via Endgadget

Beberapa bulan yang lalu, Intel mengumumkan keberadaan Project Athena. Ini merupakan sebuah produk fisik berupa Ultrabook, yang mana merupakan laptop premium yang efisien. Namun seperti apa gambaran lengkapnya? Di acara Computex yang baru saja berlangsung, Intel menjelaskan ini secara tuntas.

Secara umum, Project Athena bertujuan menghadirkan produk laptop dengan battery life yang luar biasa awet dengan sasaran para pengguna mobile, pekerja lepas yang biasa bekerja di mana saja, misalnya warung kopi, perpustakaan, taman, atau tempat-tempat umum lainnya. Bukan saja awet, laptop ini nantinya akan mampu memberikan simulasi akurat berapa lama baterai laptop akan bertahan. Setiap upaya yang dilakukan pengguna untuk memperpanjang daya tahan baterai, seperti membatasi penggunaan internet, konsumsi media, atau meredupkan layar, akan langsung dikalkulasikan sehingga menghasilkan perhitungan sisa waktu yang sangat akurat.

Menurut Josh Newman, Vice President Client Computing dari Intel, Project Athena akan memberikan masa pakai baterai paling tidak 9 jam untuk pemakaian berat di dunia nyata. Sistem ini juga akan dilengkapi dengan fast charging yang akan menjadikan pengguna mobile tidak akan lagi kesulitan untuk menambah daya baterainya di mana pun. Newman juga menambahkan bahwa solusi untuk mencapai hal ini bukanlah dengan memperbesar kapasitas baterai, karena ini nanti akan merusak pengalaman pengguna yang menginginkan laptop tipis premium. Intel akan mencapai ini dengan efisiensi daya yang optimal dan melakukan tuning yang tepat terhadap keseluruhan komponen laptop. Penyesuaian ini juga akan dibantu oleh sistem A.I, misalnya, dengan kamera yang didukung A.I, perangkat akan dapat mengenali apakah pengguna berada di depan layar monitor atau tidak, dan mengambil keputusan untuk meredupkan layar atau bahkan membawa laptop ke posisi sleep.

Intel juga sudah mengambil langkah lebih jauh dengan bekerja bersama para pembuat komponen komputer untuk menghadirkan perangkat Project Athena generasi pertama. Jika perangkat prototype tersedia, Intel nantinya juga akan membuka diri terhadap manufaktur PC, sehingga lebih banyak manufaktur yang dapat memanfaatkan teknologi Intel ini.

Kedengarannya keren ya. Namun kita perlu menunggu produk nyata dari Intel terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, Qualcomm sudah selangkah lebih maju dengan merilis produk laptop yang tahan menyala seharian, dan nampaknya Intel terpacu untuk menyaingi itu!

 

Sumber: Engadget

  Ada yang Aneh di Xiaomi Mi A3  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.