Home Editorial Tembok Besar Halangi Jalan Dunia Desain Smartphone?

Tembok Besar Halangi Jalan Dunia Desain Smartphone?

simplicity

Saya sangat setuju sekali dengan quote dari Jony Ive ini. Desain minimalis dan clean memang indah sekali di mata. Jangan salah, membuat desain yang simpel justru lebih rumit daripada membuat desain dengan variasi dan ornamen. Indah, desain ini indah sekali. Namun, kembali lagi pertanyaan timbul di benak saya, jika semua mengikuti bahasa desain ‘simplicity‘ maka apa yang istimewa dari desain ini? Semuanya jadi sama, membosankan dong. :(

Coret

 

Saya menyadarinya pagi tadi ketika saya iseng coret-coret di sketchbook, timbul pemikiran di benak saya “Kok mirip hp *sebut saja mawar* ya?” Terus saya rubah lagi, kemudian kembali pemikiran yang sama “Lah yang ini malah mirip si melati?” Baru saya sadar, bahkan amatiran seperti saya bisa mendesain smartphone dengan desain simple. Sebelum saya masuk ke inti, mari kita mulai dari yang baru-baru ini lagi hype, iPhone 7. Karena Apple seolah-olah menjadi kiblat dari desain teknologi.

iPhone 7

iPhone 7, smartphone baru dari Apple yang paling sangar dan gahar. iPhone 7 hadir dengan 2 warna baru yang super keren, Jet Black dan Black. Warna jet black merupakan logam yang dipoles glossy sehingga menampilkan refleksi yang bokeh. Sedangkan yang black, oh my God! this is pretty! Kalau saya harus memilih, saya memilih iPhone dengan balutan hitam matte ini. Dan satu lagi, Apple membuat lagi-lagi membuat gebrakan dengan menghilangkan headphone jack.

Hmm… saya menyeringai ketika menonton live Apple Event ini:

“Sebentar, jika cuma satu port dipakai headset sama charger, bukannya jadi cepet rusak? Jika alasan mereka karena courage/keberanian, jika tujuan mereka adalah future wireless, kenapa chargernya tidak diganti jadi wireless charger saja atau setidaknya pakai USB Type C? Terus kalau buat desain jet black ini disarankan pakai pelindung, kenapa kalian bikin desain ini duhai Apple?? Kan jadi gak kelihatan indahnya!”

Duh saya ngelus dada, terlebih lagi ketika mereka mengenalkan AirPods, earphone bluetooth mereka. Jujur saya ini ceroboh, bisa saya bayangkan bakal hilang deh kalau yang memakai saya. Dapur pacu dari iPhone 7 memang ampuh, tapi dari segi desain, saya melihat mereka jadi terlalu terobsesi dengan konsep simplicity ini. Melupakan prinsip bahwa Smartphone merupakan perangkat untuk mempermudah manusia melakukan sesuatu.

Galaxy S7

Lalu bagaimana dengan Samsung? Galaxy S7 Edge dan Note 7 desainnya cantik sekali bukan? Lihat desain bagian belakangnya yang dilapisi kaca. Ya, memang indah. Ini merupakan jenis desain yang saya suka. Namun, bagi saya tidak terlalu wow, karena rasa wow dari desain ini sudah meledak di jaman iPhone 4 dulu :). Lalu bagaimana dengan Zenfone 3 (contoh saja dari kebanyakan smartphone android) dengan layar yang membulat di sisi-sisinya? Gorilla Glass 2.5D? duh dek, ingat Fabula Design ala Nokia? [Baca: Mengenal Fabula Design yang Fabulous di Lumia]

Mengenal Fabula Design yang Fabulous di Lumia
Lumia 800

Well well well, harus diakui, konsep simplicity dan candybar kini menjadi tembok besar dunia smartphone. Dulu tembok yang dipuja dunia desain, kini menjadi penghalang dari kreatifitas desainer.Smartphone

Kok jadi mirip cerita Attack on Titan gini ya? SPOILER ALLERT!! Tembok yang dipuja melindungi umat manusia, ternyata hanya sebagai alat konspirasi, karena diluar tembok sana, kemungkinan banyak manusian ternyata hidup damai. Baru Blackberry Priv dan beberapa varian LG dan Samsung yang berani satu lapisan tembok ini, tembok candybar.

Blackberry Priv hadir dengan desain slide, sedangkan LG dan Samsung hadir dengan desain clamshell alias buka tutup. Ya, si clamshell ini mendukung OS Android penuh, jadi kamu memiliki kebebasan menginstall aplikasi, namun sayang teramat sayang, smartphone cantik bin unik ini hanya dijual di Korea Selatan dan Jepang. Variasi desain futuristik Project Ara dari Google dan Modular Design dari LG G5 bisa dibilang juga gagal.

nokia-lumia

Bagaimana dengan Windows Phone? Dari segi desain terakhir yang memberikan perubahan besar yaitu dari jajaran Lumia yang colorful. Lihat warna warni yang memberi kesan funky ini anak muda banget kan? Mengaburkan garis bahwa Windows Phone merupakan OS yang sejatinya lebih powerful untuk keperluan kerja. Bahkan Apple saat itu menirunya dengan iPhone 5c. Ah, masa-masa itu, masa kejayaan Windows Phone :) Rasanya sedih mengingat saat ini mereka terseok-seok mengejar ketertinggalan. Apalagi, sayang sekali harus diakui desain Lumia 950 dan 950 XL kemarin tidak memberikan kesan smartphone top class dari Microsoft.

Lantas bagaimana solusinya?

Well dalam sebuah masalah harus ada solusinya bukan? Lucu kalau komplain ini itu tapi tidak memberikan solusi. Tak masalah bagaimanapun solusinya karena namanya pendapat tidak absolut 100% benar. :)

Jawabannya ada di ujung langit… *malah nyanyi* Kalau menurut saya, jalannya adalah berani menembus 2 tembok tadi, Simplicity dan Candybar (COURAGEE!!). Ya! berarti kembali mengambil jalan seperti masa sebelumnya, masa handphone dengan penuh variasi. Kenapa demikian? karena melihat batasan teknologi kita juga. Contoh melihat 1-2 tahun kedepan, teknologi hologram dan semacamnya rasanya masih belum bisa terwujud. Kalaupun ada, hanya untuk kalangan tertentu saja. Belum menjamur ke masyarakat. Jadi rasanya malah sia-sia membuat desain super futuristik tapi teknologinya terbatas.

Dumbphone

Namun, variasi desain ini bukan berarti asal bentuk dan konyol ya, banyak loh yang begitu, khususnya yang dari negeri tirai bambu, terus alasannya bilang tampil beda atau lain dari yang lain. Duh jujur kurang suka dengan pendapat itu.

differentsonyerricsonse_w660

Namun desain yang saya maksud adalah desain yang indah dengan memberikan corak dan gabungan bahan menarik dibaliknya. Diterapkan dengan tepat sasaran seperti handphone di masa-masa tahun 2002-2009. Inilah yang dimaksud Steve Jobs “Think different” bukan asal tampil beda. :v

Apakah kembali menggunakan cara seperti di masa lalu salah?

Tidak! Asal implementasinya tepat sasaran. Mengkombinasikan variasi desain di masa lalu, dengan powerhouse di masa sekarang. Apakah 100% selalu berhasil? Tentu tidak. Lihat, tidak sedikit produk Nokia yang gagal, namun sebaliknya, tidak sedikit pula desainnya yang everlasting, indah hingga sekarang. Lalu di benak saya timbul percakapan seandainya saya CEO-nya dan ditanya oleh pekerja saya :

Desainer : “Duh Pak, kan susah kalau gitu.”

Saya : “My dear friend, kalau mau enak, hasilnya juga gitu-gitu aja, namanya membuat perubahan, harus kerja extra.”

Desainer : “Terus bagaimana caranya pak?”

Saya : “Saya sudah memberi garis besarnya, buat sebebasmu, Yang ahli di bidang ini bukan saya, tapi kamu. Temukan sendiri caranya! Kamu mau merubah dunia desain bukan?”

*ala-ala Steve Jobs ketika mendapat pertanyaan serupa :v* 

motorolla

Yah, saya memang enggak terlalu cocok kerja sama banyak orang hehe. Tapi mungkin seperti itulah pendapat saya. Mungkin bisa mengadaptasi desain di masa lalu. Karena ingat, ciptaan manusia tidak ada yang tahan selama-lamanya. Semua yang ada terus berputar dari A-B-C-D-… hingga kembali ke A lagi. Namun, tentu ada selalu ada kesempatan untuk membuat sesuatu yang benar-benar baru, membuat AA atau AB. Satu hal lagi yang perlu diingat, teknologi terus berkembang. Desain dari smartphone harus berbanding lurus dengan teknologi. Jangan hanya berkembang salah satunya saja.

Nokia L'Amour Collection

Huffff…. Hehe panjang sekali ya. Namun memang beginilah. Nah bagaimana kalau menurutmu mengenai desain smartphone untuk saat ini dan masa depan? Kalau menurutmu desain simple dan sederhana smartphone ini masih sangat menarik, it’s okay! Saya membuat artikel ini bukan berarti saya membenci desain simplicity kok, saya juga suka :) Namun jika kamu sama kepikirannya dengan saya tentang desain yang terus sama, jangan lupa bagikan pendapat dan solusimu juga yak! ;)

  Review Lengkap Windows 10 Fall Creators Update  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.

Author dan Illustrator yang mencintai teknologi.