via Apple Insider

Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan Apple dan perusahaan teknologi lainnya bahwa mereka perlu waspada dan berhati-hati saat menangani masalah penting terkait pemerintah, contoh kasus di sini adalah pertempuran kasus San Bernardino antara Apple dan FBI yang mana FBI menginginkan agar Apple membukakan sebuah iPhone milik teroris yang terkunci, namun ditolak Apple dengan alasan Apple tidak ingin menghianati konsumennya dengan melakukan pelanggaran privasi (pada akhirnya FBI membuka sendiri iPhone tersebut dengan bantuan hacker pemerintah).

Dalam sebuah wawancara dengan Axios menjelang rilis laporan tahunan Bill & Melinda Gates Foundation, Bill Gates menekankan bahwa kebijakan dan aktivitas perusahaan teknologi besar yang bertentangan dengan area pekerjaan pemerintah. “Perusahaan teknologi perlu berhati-hati agar tidak mengesankan sikap yang tidak mendukung pemerintah, dalam tinjauan yang sudah diakui kelayakannya, melakukan fungsi yang diharapkan pemerintah dapat diminta dukungannya,” saran Gates.

Saat ditanya apakah situasi tersebut pernah terjadi, Gates menjawab lugas, “Tentu saja.”

Menurut Gates, perusahaan teknologi harus “berhati-hati bahwa mereka tidak mencoba berpikir bahwa pandangan mereka lebih penting dari pandangan pemerintah atau dibandingkan pemerintah dalam fungsi area-area penting.” Ketika didesak untuk memberikan contoh, dia menyoroti “semangat untuk menjadikan transaksi finansial tidak terlihat atau tanpa nama, dan pandangan mereka terkait komunikasi kriminal pelaku kejahatan massal seharusnya menyesuaikan dengan pemerintah.”

Axios mendesak agar Bill Gates memberikan contoh lebih spesifik. Pendiri Microsoft ini kemudian menjabarkan kasus debat enkripsi antara perusahaan teknologi dan badan milik pemerintah, termasuk FBI. Saat lembaga keamanan negara ingin mengakses data yang terenkripsi pada smartphone, seperti misalnya melalui backdoor, Apple dan perusahaan teknologi lain membalas dengan klaim bahwa ini akan melemahkan keamanan secara keseluruhan dan bakal meningkatkan peluang kebocoran data oleh hacker atau pelaku jahat lainnya.

Salah satu bagian perdebatan ini adalah pada kasus penembakan di San Bernardino pada tahun 2016, yang mana FBI mengajukan permintaan kepada pengadilan untuk memerintahkan Apple membukakan enkripsi iPhone 5C yang merupakan milik teroris guna mencari bahan bukti. Apple menolak dengan alasan ini akan mencederai prinsip privasi pelanggan yang mereka junjung. FBI hampir saja mengajukan tuntutan hukum terhadap Apple pada saat itu. Namun pengadilan membatalkan tuntutan hukum karena pada akhirnya FBI berhasil membuka iPhone tersebut dengan bantuan dari sebuah perusahaan teknologi asal Israel.

CEO Apple: Saya Bangga Menjadi Gay, Itu Adalah Anugrah Terbesar dari Tuhan!

Sebuah surat terbuka dari CEO Apple, Tim Cook, dipublikasikan di situs Apple pada bulan Februari 2016 yang menjelaskan pembelaan Apple terhadap enkripsi yang antara lain menyebutkan bahwa ini akan “berimplikasi pada peristiwa hukum lainnya”. Cook memperingatkan bahwa jika Apple melakukan bypass terhadap sistem keamanannya, maka mereka tidak akan dapat menjamin sistem ini akan disalahgunakan di masa mendatang, meskipun ini merupakan penyelidikan yang penting bagi pemerintah demi keamanan negara.

Axios mendesak Bill Gates untuk meminta pendapat apakah Apple mungkin tidak mampu melakukan hal tersebut (membukakan enkripsi perangkatnya), Bill menjawab, “Ini bukan masalah kemampuan, ini masalah kemauan.”

Sekedar mengingatkan, pada kasus San Bernardino, Bill Gates mendukung FBI untuk melakukan langkah-langkah yang semestinya guna menjamin keamanan dan keselamatan warga negara AS. Tentu saja dia menentang penolakan Apple tersebut. Bill Gates juga mengingatkan bahwa Microsoft dulu juga pernah memiliki arogansi serupa saat berhadapan dengan entitas pemerintahan, namun pada akhirnya itu mengundang kebencian pemerintah yang nantinya akan menyulitkan langkah perusahaan teknologi ke depannya (Nampaknya Bill merujuk pada persidangan antimonopoli yang pernah dialami Microsoft pada akhir 90-an. Dalam persidangan tersebut, Hakim Federal nampak terang-terangan membenci Microsoft dan menyamakan mereka dengan bandar narkoba. Kamu bisa membaca ini selengkapnya di serial Kisah Silicon Valley #37 – Persidangan Antimonopoli Microsoft). Tentu saja akan lebih bijak jika hal ini tidak terjadi lagi.

 

Sumber: Fudzilla, Apple Insider

  Membasmi Edge dan Bing di Windows 10  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.