Google Siapkan Chip AI Baru “Frozen v2”, Gemini Diklaim Bisa Jauh Lebih Efisien!

Persaingan AI kini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki model paling pintar, tetapi juga siapa yang mampu menjalankannya dengan biaya paling murah dan efisien. Nah menariknya, Google tampaknya sedang menyiapkan senjata baru untuk memenangkan persaingan tersebut.

Menurut laporan terbaru, Google kini tengah mengembangkan sebuah chip AI generasi baru dengan nama internal Frozen v2, yang secara khusus dirancang untuk membuat model AI Gemini berjalan jauh lebih efisien dibanding saat ini.

Nah chip ini bukan sekedar lebih cepat loh, karena berdasarkan laporan The Information via Tech Crunch, Frozen v2 bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan performa AI, tetapi juga menekan konsumsi daya secara signifikan.

Bahkan, chip tersebut disebut mampu menghasilkan 6 hingga 10 kali lebih efisien dibanding chip AI Google yang digunakan saat ini, jika diukur dari jumlah token yang mampu diproses untuk setiap satuan daya listrik.

TONTON JUGA:

Baca Juga : Hati-hati Pengguna LG! Windows 11 Ternyata Bisa Diam-diam Menginstal Aplikasi dan Iklan Tanpa Izin

Artinya, dengan energi yang sama, Gemini nantinya bisa menghasilkan respons jauh lebih banyak dibanding sekarang.

Untuk pengguna seperti kita sih, mungkin mungkin perubahan ini tidak terlalu terasa secara langsung. Namun bagi Google, efisiensi seperti ini bisa menghemat biaya operasional hingga miliaran dolar dalam jangka panjang.

Google Tidak Membantah

Nah kabarnya, saat dimintai tanggapan mengenai laporan tersebut, Google memang tidak secara langsung mengonfirmasi keberadaan Frozen v2. Namun mereka juga tidak membantahnya dan sebaliknya mereka hanya mengatakan bahwa tim mereka terus melakukan penelitian dan eksperimen untuk meningkatkan performa sekaligus efisiensi sistem AI.

"Our teams are constantly researching and experimenting with new innovations to deliver maximum performance and efficiency..."

Pernyataan tersebut tentu semakin memperkuat dugaan bahwa Google memang sedang mengembangkan generasi chip AI terbarunya.

Baca Juga : Microsoft Diam Diam Rilis Update Darurat Windows 11

Dari hal ini, ada satu hal lain yang menarik loh, kenapa semua perusahaan AI kini mulai membuat Chip AI mereka sendiri?

Nah jika kita sangkut pautkan sih alasannya mungkin sederhana, selama ini industri AI sangat bergantung pada GPU NVIDIA yang mendominasi pasar dan karena permintaan yang sangat tinggi membuat pasokan terbatas dan harga perangkat keras terus meningkat.

Akibatnya, banyak perusahaan mulai mencari jalan agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada NVIDIA. Nah dalam bidang ini, Google sendiri sebenarnya bukan pemain baru. Mereka sudah memiliki keluarga chip Tensor Processing Unit (TPU) yang digunakan untuk melatih dan menjalankan berbagai layanan AI internal. Dan Frozen v2 tampaknya akan menjadi langkah lanjutan dari strategi tersebut.

Efisiensi Jadi Kunci

Jika dulu perusahaan AI berlomba membuat model yang semakin besar dan semakin pintar, kini fokus mereka mulai berubah.

Investor mulai mempertanyakan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan AI, untuk Google, mereka sendiri sebelumnya mengumumkan rencana belanja infrastruktur AI mencapai US$180 hingga US$190 miliar, sehingga meningkatkan efisiensi menjadi salah satu prioritas utama.

Semakin hemat biaya menjalankan Gemini, semakin besar pula peluang Google memperoleh keuntungan dari investasi AI yang mereka lakukan.

Tapi kapan Frozen V2 ini hadir?, sayangnya chip ini diperkirakan masih cukup lama sebelum benar benar siap digunakan secara luas, bahkan kabarnya chip ini ditargetkan baru meluncur pada tahun 2028 dan itu masih sangat lama.

Meskipun begitu, kabar mengenai pengembangan chip tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar, karena setelah laporan tersebut terbit, saham Alphabet dilaporkan naik sekitar 3%, menunjukkan bahwa investor melihat langkah ini sebagai strategi yang menjanjikan untuk masa depan AI Google.

Tapi bagaimana menurutmu guys? komen dibawah.

Via : Tech Crunch


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation