Microsoft Surface Pro 3 adalah perangkat bersejarah bagi Microsoft. Mereka harus bersikap persisten dan menunggu hingga seri ketiga ini untuk mendapatkan pengakuan publik dan (tentu saja) penjualan yang lumayan! Microsoft Surface Pro 3 adalah pembuktian visi perangkat 2-in-1 Microsoft yang kemudian laris di mana-mana. Seperti biasa saya secara tidak sengaja mendapatkan perangkat unik ini di bursa second komunitas saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk membelinya untuk sekedar mencoba merasakan perangkat yang disebut-sebut mengubah peruntungan Microsoft ini. Spoiler: Saya tidak menduga bahwa saya akan begitu mencintainya!

Saat mendapatkan Microsoft Surface Pro 3 ini, saya beruntung karena meskipun tidak mendapatkan box lengkap dari Microsoft, tapi saya mendapatkan paket keyboard type cover yang memang merupakan pelengkap Surface Pro 3 serta Surface Pen. Microsoft sejatinya menjual kedua aksesori tersebut secara terpisah, padahal keduanya merupakan bagian integral dari pengalaman menggunakan perangkat Surface. Mungkin sedikit ‘kekurangan’-nya, nampaknya perangkat yang saya miliki masuk dari Prancis, sebab yang saya dapatkan adalah type cover keyboard dengan format AZERTY, bukan QWERTY seperti umumnya keyboard. Namun karena saya adalah maniak keyboard akut, perbedaan format ini tidak dirasakan sama sekali oleh jari-jari saya. Konon saya berhasil mendapatkan perangkat ini karena pembeli-pembeli sebelumnya selalu mundur saat melihat keyboard tipe AZERTY ini. Harga pun akhirnya bisa dibilang ‘sedikit jatuh’, sehingga saya mendapatkannya dengan harga enam juta rupiah. Lalu bagaimana pengalaman saya menggunakan Surface Pro 3? Saya akan mengulasnya sedetail mungkin untuk pertimbangan teman-teman sekalian yang ingin memiliki perangkat ini.

 

Spesifikasi

Spek keseluruhan dari Microsoft Surface Pro 3 ini adalah:

CPU 1.9-GHz Intel Core i5-4300U
RAM 4GB
Batas Upgrade RAM 8GB
Ukuran Drive Penyimpanan 128GB
Tipe Drive Penyimpanan SSD
Ukuran Layar 12
Resolusi Layar 2160 x 1440
Chip Grafik Intel HD Graphics
Memori Grafik Shared
Wi-Fi 802.11a/b/g/n/ac
Bluetooth Ada
OS Windows 8.1
Resolusi Kamera Belakang 5MP
Resolusi Kamera Depan 5MP
Port Headphone
Port Mini DisplayPort
Port USB 1
Card Reader microSD
Jaminan / Dukungan 1-tahun (sudah habis)
Dimensi 11,5 x 7,93 x 0,36 inci
Bobot 0,8 kg
Website Perusahaan www.microsoft.com

 

Desain dan Build Quality

Meskipun mungil, Surface Pro 3 memiliki kesan premium berkat bahannya yang dari magnesium-alloy. Ini juga menjadikan perangkat tersebut sangat ringan, hingga dengan tambahan type cover keyboard sekalipun, beratnya tidak sampai 1 kg. Untuk sebuah ‘laptop’, tentu saja perangkat tersebut sangat ringan.

Bagian engselnya dapat dibuka hingga 150°, memungkinkan saya menyesuaikan arah hadap layar sesuai selera. Jika saya menutup perangkat dan menentengnya, perangkat ini akan lebih terlihat seperti sebuah buku alih-alih laptop atau tablet!

 

Display

Microsoft Surface Pro 3 memiliki bentang layar yang mirip dengan seri Thinkpad, yaitu 12 inci, namun karena bezelnya yang lebih tipis, menjadikan perangkat tersebut lebih kecil dari laptop konvensional berukuran 12 inci. Resolusi layarnya adalah 2160 x 1440 – Kombinasi yang ganjil memang, karena dimensi perangkat ini adalah 3:2.

Menurut pengukuran yang dilakukan website laptop, kecerahan layarnya adalah 298 nit yang secara umum tetap terang meskipun berada di bawah sinar matahari langsung. Surface Pro 3 menghasilkan 97% volume gamut sRGB yang menghasilkan komposisi warna menawan!

 

Keyboard dan Touchpad

Seperti yang saya singgung sedikit di atas, type cover keyboard merupakan bagian integral dari pengalaman menggunakan Surface Pro 3. Jika membeli perangkat ini, jangan sampai kamu ‘melupakan’ type cover. Jika di toko-toko online Indonesia, rata-rata type cover keyboard saja dibandrol antara 1,7 juta hingga 2,5 juta rupiah, maka harga tersebut memang layak menurut saya.

Seperti yang teman-teman ketahui, saya adalah Enthusiast keyboard, yang hobi mengoleksi aneka macam keyboard. Pengalaman mengetik di type cover keyboard terasa unik dalam artian yang menyenangkan bagi saya! Key travel pada keyboard ini terasa dalam, aneh jika melihat betapa tipisnya keyboard tersebut. Tentu saja ini menyenangkan untuk orang yang biasa menggunakan keyboard mekanik seperti saya. Meskipun terasa berbeda, namun terasa menyenangkan di jari saya.

Jika keyboad di Surface Pro 3 (type cover) terasa asyik, tidak demikian dengan touchpad. Karena mungilnya ukuran keyboard, tentu saja touchpadnya juga kecil. Untungnya touchpad ini sangat presisi meskipun saya bisa bilang banyak touchpad yang lebih bagus dengan kisaran harga sama. Untunglah touchpad ini bukan satu-satunya metode untuk menavigasi layar. Kita dapat menyentuh layar Surface Pro 3 secara langsung untuk berinteraksi dengan konten. Windows 8.1 yang terinstal di perangkat ini memberikan pengalaman yang cukup optimal terkait dengan layar sentuh! Seminggu memakainya, saya mulai terbiasa memanfaatkan touch gesture pada layar Microsoft Surface Pro 3.

 

Port dan Audio

Bisa dimaklumi karena ukurannya, Microsoft Surface Pro 3 memiliki pilihan port yang terbatas. Di sebelah kiri hanya terdapat headset jack, sementara di sisi kanan terdapat mini display port serta charging port. Ini tentu saja menyulitkan jika kamu ingin memasangkan layar tambahan ke perangkat Microsoft Surface Pro 3 ini. Surface Pro 3 juga memiliki slot kartu microSD yang agak tersembunyi letaknya, yaitu di bawah engsel.

Speaker perangkat ini terletak pada bagian atas dan bawah layar bagian depan Surface Pro 3. Suara yang dihasilkan cukup lantang dan jernih. Saya tidak kecewa atas kualitas audionya!

 

Fungsi dan Daya Tahan Baterai

Unit yang saya miliki secara default menggunakan Windows 8.1. Saya sempat berusaha untuk melakukan upgrade ke Windows 10, namun sayangnya ternyata perangkat ini memiliki kelemahan dalam hal upgrade. Entah kenapa, waktu upgrade-nya sangat lama sehingga banyak pengguna yang sampai putus asa menunggu. Bahkan banyak pengguna yang harus menunggu lebih dari 24 jam sebelum berhasil ‘menaikkan’ perangkat ke Windows 10. Ketika mencoba melakukan hal tersebut dan mendapati setelah tiga jam, perangkat belum juga beranjak dari tampilan penyiapan instal, maka akhirnya saya membatalkan niat saya. Apalagi Windows 8.1 sebenarnya sudah cukup powerful untuk aktivitas harian saya. Mungkin nanti jika ada waktu lagi, saya akan berusaha melakukan upgrade dengan sabar hingga berhasil.

Salah satu keunggulan yang saya rasakan, daya tangkap sinyal (Wi-Fi) untuk perangkat ini sangat andal! Biasanya saya menemukan kekuatan demikian di lini Macbook milik Apple. Rupanya Microsoft benar-benar serius untuk menjadikan perangkat ini sebagai penantang bagi lini Macbook Air. Portabilitas, fungsi, dan kemampuan tangkapan sinyal internet yang luar biasa menjadi modal yang hebat untuk bersaing!

Bicara soal fungsi, perangkat ini memudahkan untuk digunakan sebagai laptop di atas meja, atau dilepas untuk digunakan sebagai tablet. Namun memang Surface Pro 3 memiliki kelemahan saat digunakan sebagai ‘laptop’ dalam arti harfiah, yaitu perangkat yang digunakan di atas pangkuan. Kamu harus mencari posisi yang benar-benar pas, jika tidak maka kickstand akan terus bergoyang saat kamu mengoperasikan perangkat di atas pangkuan, dan tentu saja tidak nyaman untuk mengetik.

Digunakan sebagai tablet, terus terang perangkat ini tidak se-powerful Android atau iOS yang memiliki banyak aplikasi untuk mendukung penggunaannya sebagai tablet. Hanya saja transisi dari perangkat laptop menjadi tablet sangat mulus sehingga cukup menyenangkan untuk dicoba. Apalagi jika kamu memerlukan perangkat yang dapat diajak melakukan tugas browsing sederhana atau sekedar mengonsumsi konten multimedia di perjalanan.

Akan tetapi tentu saja meletakkan perangkat ini di meja untuk dimanfaatkan sebagai laptop adalah penggunaan terbaik Surface Pro 3. Ketajaman layarnya menjadikan kamu tidak akan terganggu oleh dimensi perangkat yang kecil. Saya mengerjakan semua tugas harian saya di Surface Pro 3 dengan sangat lancar!

Untuk urusan daya tahan baterai, banyak website yang mendapatkan angka 7 jam. Sementara saat saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman saya baterai tidak sehemat itu. Meski demikian, dengan penggunaan optimal, saya masih bisa mendapatkan waktu sekitar 4-5 jam. Ini menjadikan perangkat ini sebagai teman perjalanan yang menyenangkan. Kamu bisa memasukkannya dalam sebuah tas kecil, lalu melupakan bahwa kamu membawa benda tersebut ke mana-mana.

Saat kehabisan baterai, kamu bisa mengisi ulang dayanya menggunakan power supply bertenaga 36-watt. Terus terang saat pemakaian berat, maka daya baterai seakan tidak bertambah karena daya yang masuk kalah oleh pemakaian. Ini mungkin salah satu kelemahan perangkat ini. Satu hal yang saya puji dari kabel charger-nya, adalah karena menggunakan sistem magnet seperti halnya laptop produk Apple sebelum 2016. Sistem ala magsafe ini lebih aman karena jika ada orang tersandung kabel charger, maka kabel akan langsung terlepas alih-alih ‘menyeret’ laptop untuk jatuh.

 

Kesimpulan? Perangkat Mobile Andal – Tapi Syarat dan Ketentuan berlaku

Dimensi kecil dan kekuatan komputasi perangkat ini menjadikannya andal untuk dibawa ke mana saja. Saya hanya memerlukan sebuah tas cangklong kecil untuk membawa seluruh set Microsoft Surface Pro 3 dan bahkan saya hampir lupa membawa ‘laptop’ saking ringannya perangkat ini. Saya bisa mengerjakan tugas saya di mana saja dengan lancar tanpa hambatan, apalagi mengingat kemampuan konektivitasnya yang luar biasa dibandingkan dengan tipe laptop lainnya.

Tapi tentu saja untuk teman-teman yang ingin memiliki perangkat ini, perlu mempertimbangkan banyak hal. Yang paling krusial tentu saja adalah fakta bahwa perangkat ini tidak resmi masuk di Indonesia. Ini berarti jika kamu mengalami kerusakan apa saja, maka kecil kemungkinan ada tukang servis di Indonesia yang mampu memperbaikinya. Mencari suku cadang Surface juga bakal menjadi perjuangan yang berat. Kalaupun teman-teman membeli resmi dari dealer Microsoft luar negeri, perlu diingat bahwa karena Surface sudah sampai seri kelima, maka sudah pasti perangkat Surface Pro 3 saat ini telah habis garansinya!

Jika membulatkan tekad untuk menerima hal tersebut, teman-teman yang mendapatkan Surface Pro 3 dengan OS Windows 8.1, kemungkinan besar akan kesulitan melakukan upgrade karena permasalahan yang saya ungkap di atas: entah kenapa upgrade di perangkat ini memakan waktu yang sangat lama! Meskipun masih powerful, untuk teman-teman yang terbiasa dengan ekosistem Windows 10, ini akan menyulitkan.

Jika dapat ‘memaafkan’ kekurangan-kekurangan tersebut, maka kamu akan mendapatkan sebuah perangkat mobile yang andal dan keren. Sangat portabel dan fungsional untuk berbagai kebutuhan kamu! Singkatnya: Jika menerima ‘syarat dan ketentuan berlaku’, maka Surface Pro 3 akan menjadi sebuah perangkat yang menyenangkan untuk kamu gunakan!

  Ubuntu 18.10, Kurang Apa Lagi..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.