Hermes Agent.
Coba Sendiri Muse AI
Itulah beberapa hal yang membuat Muse AI begitu viral dan populer akhir-akhir ini. Tetapi untuk bisa benar-benar menilai, teman2 perlu mencoba dan merasakannya sendiri.
Tinggal daftar Muse AI menggunakan VPN US, redeem kode KEA2CG untuk dapet extra 1B token nya, dan silakan dieksplorasi.
Tapi dari pengalaman saya saat daftar kemarin, kalo kita tidak hubungkan dengan akun Instagram atau Facebook (atau tidak memiliki kedua akun tersebut di smartphone kita saat melakukan pendaftaran), kita bakal diminta untuk memasukkan data payment seperti Visa dan Mastercard dari debit online, cc, dsb demi verifikasi usia. Ini juga harus teman2 perhatikan, terlebih kalo pake VPN gratisan, harus ekstra hati-hati karena data payment temen2 bakal dikirimkan lewat VPN ini.
Jadi jangan sembarangan pake VPN gratis yang gak jelas kalo mau daftar Muse AI ini. Pastikan VPN yang dipake yang aman tanpa log data. Dan seperti yang gue bilang, officialnya masih untuk US dan Canada, jadi buat temen2 yang daftar dari Indonesia pake jalur VPN, resiko ditanggung masing2 ya. Kalo pengen aman tunggu aja sampai bener2 dirilis resmi di Indonesia.
Bagi yang sudah daftar dan sudah pake Muse AI, boleh di share pengalamannya, gimana rasanya menggunakan AI agent siap pakai dari Meta ini.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Komentar