Akhir dari Google+: Kini Pecah Menjadi Photos, Streams, dan Hangouts

Akhir dari Google+: Kini Pecah Menjadi Photos, Streams, dan Hangouts

Dirilis tahun 2011 lalu dengan harapan bisa mengalahkan popularitas Facebook, Google+ memang seolah mati suri. Jangankan untuk mengalahkan Facebook, aktivitas penggunanya saja belum bisa menyamainya.

Berbagai upaya juga sudah dilakukan oleh Google untuk “memaksa” pengguna menggunakan Google+. Misalnya saja pengguna Youtube yang harus terhubung dengan Google+ untuk bisa menulis komentar, pemilik blog dan situs harus menyertakan Google+ untuk memperoleh berbagai keuntungan, dsb. Namun semua upaya tersebut nampaknya belum mampu untuk mendongkrak popularitas Google+.

Setelah berbagai upayanya gagal, nampaknya Google mulai menyerah dan memilih untuk melakukan strategi lain daripada ngotot untuk terus meramaikan Google+. Mereka memecah Google+ menjadi beberapa bagian sesuai dengan fitur dan layanannya yang populer, yaitu Photos, Streams, dan Hangouts.

Untuk Google Photos dan Streams sudah resmi bakal dipegang oleh Bradley Horowitz, sedangkan untuk Google Hangouts belum ada kejelasan bakal dipimpin oleh siapa.

TONTON JUGA:

Hingga saat ini Google+ sendiri masih tetap ada dan belum jelas apakah brand tersebut bakal terus ada atau bakal dimatikan. Tetapi yang pasti Google sudah tidak ingin lagi fokus membesarkan Google+ sebagai satu layanan, melainkan lebih memilih untuk memecahnya menjadi beberapa jenis layanan yaitu Photos, Streams, dan Hangouts.

via bradley horowitz


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Febian

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.

Post navigation