Firefox VPN vs Mozilla VPN, Apa Bedanya dan Mana yang Sebaiknya Digunakan?

Nah seperti yang sudah kita tahu, sejak Firefox 149, Mozilla mulai menghadirkan fitur Firefox VPN langsung di dalam browser Firefox, dimana fitur ini bahkan kini semakin menarik karena Mozilla baru saja menghapus batas kuota sementara dan menambah jumlah lokasi server yang tersedia secara gratis.

Baca Juga : Firefox VPN Gratis Kini Tanpa Batas Kuota, Dapat Akses 28 Lokasi Server Hingga Agustus 2026

Namun masih banyak pengguna yang bingung karena Mozilla sebenarnya sudah memiliki layanan lain bernama Mozilla VPN sejak beberapa tahun lalu.

Lalu apa bedanya Firefox VPN dan Mozilla VPN? Apakah keduanya sama? Dan mana yang lebih cocok digunakan? penasaran? jika iya berikut penjelasannya guys.

TONTON JUGA:

Firefox VPN dan Mozilla VPN Itu Berbeda

Meskipun sama-sama dibuat oleh Mozilla dan sama-sama berfungsi menyembunyikan alamat IP pengguna, keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.

Singkatnya gini guys, Firefox VPN hanya melindungi aktivitas yang dilakukan di browser Firefox, sementara Mozilla VPN melindungi seluruh koneksi internet di perangkat.

Firefox VPN

Firefox VPN sendiri merupakan fitur yang terintegrasi langsung ke browser Firefox dan tidak memerlukan aplikasi tambahan, dan ketika diaktifkan, trafik browsing Firefox akan dialihkan melalui server Mozilla sehingga alamat IP asli pengguna tersembunyi dari website yang dikunjungi.

Saat ini ada beberapa kelebihan Firefox VPN, mulai dari penggunaan yang sepenuhnya gratis, terintegrasi langsung di Firefox, cocok untuk membuka website yang dibatasi wilayah tertentu dan bisa membuat pengecualian untuk situs tertentu.

Namun selain itu, ada beberapa kekurangan dari Firefox VPN ini, pertama belum tersedia di Indonesia dan hanya melindungi trafik browser Firefox saja sementara aplikasi lain tetap menggunakan koneksi internet normal yang dengan kata lain tidak mengenkripsi seluruh lalu lintas jaringan

Sebagai contoh, jika Firefox VPN aktif lalu kamu membuka YouTube melalui Firefox, maka trafik tersebut akan melewati server Mozilla, namun jika pada saat yang sama kamu membuka Steam, Discord, WhatsApp Desktop atau game online, koneksi aplikasi tersebut tidak akan melewati Firefox VPN.

Mozilla VPN

Berbeda dengan Firefox VPN, Mozilla VPN adalah layanan VPN penuh yang berjalan di level sistem operasi. Secara teknis Mozilla VPN menggunakan protokol WireGuard, salah satu protokol VPN modern yang terkenal cepat dan aman.

Ketika Mozilla VPN aktif, seluruh koneksi internet perangkat akan dialihkan melalui server VPN.

Nah ini tentu level yang lebih tinggi dari Firefox VPN karena Mozilla VPN benar benar melindungi seluruh perangkat, menggunakan protokol WireGuard, cocok untuk digunakan ketika akses Wi-Fi publik dan tentunya mendukung banyak perangkat sekaligus. Tapi perlu diingat bahwa layanan ini berbayar dan memerlukan instalasi aplikasi terpisah.

Sama seperti layanan VPN misalkan ProtonVPN, ketika Mozilla VPN aktif, seluruh aktivitas internet mulai dari browser, game online, Discord, aplikasi kantor, hingga update Windows akan melewati koneksi VPN.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jika kebutuhanmu hanya untuk menyembunyikan IP saat browsing, membuka website tertentu, atau sesekali mengakses konten dari negara lain, maka Firefox VPN sudah lebih dari cukup.

Namun jika kamu ingin seluruh aktivitas internet terlindungi, sering menggunakan Wi-Fi publik, atau membutuhkan perlindungan untuk aplikasi selain browser, maka Mozilla VPN jelas menjadi pilihan yang lebih tepat.

Nah meskipun Firefox VPN dan Mozilla VPN memang berasal dari perusahaan yang sama, namun keduanya ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda, dengan Firefox VPN lebih cocok sebagai solusi ringan dan praktis untuk aktivitas browsing sehari-hari, sementara Mozilla VPN merupakan layanan VPN penuh yang dirancang untuk melindungi seluruh perangkat dan semua koneksi internet yang berjalan di dalamnya.

Nah sudah paham kan bedanya apa?, untuk sekarang, Firefox VPN belum tersedia di Indonesia, tapi jika kamu ingin menggunakan Mozilla VPN, kamu cukup langganan dari halaman berikut dengan harga Rp900 ribu pertahun atau Rp155 ribu per bulan.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation