Untuk kamu yang pernah menggunakan RemoveWindowsAI untuk menghapus berbagai fitur AI di Windows 11, ada kabar yang perlu diperhatikan guys, karena menurut sebuah laporan bug di repository GitHub RemoveWindowsAI, ternyata versi lama dari tool tersebut dapat menyebabkan File Explorer mengalami masalah setelah Windows 11 mendapatkan update terbaru.
Baca Juga : Remove Windows Ai, Script Open Source Untuk Hapus Semua Fitur AI di Windows 11

Masalahnya Ada di Script Lama
Menurut laporan tersebut, instalasi RemoveWindowsAI versi lama dapat meninggalkan scheduled task dan script cleanup yang masih menggunakan aturan lama.
Dan masalah mulai terlihat pada Windows 11 25H2 x64 ketika melakukan update dari build 26200.9457 ke 26200.9550, dimana script lama tersebut tetap berjalan setelah update, meskipun beberapa aturan yang digunakan sudah tidak lagi sesuai dengan perubahan Windows 11 terbaru.
Akibatnya, pengguna bisa mengalami tampilan File Explorer yang kembali menyerupai Windows 10-style, beberapa komponen AI hilang, hingga proses cleanup lama berjalan secara otomatis.
Ada Workaround untuk Memperbaikinya
Nah kabar baiknya, menurut laporan pengguna yang menemukan masalah tersebut, langkah perbaikan bisa dilakukan dengan menonaktifkan scheduled task RemoveAI-UpdateCleanupChecker.
Kemudian, Registry berikut diubah:
HKLM\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\FeatureManagement\Overrides\8\1561856655
Dimana nilai EnabledState diubah menjadi 1, kemudian Windows di-restart. Setelah itu, scheduled task cleanup lama tersebut tetap dibiarkan dalam kondisi disabled sebelum melanjutkan update Windows.
Namun perlu dicatat, langkah ini berasal dari laporan pengguna di GitHub dan bukan workaround resmi dari Microsoft.
Debloat Windows Memang Ada Risikonya
Nah kasus ini sebenarnya menunjukkan salah satu risiko menggunakan tool atau script pihak ketiga untuk memodifikasi Windows, karena kita tahu bahwa Microsoft terus mengubah komponen internal Windows 11 dan menghadirkan fitur baru melalui update.
Akibatnya, script cleanup yang masih menggunakan aturan lama bisa saja bekerja dengan benar pada satu build, tetapi justru merusak komponen Windows pada build berikutnya. Jadi jika memang ingin menggunakan RemoveWindowsAI atau tool debloat lainnya, sebaiknya jangan diterapkan pada PC utama yang memang dipakai untuk harian dan masalah kerjaan.
Terutama untuk script yang melakukan perubahan Registry, scheduled task, atau menghapus package Windows secara otomatis, karena bisa saja script atau mod ini justru merusak komponen dari sistem itu sendiri.
Tapi bagaimana menurutmu? apakah penggunaan script seperti ini sering menyebabkan masalah? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Komentar