Seiring semakin banyaknya fitur AI yang hadir di Microsoft Teams, penggunaan bot dalam rapat online juga kini sudah menjadi hal yang semakin umum, mulai dari bot pencatat notulen, asisten AI, hingga berbagai layanan pihak ketiga yang kini dapat bergabung ke dalam meeting untuk membantu meningkatkan produktivitas.
Namun, dibalik kemudahan tersebut, ternyata muncul tantangan baru dari sisi keamanan, yaitu menurut Microsoft, selama ini masih terdapat berbagai kasus dimana bot dapat masuk ke dalam rapat akibat konfigurasi yang kurang tepat.
Hal ini tentu berpotensi menimbulkan risiko privasi maupun kebocoran informasi penting di dalam meeting, dan karena alasan itulah, Microsoft kini menghadirkan sistem baru yang jauh lebih pintar dalam mendeteksi sekaligus mengelola akses bot di Microsoft Teams.

Kini Bot Tidak Bisa Langsung Masuk Meeting
Jadi kawan kawan, melalui kebijakan baru bernama Manage external bots and their access to meetings, administrator kini dapat menentukan bagaimana bot external dapat bergabung kedalam rapat.

Kurang lebih, sekarang secara default, setiap bot yang terdeteksi akan ditempatkan terlebih dahulu di Lobby, sehingga tidak dapat langsung masuk ke dalam meeting.
Nantinya, bot baru bisa bergabung kedalam rapat setelah mendapatkan persetujuan dari penyelenggara ataupun co-organizer rapat yang kurang lebih, sifatnya nanti akan sama seperti user biasa.
Baca Juga : Microsoft Diam Diam Perpanjang Dukungan Windows 10 Hingga 2027, Pengguna ESU Dapat Bonus 1 Tahun!
Nah Microsoft juga menyarankan agar hanya organizer dan co-organizer yang memiliki izin untuk menerima peserta ke dalam meeting, sehingga peserta lain tidak dapat secara tidak sengaja mengizinkan bot yang tidak dikenal masuk ke rapat.
Deteksi Bot Kini Menggunakan AI
Menariknya, Microsoft kini tidak lagi mengandalkan CAPTCHA seperti sebelumnya, dan sebagai gantinya, Teams akan memanfaatkan berbagai infrastructure signals untuk membedakan apakah sebuah peserta merupakan manusia atau bot.
Selain itu, Microsoft juga tengah menyiapkan sistem registrasi bagi vendor aplikasi pihak ketiga (ISV), sehingga bot yang telah terdaftar dapat dikenali sebagai trusted bot, sementara bot lain yang mencurigakan akan diberi label sebagai suspected threat, dengan begitu, organizer dapat lebih mudah menentukan bot mana yang aman untuk diizinkan masuk ke dalam rapat.
CAPTCHA Mulai Ditinggalkan
Nah yang menarik tentu dengan hadirnya sistem deteksi baru ini, Microsoft juga mengonfirmasi bahwa mekanisme CAPTCHA yang sebelumnya digunakan akan mulai dipensiunkan.
Ke depannya Microsoft juga berencana menambahkan berbagai kemampuan baru seperti allow-list, kebijakan tingkat organisasi, laporan administrator, audit log, hingga kontrol akses yang lebih rinci.
Nah secara umum ini adalah hal yang bagus guna meningkatkan keamanan dan privasi rapat, karena bot tidak akan secara otomatis masuk ke rapat dan sistem bisa mendeteksi otomatis apakah yang join itu merupakan bot atau manusia dengan bahkan tanpa CAPTCHA.
Tapi bagaimana menurutmu mengenai hal ini guys? komen dibawah, untuk fiturnya, berdasarkan informasi dari halaman Roadmap M365, fitur ini sudah dirilis dan sudah bisa digunakan perusahaan.
Via : Cybersecurity News
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
