Diam-Diam Chrome dan Edge Bisa Butuh 20GB Storage untuk AI di Windows 11, SSD Kamu Aman?

AI saat ini sudah mulai masuk kemana mana, bahkan hingga ke bagian dalam browser sekalipun, dan jika selama ini kamu mengira browser hanya membutuhkan ruang penyimpanan untuk cache, cookies, extension, dan data browsing, dengan hadirnya AI, mungkin sekarang kamu perlu sedikit lebih memperhatikan apa yang sebenarnya dilakukan browser di belakang layar.

Hal tersebut karena kabarnya, Google Chrome dan Microsoft Edge kini sama-sama mensyaratkan sekitar 20GB ruang kosong pada PC untuk mendownload model AI yang digunakan oleh fitur AI lokal di browser.

Yap, kamu tidak salah baca guys, 20 GB, dan jelas itu bukan kapasitas yang kecil. Tapi sebelum dihujat, perlu ditegaskan bahwa kebutuhan storage sebesar ini bukan berarti model AI tersebut pasti berukuran 20GB, namun browser memang membutuhkan sekitar 20GB ruang kosong sebelum proses pengunduhan model AI dapat dilakukan.

Chrome Mulai Minta 20GB Ruang Kosong

TONTON JUGA:

Nah, jadi sebelumnya Chrome sempat menjadi sorotan setelah diketahui dapat mengunduh model AI berukuran sekitar 4GB ke perangkat pengguna.

Baca Juga : Google Diam Diam Tambahkan Model AI di Chrome Tanpa Persetujuan Pengguna

Model tersebut digunakan untuk menjalankan sejumlah fitur AI secara lokal di perangkat, dimana dengan pendekatan ini, sebagian proses AI tidak perlu selalu dikirim ke server Google karena dapat diproses langsung di komputer pengguna.

Masalahnya, kebutuhan storage tersebut ternyata semakin besar dan bukan hanya sampai 4 GB saja, karena dalam dokumentasi Google Help terbaru, Chrome kini mencantumkan persyaratan sekitar 20GB ruang kosong sebelum model AI tersebut dapat diunduh.

Google sendiri tidak menjelaskan secara rinci mengapa Chrome membutuhkan ruang kosong sebesar itu, namun yang perlu digarisbawahi, angka 20GB tersebut tampaknya merupakan persyaratan ruang kosong minimum untuk memulai proses pengunduhan, bukan berarti model AI Chrome berukuran 20GB.

Apa Saja Syarat AI Lokal Chrome?

Nah menurut dokumentasi Google, Chrome membutuhkan setidaknya koneksi internet yang tidak dibatasi kuota (metered connection), sekitar 20GB ruang kosong di Storage dan performa perangkat yang mencukupi.

Artinya, pengguna dengan SSD berkapasitas besar mungkin tidak akan terlalu mempermasalahkan hal ini. Tetapi situasinya berbeda bagi pengguna laptop dengan SSD 128GB atau 256GB yang ruang kosongnya sudah terbatas.

Edge Juga Sama

Jika kamu berfikir bahwa hanya Chrome yang menerapkan perubahan ini, kamu salah guys, karena ternyata Microsoft Edge juga menetapkan persyaratan storage sekitar 20GB untuk mengunduh model AI lokal.

Microsoft bahkan memberikan persyaratan hardware yang lebih spesifik, dimana untuk menjalankan model AI lokal tersebut, Edge membutuhkan:

  • Windows 10 atau Windows 11, atau macOS 13.3 ke atas.
  • Minimal 20GB ruang kosong pada volume tempat profil Edge berada.
  • GPU dengan minimal 5,5GB VRAM.
  • Koneksi internet dengan kuota tidak terbatas atau koneksi unmetered.

Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, Edge juga tidak akan mengunduh model tersebut ketika perangkat sedang menggunakan koneksi yang dianggap metered.

Dengan kata lain, Microsoft juga mulai menjadikan browser sebagai salah satu tempat untuk menjalankan AI langsung di perangkat pengguna.

Kenapa Browser Sekarang Butuh Banyak Storage?

Nah fenomena ini sebenarnya bukan hal yang terlalu mengejutkan terutama jika jika melihat bagaimana Google dan Microsoft mulai mendorong on-device AI.

Dulu, sebagian besar fitur AI browser bergantung pada server cloud.

Browser mengirimkan data ke server, server memprosesnya, kemudian hasilnya dikirim kembali ke perangkat, sekarang sebagian proses mulai dipindahkan ke perangkat pengguna.

Untuk keuntungannya tentu ada, karena beberapa fitur dapat berjalan lebih cepat, sebagian pemrosesan bisa dilakukan secara lokal, dan tidak semua proses harus selalu bergantung pada server cloud, terutama dalam hal privacy karena semuanya berjalan di lokal saja. namun konsekuensinya juga jelas.

Karena Model AI harus disimpan di perangkat, dan model AI bukanlah file kecil seperti extension atau konfigurasi browser.

Semakin kompleks kemampuan AI yang ingin dijalankan secara lokal, semakin besar pula kebutuhan resource seperti storage, RAM, CPU, dan GPU.

Akhir Era SSD 128?

Di ekonomi yang makin sulit ini, di sinilah pengguna dengan perangkat kelas entry-level perlu mulai memperhatikan hal ini.

Bayangkan sebuah laptop dengan SSD 128GB, setelah dikurangi sistem operasi, aplikasi, update Windows, file pengguna, dan berbagai kebutuhan lainnya, ruang kosong yang tersisa bisa saja sudah sangat terbatas.

Ditambah dengan Chrome atau Edge kemudian membutuhkan sekitar 20GB ruang kosong untuk mendownload model AI, kebutuhan tersebut tentu cukup signifikan, dan akhirnya pengguna mau tidak mau harus mulai meninggalkan SSD dengan Storage 128 GB dan menggantinya dengan minimal 256 GB.

Untungnya Bisa Dimatikan

Nah meskipun kabar ini cukup menakutkan bagi pengguna dengan storage kecil, namun ada sedikit kabar baik. Karena Google kini menyediakan opsi untuk menonaktifkan fitur on-device AI di Chrome.

Caranya pengguna dapat membuka Chrome Settings > System > kemudian menonaktifkan fitur AI lokal yang tersedia.

Sementara itu, Microsoft memiliki mekanisme berbeda pada Edge, dimana Microsoft menyebut bahwa ketika ruang penyimpanan yang tersedia turun hingga di bawah 10GB, model AI tersebut akan dihapus secara otomatis.

Tujuannya agar fitur utama browser tetap memiliki ruang penyimpanan yang cukup untuk bekerja.

Nah menurut saya sih, fenomena ini adalah hal yang wajar di saat AI saat ini memang menjadi bahan gorengan banyak perusahaan, namun bukan tidak mungkin semakin lama nanti, semakin besar pula kebutuhan storage yang diharapkan, disaat harga SSD dan RAM saat ini masih kurang stabil, jelas hal seperti ini rasanya membebani, meskipun masih ada opsi untuk dimatikan, tapi jelas mungkin tidak semua orang tahu dan niat ingin mencari caranya.

Tapi bagaimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

Apakah kamu mengaktifkan on device AI di perangkat kamu guys? komen dibawah.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation