Jika kamu adalah seorang yang aktif menggunakan DeepSeek API untuk coding, chatbot, automation, atau bahkan sebagai backend AI di aplikasi sendiri, ada kabar penting yang wajib diperhatikan.
Mulai pertengahan Juli 2026, DeepSeek dikabarkan akan menerapkan skema harga baru berbasis jam sibuk (peak) dan jam sepi (valley). Artinya, biaya penggunaan API nantinya tidak lagi selalu sama sepanjang hari.

Nah yang menarik, pada jam tertentu tarif penggunaan API bahkan bisa mencapai dua kali lipat dibanding harga normal loh, dan tentu untuk yang khawatir token habis atau usage melonjak tinggi, ini jelas adalah kabar yang kurang baik.
Harga Bisa Naik 2x Saat Jam Sibuk
Jika kamu masuk ke halaman platform.deepseek.com, kamu akan melihat pengumuman yang dibagikan DeepSeek, dimana seluruh komponen penagihan API akan mengikuti sistem baru ini.
Artinya, bukan hanya biaya input token saja yang berubah, tetapi seluruh item billing akan mengikuti tarif sesuai waktu penggunaan. Dan jika kamu penasaran, berikut jadwal peak hours yang akan diterapkan:
| Zona Waktu | Sesi 1 | Sesi 2 |
|---|
| UTC | 01:00 – 04:00 | 06:00 – 10:00 |
| WIB (UTC+7) | 08:00 – 11:00 WIB | 13:00 – 17:00 WIB |
| WITA (UTC+8) | 09:00 – 12:00 WITA | 14:00 – 18:00 WITA |
| WIT (UTC+9) | 10:00 – 13:00 WIT | 15:00 – 19:00 WIT |
Dan jika kita perhatikan, menariknya lagi jam sibuk tersebut bertepatan dengan jam kerja normal di sebagian besar wilayah Asia.
Nah misalnya kamu sedang coding menggunakan VS Code yang terhubung langsung ke DeepSeek V4 Flash API, dalam satu hari kamu menghabiskan sekitar 10 juta input token dan 2 juta output token.

Jika kita hitung, dengan skema tarif normal, biaya yang harus dibayar adalah sekitar Input: 10 × US$0.14 = US$1.40, dan Output: 2 × US$0.28 = US$0.56, total jadi sekitar US$1.96
Namun jika seluruh penggunaan tersebut dilakukan pada peak hours, maka tarif menjadi Input: 10 × US$0.28 = US$2.80 dan Output: 2 × US$0.56 = US$1.12 dengan total = US$3.92. Artinya, dengan jumlah token yang sama persis, biaya penggunaan API bisa naik hampir 2 kali lipat, hanya karena dilakukan pada jam sibuk.
Kenapa DeepSeek Melakukan Ini?
Nah walaupun DeepSeek belum menjelaskan secara rinci alasannya, strategi seperti ini sebenarnya sudah cukup umum digunakan pada layanan cloud.
Tujuannya jelas adalah untuk mengurangi lonjakan beban server pada jam tertentu, mendorong pengguna memindahkan workload ke jam yang lebih spi, menjaga performa layanan tetap stabil dan mungkin untuk penggunaan infrastruktur GPU yang biayanya sangat mahal.
Kurang lebih model seperti ini sering disebut sebagai peak-valley pricing, dimana harga mengikuti tingkat permintaan terhadap layanan.
Nah yang pasti, jika kamu menggunakan DeepSeek API untuk proses yang tidak harus berjalan secara real-time, mungkin sekarang saat yang tepat untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang workload dan lebih baik dijalankan di luar jam sibuk agar biaya penggunaan API tetap efisien.
Secara umum sih, bagi sebagian pengguna, kenaikan tarif ini mungkin tidak terlalu terasa, namun bagi developer atau perusahaan yang mengonsumsi jutaan token setiap hari, selisih harga hingga 2 kali lipat pada jam tertentu tentu dapat berdampak cukup besar terhadap biaya operasional.
Terkait hal ini, apakah kamu punya solusi guys? atau ada alternatif yang lebih murah atau bahkan gratis yang bisa dicoba?, jujur saya ingin buat sendiri local AI seperti Kepoin Tekno, tapi sayangnya tidak ada perangkat yang bisa dicoba, dengan mengandalkan GEEKOM A5 sendiri pun, performanya masih kurang maksimal dan hanya bisa menjalankan model Qwen2.5 7B yang secara penalaran jelas kurang maksimal.
Via : DeepSeek
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
