Banyak Yang Salah Paham!, Google Akan Hapus Dukungan Chrome Apps

Disaat badan sedang tidak fit ini, ada saja berita yang menarik untuk kita bahas, dan yang bikin menarik adalah karena banyak sekali yang salah paham akan kabar baru ini.

Jadi kawan kawan, belakangan ini kamu mungkin pernah melihat berita yang yang menyebut Google akan menghapus Chrome, jangan langsung panik ya, karena Google memang sedang menghentikan dukungan terhadap sesuatu yang bernama Chrome Apps, tetapi ini sama sekali bukan berarti browser Google Chrome akan dihentikan.

Nah banyak yang mengira Chrome Apps yang dihapus itu adalah Google Chrome, padahal bukan dan browser tersebut akan tetap ada.

Lalu apa yang akan ditinggalkan?

Yang akan ditinggalkan Google adalah Chrome Apps, yang mana merupakan aplikasi yang dibuat menggunakan teknologi khusus milik Chrome dan dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih mirip aplikasi native.

TONTON JUGA:

Untuk mengaksesnya dari browser Chrome kamu bisa masuk ke chrome://apps, nah contohnya seperti pada gambar diatas, dimana setiap aplikasi yang ditambahkan dan dibuka disana, akan lebih teringtegrasi.

Google sendiri menjelaskan bahwa Chrome Apps menggunakan HTML, CSS, JavaScript, serta berbagai Chrome App API untuk menjalankan aplikasi secara lebih terintegrasi dengan sistem.

Jadi ketika Google mengatakan akan menghapus dukungan Chrome Apps, yang dimaksud adalah platform aplikasinya, bukan browser Chrome, dan oleh karena itu perlu ditegaskan bahwa Chrome Apps dan Browser Google Chrome ini adalah dua hal yang berbeda.

Tapi kenapa akan dihapus?

Nah sebenarnya langkah ini bukan keputusan yang muncul tiba tiba, karena bisa dibilang bahwa Chrome Apps sudah termasuk teknologi lama dan Google selama bertahun-tahun mendorong developer untuk beralih ke teknologi web modern.

Dan mungkin saya yakin bahkan tidak semua orang sadar akan adanya fitur ini, kecuali orang yang sudah lama menggunakan Google Chrome.

Selain itu, Google bahkan sudah menyediakan panduan migrasi dari Chrome Apps menuju dua alternatif utama, yaitu Web Apps dan Chrome Extensions. Untuk sebagian besar kasus, Google merekomendasikan Web Apps sebagai jalur migrasi utama.

Lalu dampaknya bagi PWA?

Nah, jika kamu menggunakan PWA (Progressive Web App), kabar ini justru bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Hal tersebut karena PWA bukanlah Chrome Apps.

PWA merupakan aplikasi berbasis teknologi web yang memanfaatkan kemampuan browser modern agar sebuah website bisa terasa lebih mirip aplikasi native. Pengguna bahkan bisa memasangnya ke perangkat, menjalankannya dari Start Menu atau desktop, dan pada beberapa kasus tetap menggunakannya dengan kemampuan tertentu meskipun browser tidak sedang dibuka di depan layar.

Jadi, daripada mempertahankan Chrome Apps yang menggunakan API khusus milik Chrome, Google mendorong developer untuk menggunakan teknologi web yang lebih standar dan bisa berjalan di berbagai platform.

Yang bisa dibilang sih, mungkin PWA justru menjadi pengganti Chrome Apps, karena PWA memiliki keunggulan yang tidak dimiliki Chrome Apps, yaitu satu aplikasi web bisa dibuat agar berjalan di Windows, macOS, Linux, ChromeOS, bahkan perangkat mobile tanpa developer harus membuat aplikasi khusus untuk setiap platform.

Selain itu, teknologi PWA juga tidak terlalu bergantung pada API eksklusif milik Google Chrome. Artinya, developer tidak perlu khawatir aplikasinya tiba-tiba bergantung pada sebuah platform yang suatu hari nanti akan dihentikan.

Bagaimana dengan Aplikasi Chrome yang Sudah Terpasang?

Nah ini yang juga perlu diperhatikan, karena jika kamu masih menggunakan aplikasi yang dibangun dari Chrome Apps, penghentian dukungan ini pada akhirnya akan membuat aplikasi tersebut tidak bisa lagi bekerja sebagaimana mestinya.

Namun jika kamu hanya menggunakan Chrome untuk browsing, memasang extension, menjalankan PWA, atau membuka berbagai website, perubahan ini tidak akan membuat browser Chrome tiba-tiba menghilang.

Nah jadi, sekali lagi guys, kalau kamu melihat berita “Google Menghapus Chrome”, jangan langsung berpikir bahwa Google akan menghentikan browser Chrome, karena yang dihentikan adalah Chrome Apps, sementara Chrome tetap ada, Chrome Extensions tetap ada dan Chrome Web Store juga tetap ada.

Yang sedang dilakukan Google hanyalah memensiunkan teknologi lama yang sudah tidak lagi relevan.

Jika kamu penasaran, berikut adalah timeline penghapusan Chrome Apps ini dan bisa dibilang sih ini sudah lama diumumkan, namun karena sudah hampir mencapai batas akhir, kabar ini kembali mencuat ke publik dan justru banyak disalah artikan.

WaktuChromeOSStatus Chrome Apps
Juli 2025ChromeOS 138Rilis terakhir yang mendukung Chrome Apps yang diinstal pengguna
Juli 2026ChromeOS 150Rilis terakhir yang mendukung Chrome Apps dalam Kiosk Mode
Januari 2027ChromeOS 160Chrome Apps yang diinstal admin pada user session dinonaktifkan secara default, tetapi admin masih bisa mengaktifkannya lewat policy
Januari 2028ChromeOS 184Dukungan Chrome Apps berakhir untuk semua pengguna pada channel reguler
Oktober 2028ChromeOS LTSBatas terakhir bagi perangkat LTS yang masih dapat menggunakan Chrome Apps

Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu mengenai hal ini.

Via : Google


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation