RAM Makin Mahal, Meta Manfaatkan DDR4 Bekas Untuk Server AI

Seperti yang sudah kita tahu, belakangan ini harga komponen komputer khususnya RAM dan Storage terus mengalami kenaikan, salah satu penyebabnya tentu adalah meningkatnya permintaan hardware untuk membangun data center AI dalam skala besar, sehingga pasokan memory menjadi semakin terbatas.

Nah ditengah kondisi tersebut, Meta ternyata memiliki cara yang cukup menarik untuk menghemat biaya sekaligus mengurangi limbah hardware, yaitu alih alih membeli RAM baru untuk seluruh server generasi terbaru, mereka justru memanfaatkan kembali modul RAM DDR4 dari server lama yang sudah dipensiunkan.

Memanfaatkan RAM yang Masih Layak Pakai

Menurut Meta, server di data center biasanya diganti setiap tiga hingga lima tahun sekali. Namun berbeda dengan servernya, modul RAM yang digunakan ternyata masih memiliki umur pakai hingga tujuh sampai sepuluh tahun.

TONTON JUGA:

Artinya, ketika sebuah server dinonaktifkan, RAM yang ada didalamnya sebenarnya masih dalam kondisi sangat layak digunakan, dan daripada membuang atau mendaur ulang seluruh modul tersebut, Meta memanfaatkannya kembali.

Nah untuk mewujudkan hal tersebut, Meta mengembangkan sebuah chip khusus bernama Vistara.

Baca Juga : Microsoft Perkuat Keamanan Edge for Business, Kini Dibekali AI yang Bisa “Melihat” Layar Pengguna

Chip ini, berfungsi sebagai jembatan yang memungkinkan modul RAM DDR4 lama tetap dapat digunakan pada server generasi terbaru yang sudah menggunakan platform DDR5.

Teknologi ini memanfaatkan interface CXL / Compute Express LInk) melalui PCIe Gen 5 sehingga sistem tetap dapat mengakses memory DDR4 sebagai kapasitas tambahan.

Dengan kata lain, server tetap menggunakan DDR5 sebagai memory utma, sementara DDR4 hasil daur ulang akan dimanfaatkan ketika kapasitas memory utama mulai penuh.

Dibangun Khusus Karena Solusi yang Ada Tidak Mendukung

Selain itu, Meta juga mengungkapkan bahwa solusi CXL yang tersedia dipasaran ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut, karena sebagian besar controller CXL yang ada sudah menyatu dengan modul memorinya sendiri sehingga tidak memungkinkan penggunaan RAM bekas dari server lama.

Baca Juga : Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun

Oleh karena itulah, Meta akhirnya mengembangkan Vistara sebagai ASIC (Application Specific Integration Circuit) yang memisahkan controller dari modul memorynya.

Dengan pendekatan ini, berbagai modul DDR4 yang masih layak pakai dapat dipasang kembali tanpa harus membeli memori baru.

Bisa dibilang dengan pendekatan menggunakan Chip Vistara, Meta jelas bisa menghemat banyak biaya, karena alih alih membeli memory baru, mereka bisa menggunakan memory DDR4 lama. Untuk sisi konsumen, mungkin ini tidak akan berimbas besar karena Vistara dikembangkan secara in-house untuk kebutuhan data center Meta sendiri, sehingga harusnya harga RAM DDR4 tidak akan semakin menggila.

Tapi bagaimana menurutmu? komen dibawah guys

Via : The Register, Toms Hardware


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation