Setelah saya mencoba Microsoft Editor, sebuah aplikasi yang berfungsi untuk melakukan pengecekan Grammar dan Spelling, selama beberapa waktu ke belakang, ada banyak hal yang saya suka dari aplikasi ini, selain tersedia sebagai Extensions di Browser baik di Microsoft Edge dan Google Chrome, fitur yang dihadirkannya pun sangat saya suka dan saya rasa sangat membantu pekerjaan saya sebagai blogger.

Nah mengenai Microsoft Editor, ada baiknya kita sedikit review mengenai layanan Microsoft ini, mulai dari apa saja yang saya suka, dan apa saja yang kurang saya suka, dan semoga review ini dapat bermanfaat untuk para pembaca semua.

Yang Saya Suka

Hampir setiap hari saya menulis di WinPoin, tentu saya akui kadang saya typo dan beberapa kata yang saya ketik tidak sesuai dengan EYD, nah dengan Microsoft Editor, setidaknya untuk grammar dan spelling sendiri, aplikasi ini akan secara otomatis mengecek apakah ada typo yang kita tulis, dan apakah kata tersebut sudah sesuai dengan seharusnya.

Di pengaturan Microsoft Editor yang saya gunakan sendiri (di Google Chrome) ada dua bahasa yang saya jadikan patokan utama, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, tentu karena keduanya sangat diperlukan untuk melihat apakah ejaan yang saya ketik sudah sesuai atau belum.

Nah dengan pengaturan yang saya set seperti itu, ketika saya menulis artikel misalnya, Microsoft akan mengecek apakah kata yang saya ketik sudah benar atau tidak, misalkan saja seperti pada contoh berikut.

Jika ada kesalahan, Microsoft Editor akan menandai kata yang salah dan ketika kita klik akan ada opsi kata yang mungkin akan pengguna ketik.

Bagaimana keren bukan, nah menariknya kamu juga bisa mengatur apakah ada situs yang ingin dikecualikan (agar Microsoft Editor tidak aktif) ataupun tidak.

Hal Yang Kurang Saya Suka

Untuk hal yang saya kurang suka sendiri sih tidak banyak dan cenderung mungkin hanya satu saja yang kurang saya suka dari Microsoft Editor, yaitu penggunaan RAM yang cukup besar.

Dalam kasus saya, saat ini Microsoft Editor cenderung sering memakan RAM sekitar 50Mban, dan jika kamu adalah pengguna RAM dengan kapasitas yang terbatas, tentu ini akan memberatkan kinerja perangkat bukan?…

Dibandingkan dengan spelling checker yang sudah include dalam browser, tentu Microsoft Editor lebih memakan banyak resource, dan itu adalah hal yang kurang saya suka.

Namun, jika kamu memiliki RAM dengan kapasitas besar, misalkan 4 GB atau lebih dengan ditambah SSD, harusnya hal ini bukanlah sebuah masalah besar.

Yang kedua, fitur Refinement di Microsoft Editor belum bekerja, hal ini karena bahasa Indonesia belum mendukung fitur ini, berdasarkan halaman Microsoft berikut.

Kesimpulan

Untuk saya sendiri yang hampir tiap hari menggunakan aplikasi ini, Microsoft Editor sangat bermanfaat untuk saya gunakan, jika kamu adalah blogger, atau sering menulis di browser, kamu wajib sekali Meng install ekstensi ini di browser yang kamu gunakan. Dengan catatan bahwa kamu tidak terlalu memikirkan pengguna RAM yang cukup besar seperti yang saya jelaskan di atas.

Nah bagaimana menurutmu mengenai Microsoft Editor ini? berikan pendapat dan opinimu di kolom komentar di bawah guys. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

  ⚡️ 3 JUTAAN! 7 Alasan Kenapa Beli OPPO A76 (Review)  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.