Home Editorial Perspektif Positif tentang Keputusan Microsoft Soal WM10

Perspektif Positif tentang Keputusan Microsoft Soal WM10

Sight_2015_10_03_093944_881_e 1

Alkisah seorang Bikkhu ingin memahami makna kesabaran sejati. Pergilah ia mengunjungi Mahaguru yang berdiam di puncak Himalaya. Setelah menempuh perjalanan ratusan kilo di bawah suhu yang menusuk tulang, Mahaguru menemuinya sambil menggeleng sedih. “Muridku, jika ingin memahami makna kesabaran sejati, maka engkau harus menemui Sakyamuni”.

Sedih karena tak dapat belajar tentang kesabaran sejati, Bikkhu tersebut turun gunung. Sakyamuni yang tersentuh oleh tekad Bikkhu tersebut kemudian menemuinya dalam mimpi tatkala sang Bikkhu tertidur di tengah perjalanan.

Bikkhu berlinang air mata dapat bertemu dengan Sakyamuni lalu menanyakan kegundahan hatinya, “Wahai Sakyamuni, bagaimanakah caranya saya dapat meraih kesabaran sejati?”

Sakyamuni menjawab: “Wahai muridku, jadilah pengguna Windows Phone.”

Cobaan tanpa henti memang seolah tak pernah berlalu bagi para pengguna Windows Phone. Lama bergelut tanpa support aplikasi populer yang memadai, sempat melewati periode tanpa flagship, lalu menanti berbulan-bulan yang hampir tanpa kepastian akan rilis resmi Windows Mobile 10 – Masih juga rilis resmi OS tersebut keluar bersama kabar yang mengejutkan.

wp_ss_20160320_0001Ya. Microsoft memutuskan bahwa tidak ada gelombang kedua. Dalam artian bahwa deretan Lumia lama seperti 520, 620, 625, 720, 820, bahkan yang legendaris seperti 920, 925 dan 1020 juga tidak akan mendapatkan rilis Windows Mobile 10 resmi.

Apa alasan itu semua? Di luar dugaan ternyata Microsoft benar-benar ‘memanfaatkan’ fitur feedback yang diberikan kepada pengguna Insider. Jadi berdasarkan statistik, pengguna perangkat 520, 620, 625, 720, 820, 920, 925, dan 1020 yang menjalankan WM10 dengan memanfaatkan skema insider, menunjukkan ketidakpuasan yang luar biasa. Banyak sekali keluhan terhadap WM10 di perangkat tersebut. Pada akhirnya, gelombang ketidakpuasan tersebut – malah dijadikan Microsoft alasan untuk tidak mengirimkan versi final WM10 ke perangkat-perangkat tersebut.

Lalu bagaimana solusinya? Microsoft menawarkan solusi kepada para pengguna tersebut, yang mana mereka dapat memanfaatkan skema Insider untuk terus dapat menggunakan Windows Mobile 10 pada perangkat yang mereka sayangi.

wp_ss_20160320_0002Memang tentu saja skema ini tidak optimal, karena tanpa mengirimkan versi resmi, berarti Microsoft tidak perlu melakukan penyesuaian firmware yang penting untuk beberapa hardware khas seperti audio dan kamera. Padahal penyesuaian hardware adalah hal yang penting jika menginginkan sebuah device berjalan dengan optimal sesuai dengan OS yang digunakan.

Selain itu, banyak pengguna yang marah karena ini berarti melanggar janji Microsoft sendiri yang saat itu disampaikan oleh Joe Belfiore, bahwa mereka akan mengusahakan Windows Mobile 10 bekerja di semua perangkat, termasuk 520 yang memiliki RAM 512MB.

Saat itu Belfiore bahkan mengisyaratkan pemangkasan fitur untuk memungkinkan WM10 berjalan di semua perangkat dengan RAM lebih kecil. Sayangnya Microsoft seolah menghianati harapan para penggunanya dengan langsung menjatuhkan palu keputusan bahwa Windows Mobile 10 resmi tidak akan melangkah ke banyak perangkat lama!

 

Perspektif yang Lebih Positif tentang Keputusan Microsoft

Kamu ingin marah? Marahlah! Konon menahan emosi itu tidak baik. Jangan sampai emosimu meledak di tempat yang salah sehingga merugikan.

Image 28Tapi jika kamu ingin selangkah lebih maju – kata sebuah novel picisan yang pernah saya baca – yang perlu kamu lakukan adalah: memaafkan, menerima, dan memanfaatkan situasi.

Image 29Untuk bisa menerima keadaan, mungkin kamu perlu melihat dari perspektif lain dan memahami mengapa Microsoft mengambil keputusan yang menyakitkan bagi para pengguna Windows Phone tersebut. Sebelumnya Joe Belfiore menyatakan bahwa “we ARE working on Win10 for 512MB..” – Microsoft memang mengerjakan OS tersebut. Dan ketika mereka melakukan pengujian (melalui program Insider kepada pengguna), banyak pengguna mengeluhkan performanya. Mereka sudah menepati janji untuk mengerjakannya, dan mereka gagal memuaskan pengguna dengan versi yang mereka buat (terbukti dari banyaknya feedback yang masuk).

Seperti kata Daniel Rubino, Microsoft sudah merencanakan. Windows Mobile 10 untuk semua perangkat adalah rencana mereka. Kemudian ketika itu selesai, hasilnya tidak memuaskan. Dari sudut pandang Microsoft, berarti produk mereka tidak layak untuk pengguna perangkat lama. Mengapa mereka harus memaksakan untuk perangkat yang memang tidak support guna OS mereka?

Merasa tertipu karena sudah menjadi insider namun batal mendapatkan OS secara penuh?

Tarik nafas dalam-dalam, lalu kenanglah.. Ketika pertama kali membeli perangkat tersebut, kira-kira tahun 2013 yang lalu (rata-rata perangkat berkode *20 dirilis tahun 2012). Waktu yang sudah cukup lama, perangkat kamu sudah melalui waktu yang panjang. Mungkin sudah saatnya dia beristirahat jika kamu ingin memanfaatkan OS terbaru yang lebih fungsional untuk kebutuhan sekarang, atau mungkin tetap bersama perangkat lamamu dengan OS yang optimal menunjangnya.

Tapi tapi tapi… Saya beli perangkat berkode *20 gara-gara Microsoft menjanjikan bahwa perangkat itu akan dapat Windows Mobile 10 setahun laluu..

Kamu tetap mendapatkannya bukan? Meskipun sebagai Insider, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Rugi uang? Percayalah, kamu masih kalah nyesek dengan mereka yang merupakan angkatan pertama membeli perangkat tersebut. Contoh sederhana, ketika pertama rilis, Lumia 625 harganya sekitar 2,5jt. Jika kamu beli sekitar tahun 2014 (apalagi 2015), saya yakin harganya sudah sejuta ke bawah. Beli Lumia 925 sekitar tahun 2014? Saya yakin kamu mendapatkannya dengan harga kisaran 2-3 juta. Bayangkan mereka yang pertama kali membeli perangkat tersebut ketika pertama kali rilis dengan harga 6,5 juta!

Terlebih lagi, investasi tersebut sebenarnya cukup terbayar. Kamu menikmati perangkat tersebut dengan OS yang optimal mendukungnya, meskipun tidak mendapatkan Windows Mobile 10 yang rilis bersama perangkat-perangkat baru yang lebih mendukung.

Setelah memahami keputusan Microsoft tersebut, kamu mungkin dapat memaafkan mereka, lalu berikutnya cobalah memanfaatkan situasi ini. Buat daftar apa saja yang dapat kamu lakukan dengan perangkat tersebut, misalnya:

  1. Kamu mungkin bisa memberikannya sebagai hadiah kepada adik atau keponakan, yang tidak memerlukan fitur yang wah, cukup sebagai perangkat komunikasi mumpuni saja. IMO, Lumia low end berkode *20 memiliki konektivitas yang lebih baik daripada low end generasi setelahnya. Orang yang kamu beri kado akan bahagia, hatimu juga akan tertular kebahagiaan tersebut.
  2. Lumia seri 620 ke atas didukung oleh Dolby Sound. Dengan earset yang memadai seperti Sennheiser, Coloud, atau Monster, jadilah dia semacam pemutar MP3 player yang bisa menghiburmu di mana saja, tentu saja cukup dengan versi optimal OS yang mendukungnya.
  3. Lumia 920, 925, dan 1020 memiliki kamera yang masuk jajaran terbaik hingga saat ini. Kamu masih bisa memanfaatkannya sebagai kamera digital yang tentu saja hasilnya akan mengundang decak kagum bagi teman-teman atau anggota keluarga kamu.

Sementara itu, setelah memanfaatkan Lumia lama yang kamu miliki, kamu bisa move on ke perangkat yang lebih baru jika masih berhasrat pada Windows Mobile 10. Namun saya tidak menyalahkan kamu jika ingin mencoba perangkat ber-OS lain. Itu wajar karena setiap orang pasti ingin didukung kebutuhannya oleh perangkat yang dimiliki.

 

Kesimpulan

Marahlah, lalu lepaskanlah. Pahamilah bahwa keputusan ini memang berat, tapi masih masuk akal, apalagi dari perspektif sebuah entitas bisnis. Jika kamu memang menyukai Microsoft karena teknologinya mendukung kamu, maka gunakan perangkat yang memang mendukung mereka untuk memberikan teknologi tersebut. Semua langkah yang kamu lalui bersama perangkat lama milikmu, tentu saja akan membentuk kamu lebih baik di masa mendatang. Baik atau buruk, peristiwa ini merupakan pengalaman yang pasti bertahun kemudian akan menjadi kenangan yang seru untuk diceritakan!

IMG_6117 (2)

Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta