Kemarin, Twitter meluncurkan Privacy Center untuk memberikan lebih banyak transparansi terkait Data Protections-nya.

Kayvon Beykpour, Product Lead dan Co-Founder Periscope, bersama dengan Damien Kieran seorang Petugas Data Protections Twitter, menulis dalam sebuah artikel blog bahwa layanan baru mereka akan menjadi pusat utama bagi inisiatif terkait Twitter, pengumuman, produk privasi baru, dan komunikasi untuk insiden keamanan. Selain itu, diharapkan memudahkan pengguna untuk mempelajari data apa yang dikumpulkan Twitter, bagaimana data itu digunakan, dan apa yang dikontrol pengguna.

Seperti yang sudah sudah, Twitter telah berbagi update baru untuk kebijakan privasinya melalui Privacy Center dan perubahan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020 tahun depan. Dan seperti dilansir pada Reuters melaporkan bahwa kebijakan baru tersebut sesuai dengan Undang-Undang Privasi Konsumen California, yang mengharuskan perusahaan besar untuk menyediakan lebih banyak kepada konsumen transparansi dan kontrol atas informasi pribadi mereka. Perubahan itu termasuk transfer akun pengguna di luar Amerika Serikat dan Uni Eropa dari Twitter International Company, yang berbasis di Dublin, Irlandia, ke Twitter Inc yang berbasis di San Francisco. Tujuannya adalah untuk memberikan kefleksibelan dalam hal menguji fitur dan pengaturan baru, beberapa di antaranya mungkin melanggar Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Eropa.

Beykpour dan Kieran juga mengakui bahwa privasi Twitter dan praktik perlindungan data tidak sempurna, tetapi mereka berjanji bahwa perusahaan akan berevolusi untuk mengamankan data pengguna dan menjaga akuntabilitas perusahaan.

Via : Neowin, Twitter

  HP Gaming Terbaik 2019..!!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.