
Setelah menghadirkan WSL, Dev Drive dan beberapa fitur lain yang memang menarik untuk developer, kali ini Microsoft kembali mencoba membuat Windows 11 menjadi tempat terbaik untuk para developer.
Jadi kawan kawan, Microsoft baru baru ini memperkenalkan Project Zenith, sebuah pengalaman Windows 11 yang dirancang khusus agar pengguna bisa langsung fokus coding tanpa banyak gangguan.
Namun sebelum kita bahas lebih lanjut, ada satu hal menarik nih karena Project Zenith bukan untuk semua perangkat.
Windows 11 yang Siap Langsung Dipakai Coding
Nah mengenai Project Zenith, Microsoft sendiri menggambarkannya sebagai pengalaman Windows yang ready-to-code dan distraction-free. Artinya, sistem sudah disiapkan dengan berbagai tools yang biasa digunakan developer.

Beberapa aplikasi dan tools yang tersedia antara lain:
- Visual Studio Code
- GitHub Copilot
- PowerToys
- PowerShell 7
- Git dan GitHub CLI
- Azure CLI
- Python 3.14+
- Node.js 24+
- WSL 2 dengan Ubuntu
- .NET 10
Jadi, developer tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk melakukan setup dasar setelah membeli perangkat baru.
Bisa Menjalankan AI Lokal 30 Miliar Parameter
Selain itu, ada salah satu daya tarik utama Project Zenith, yaitu kemampuan menjalankan model AI dengan lebih dari 30 miliar parameter secara lokal, artinya developer dapat memanfaatkan AI tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud, token, atau batasan penggunaan.
Dan tentu untuk menjalankan kemampuan ini, dibutuhkan hardware yang sangat bertenaga, bahkan Microsoft menetapkan perangkat Project Zenith harus memiliki lebih dari 64GB unified memory dan bandwidth memori di atas 250GB/s, dan perangkat pertama yang mendukungnya adalah hardware berbasis AMD Ryzen AI Halo.
Windows Dibersihkan dari Gangguan
Microsoft juga melakukan sejumlah penyesuaian agar Windows lebih nyaman digunakan untuk coding, misalnya ekstensi file akan langsung ditampilkan di File Explorer, full path tersedia di title bar, dan sejumlah fitur yang dianggap mengganggu akan dinonaktifkan, selain itu tips di Start Menu, notifikasi, recently used files, hingga sync provider tips juga dimatikan.
Dan bahkan nih guys, WSL pun mendapatkan integrasi yang lebih dalam untuk mendukung workflow developer Linux di Windows.
Secara sederhana, Project Zenith bisa dianggap sebagai Windows 11 yang sudah dioptimalkan untuk developer, karena pengguna nantinya tidak perlu setup dari nol, tools penting sudah tersedia, gangguan dikurangi, dan perangkatnya mampu menjalankan model AI besar secara lokal.
Namun dengan kebutuhan hardware yang sangat tinggi, Project Zenith jelas bukan untuk semua orang. Namun yang jelas bikin menarik adalah Microsoft tampaknya mulai menyadari bahwa Windows untuk developer seharusnya tidak hanya soal memasang Visual Studio atau WSL, tetapi juga soal memberikan lingkungan kerja yang benar-benar siap digunakan sejak awal.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
