via odishasuntimes

Para peneliti di perusahaan cybersecurity UpGuard Rabu kemarin telah menemukan adanya dua set data yang berisi data pribadi ratusan juta pengguna Facebook. Dua set data ini dapat diakses secara terbuka!

Dalam sebuah postingan blog, UpGuard menghubungkan salah satu database yang bocor ke media berbasis Meksiko, Cultura Colectiva. Set data tersebut berisi 146 GB data yang berjumlah lebih dari 540 juta catatan pengguna Facebook, termasuk komentar, suka, tanggapan, nama akun, ID pengguna Facebook, dan banyak lagi.

Kebocoran kedua dalam set data yang ditemukan tersebut, terhubung dengan aplikasi yang terintegrasi dengan Facebook bernama “At the pool” dan sudah mengekspos sekitar 22.000 password. Sebenarnya password ini digunakan untuk aplikasi “At the pool” tersebut, akan tetapi ternyata banyak di antara kata sandi tersebut mirip dengan password akun Facebook. Database tersebut juga berisi data-data teman pengguna, suka, grup dan lokasi check-in di Facebook.
Kedua set data ini disimpan dalam sebuah bucket Amazon S3 dan dapat diakses oleh siapa saja, tanpa perlindungan password. Bucket tersebut saat ini sudah diamankan oleh Amazon.
UpGuard mengungkap “Set data ini berbeda-beda dalam hal update terakhir, poin data yang ada, dan jumlah individu unik dalam masing-masing set data. Yang menyatukannya adalah, kedua set data ini berisi data tentang pengguna Facebook, menjelaskan minat, hubungan, dan interaksi, yang tersedia bagi developer pihak ketiga.”

Upguard juga menambahkan: “Karena Facebook menghadapi praktik pengawasan terhadap penggunaan datanya, mereka harus melakukan upaya mengurangi akses pihak ketiga. Tapi paparan ini menunjukkan bahwa data yang keluar tidak dapat dimasukkan lagi. Data tentang pengguna Facebook telah tersebar lebih jauh dari kendali Facebook saat ini.”

Gizmodo, Blog teknologi yang berupaya menghubungi Facebook terkait masalah ini, mendapatkan pernyataan dari Facebook sebagai berikut:

“Kebijakan Facebook melarang menyimpan informasi Facebook di database publik. Setelah mendapatkan kabar mengenai kasus ini, kami langsung bekerja sama dengan Amazon untuk menghapus data itu. Kami berkomitmen untuk bekerja dengan developer di platform kami untuk melindungi data orang-orang.”

Karena sudah ada respon dari Facebook dan pernyataan mengenai penghapusan data, sepertinya kita bisa agak tenang. Namun tetap saja untuk berjaga-jaga, kamu perlu mengganti password milikmu untuk menghindarkan akses tanpa izin dari pihak yang bisa merugikan kamu.

 

Sumber: Gizmodo

  11+ Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Realme 3 Pro 

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.