Jika kamu termasuk pengguna Windows 11 yang suka mendapatkan fitur baru lebih cepat, kemungkinan besar kamu pernah mengaktifkan opsi “Get the latest updates as soon as they’re available” di halaman Windows Update.

Sekilas memang terdengar menarik, karena Microsoft menjanjikan pengguna akan menjadi yang pertama mendapatkan fitur, perbaikan bug, dan peningkatan terbaru.
Namun ternyata, ada konsekuensi lain yang mungkin selama ini tidak banyak diketahui loh dan ternyata hal ini bahkan baru dikonfirmasi Microsoft.
Jadi, Microsoft kini mengonfirmasi bahwa pengaturan tersebut juga dapat membuat Windows 11 menginstal update yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh perangkatmu.
Contoh Nyata di Kasus Dell
Nah belum lama ini, Microsoft merilis update darurat KB5121767 untuk mengatasi masalah overheating, shutdown mendadak, hingga penurunan performa yang hanya terjadi pada beberapa laptop Dell setelah update Juli 2026.
Bahkan Microsoft sendiri sudah menegaskan bahwa update tersebut hanya direkomendasikan untuk perangkat Dell yang terdampak. Artinya, jika kamu pengguna Asus, HP, Lenovo dan lainnya, update tersebut bisa dilewatkan dan bahkan tidak perlu diinstall.
Namun masalahnya, ternyata banyak pengguna justru mendapati update tersebut otomatis terunduh meskipun mereka sama sekali tidak menggunakan perangkat Dell. Saya sendiri salah satunya, padahal jelas GEEKOM A5 bukan brand milik Dell.
Penyebabnya apa?, nah inilah yang menarik karena ternyata ini terjadi karena satu pengaturan Windows tersebut, yaitu Get the latest updates as soon as they’re available”.
Bukan Bug
Sebelum dianggap bug, Microsoft sudah memberikan penjelasan bahwa opsi “Get the latest updates as soon as they’re available” diaktifkan, Windows tidak hanya memprioritaskan perangkatmu untuk menerima fitur baru lebih cepat.
Namun itu juga akan otomatis menawarkan berbagai update non-wajib termasuk Update Preview (Opsional), Out-of-Band Update (Update Darurat), Perbaikan bug yang masih dirilis bertahap dan Fitur baru melalui Controlled Feature Rollout (CFR).
Dengan kata lain, kamu menjadi “pengguna prioritas” setiap kali Microsoft merilis sesuatu, bahkan jika update tersebut sebenarnya tidak ditujukan untuk perangkatmu
Jadi Apakah Lebih Baik Untuk Dimatikan?
Jawabannya sih tergantung ya, jika kamu termasuk pengguna yang suka mencoba fitur baru lebih awal, memahami risiko update preview, dan tidak keberatan jika sewaktu-waktu muncul bug, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk mematikannya.
Namun bagi mayoritas pengguna, terutama yang menggunakan PC untuk bekerja setiap hari, perangkat yang jarang mati dan restart, jelas mematikan opsi ini adalah keputusan yang lebih aman, karena meskipun dimatikan, Windows tetap akan menerima seluruh update keamanan penting secara normal.
Nah intinya sih, selama ini banyak pengguna mengira opsi “Get the latest updates as soon as they’re available” hanya berfungsi agar mendapatkan fitur Windows lebih cepat. Padahal kenyataannya, pengaturan tersebut juga membuka pintu bagi berbagai update opsional yang mungkin sebenarnya tidak dibutuhkan oleh perangkatmu sendiri.
Jadi bagaimana menurutmu? apakah kamu sudah tahu hal menarik ini? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
