
Para peneliti di perusahaan cybersecurity UpGuard Rabu kemarin telah menemukan adanya dua set data yang berisi data pribadi ratusan juta pengguna Facebook. Dua set data ini dapat diakses secara terbuka!
Dalam sebuah postingan blog, UpGuard menghubungkan salah satu database yang bocor ke media berbasis Meksiko, Cultura Colectiva. Set data tersebut berisi 146 GB data yang berjumlah lebih dari 540 juta catatan pengguna Facebook, termasuk komentar, suka, tanggapan, nama akun, ID pengguna Facebook, dan banyak lagi.
Upguard juga menambahkan: Karena Facebook menghadapi praktik pengawasan terhadap penggunaan datanya, mereka harus melakukan upaya mengurangi akses pihak ketiga. Tapi paparan ini menunjukkan bahwa data yang keluar tidak dapat dimasukkan lagi. Data tentang pengguna Facebook telah tersebar lebih jauh dari kendali Facebook saat ini.
Gizmodo, Blog teknologi yang berupaya menghubungi Facebook terkait masalah ini, mendapatkan pernyataan dari Facebook sebagai berikut:
Kebijakan Facebook melarang menyimpan informasi Facebook di database publik. Setelah mendapatkan kabar mengenai kasus ini, kami langsung bekerja sama dengan Amazon untuk menghapus data itu. Kami berkomitmen untuk bekerja dengan developer di platform kami untuk melindungi data orang-orang.
Karena sudah ada respon dari Facebook dan pernyataan mengenai penghapusan data, sepertinya kita bisa agak tenang. Namun tetap saja untuk berjaga-jaga, kamu perlu mengganti password milikmu untuk menghindarkan akses tanpa izin dari pihak yang bisa merugikan kamu.
Sumber: Gizmodo
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
