via Geekstamatic

“Kami memiliki tim user experience, tim kamera, tim keyboard, tim touchpad, tim khusus layar, tim daya, bahkan tim untuk engsel dan tim stylus,” ujar Jerry Shen saat ditanya tentang bagaimana ASUS membentuk produk-produknya. “Dengan tim ahli seperti ini, kami memiliki wawasan mendalam dan kematangan untuk berinovasi. Inovasi tanpa kesempurnaan, bukanlah inovasi.”

ASUS kemudian membuktikan ucapan Jerry Shen ini melalui serangkaian inovasi terhadap komponen komputer berkinerja tinggi yang memiliki pengalaman pengguna menyenangkan. Menyasar khusus kalangan gamer, ASUS terus menyempurnakan pengalaman pengguna melalui komponen dan periferal menyeluruh yang seakan memaksa gamer masuk ke dalam komunitas khusus buatan ASUS: Republic of Gamers!

 

Induk sejarah ROG: Motherboard

Semua berawal dari tahun 2006. Saat itu industri PC sedang tumbuh berkembang dengan begitu pesat. Demikian juga segmen gaming yang merupakan bagian dari perkembangan PC. Gamer adalah komunitas yang mendorong industri PC berkembang hingga batas yang sangat jauh. Komunitas ini sangat terobsesi oleh upaya peningkatan kinerja PC. Mereka menyesuaikan dan mengubah hardware untuk mendapatkan clock speed yang semakin tinggi disertai dengan frame rate yang semakin mulus. Dengan didorong oleh upaya komunitas ini, semakin banyak pengguna kasual yang ikut serta melakukan overclocking dan juga meningkatkan kinerja hardware, termasuk juga upaya pendinginan yang bahkan mendekati batas nol. Melakukan modding pada casing dan komponen lainnya kemudian menjadi tindakan yang populer di antara para penggemar komputer.

ASUS  dengan cepat mengenali pentingnya komunitas yang antusias terhadap PC ini. Banyak teknisi R&D ASUS juga merupakan gamer yang berdedikasi serta penghobi overclocking. Raksasa manufaktur PC Taiwan ini kemudian berupaya membantu para tweaker untuk memaksimalkan potensi dari CPU dan GPU miliknya seraya juga menjadikan kinerja PC lebih mudah untuk disesuaikan. Pengembangan hardware generasi baru kemudian dipusatkan untuk mendorong batas pengalaman pengguna ke tingkat tertinggi. Bagi anggota komunitas, ini merupakan sebuah tingkat kemewahan baru.

Crosshair via Edgeup ASUS

Kisah ROG dimulai dengan Crosshair, ini merupakan tipe komponen baru produksi ASUS yang menetapkan standar baru bagi para penghobi motherboard di era prosesor Athlon 64 dual-core untuk soket AM2. Motherboard ini memberikan performa yang mudah di-tweaking, sangat intuitif dan antarmukanya memudahkan gamer dan pengguna biasa dengan mudah mendapatkan beberapa MHz lebih cepat. Ini merupakan motherboard yang menyatukan veteran dan newbie bersama-sama. Media Teknologi dan para pengguna menyanjung Crosshair karena kinerja dan perhatiannya atas detail. Ke depannya, Crosshair dikenal sebagai generasi pertama ROG yang kemudian disusul oleh produk-produk lainnya.

Rampage via Edgeup ASUS

Para penggemar PC tentu saja merindukan pengetahuan dan kontrol. Mereka menginginkan wawasan ke dalam setiap aspek mengenai bagaimana sistem beroperasi, serta kemampuan untuk mengubah aneka parameter seketika. Selama bertahun-tahun, ROG memungkinkan komunitas ini untuk menelusuri, bukan hanya BIOS dan aplikasi tweaking konvensional, akan tetapi juga melalui metode yang unik. Seri selanjutnya, Rampage Extreme yang dirilis pada tahun 2008 memperkenalkan tombol TweakIt yang memadukan modul LCD eksternal. Kontrol ini memungkinkan tweaker menyesuaikan clock speed dan tegangan secara langsung tanpa perlu masuk ke BIOS atau menunggu OS loading. Tampilan khususnya akan menyediakan variabel sistem penting yang dapat dibaca seketika dan memungkinkan pengguna untuk memilih antara BIOS yang berbeda saat melakukan booting.

 

Grafik yang mendapatkan treatment dari ROG

Dalam skema menyeluruh kinerja CPU yang merupakan otak komputer, sebuah tampilan game tentu saja tidak lepas dari urusan grafik. Kartu grafik bahkan merupakan komponen penting dalam kinerja gaming. Jadi sangat alamiah ketika divisi Republic of Gamer kemudian juga merancang sebuah kartu grafis yang tentu saja kompatibel untuk motherboard-motherboard yang diproduksinya.

ASUS masuk ke arena grafik komputer dengan produk Matrix EN9600GT dan EN9800GT pada tahun 2008. Seperti halnya motherboard buatan mereka, kartu grafis ini juga sangat mudah dikustomisasi. Pengguna dapat dengan mudah menyesuaikan clock speed, tegangan, dan perilaku kipas yang terpasang hanya dengan beberapa klik pada software khusus yang terpasang di komputer.

en9800 via edgeup ASUS

Kartu produksi ASUS yang menggunakan label ROG ini juga memiliki banyak fitur cerdas. Salah satunya adalah algoritme pendingin proaktif yang bereaksi mengubah beban GPU tanpa perlu menunggu efek temperatur terkait. Jadi algoritme tersebut secara otomatis mencegah VGA menjadi terlalu panas sebelum benar-benar panas.

Laris di pasaran, generasi selanjutnya pun segera diluncurkan ASUS pada tahun 2009. Matrix GTX 285 mulai mirip dengan ‘VGA game’ yang kita kenal saat ini. Komponen ini memiliki logo yang dapat berubah warna karena LED RGB yang terpasang padanya. Bukan hanya sekedar untuk gaya, warna ini menunjukkan mode yang dijalankan oleh VGA. Misalnya, saat VGA berjalan dalam Safe Mode atau sedang dalam beban kerja berat, maka akan ditampilkan warna yang berbeda.

matrix580 via Edgeup ASUS

VGA ini juga memiliki tombol khusus untuk kipas dan juga tombol TweakIT yang memungkinkan penyesuaian tegangan listrik pada Matrix GTX 580. Ini memudahkan pengguna untuk dengan cepat mengubah sistem sesuai kondisi yang diinginkan.

 

Aneka produk berlabel ROG mulai membanjiri pasaran

Penerimaan komunitas pengguna komputer yang cukup baik kemudian mendorong ASUS untuk mengembangkan brand ROG ini. Bukan hanya komponen internal untuk PC, ASUS mulai menggunakan brand ROG untuk aneka perangkat dan periferal produksi ASUS.

Monitor merupakan salah satu periferal awal yang kemudian memanfaatkan brand ROG. ASUS sebelumnya sudah memiliki manufaktur monitor tersendiri. Mudah saja bagi ASUS untuk beralasan bahwa performa CPU dan kartu grafis yang luar biasa perlu didukung oleh monitor yang memiliki kemampuan mumpuni. Tak berapa lama, ASUS pun memperkenalkan monitor yang masuk dalam lini ROG. Keistimewaan monitor ini tentu saja kejernihan layar serta refresh rate yang mampu mendukung kemampuan game yang memerlukan grafis tinggi. ROG Swift PG278Q adalah monitor gaming pertama ASUS yang mengimplementasikan teknologi G-Sync. Monitor ini mampu menyesuaikan refresh rate dan frame rate hingga 144 HZ atau 144 FPS – pada masa itu, monitor ini memberikan performa yang mulus dan lag yang minimal.

Label Republic of Gamers pun mulai tersebar di berbagai komponen yang memainkan peranan penting terhadap bagaimana menggunakan sebuah PC. Keyboard dan mouse dengan merek ROG pun dirilis untuk memberikan pengalaman menyeluruh kepada pengguna. Produk mouse pertama ROG diberi nama Gladius. Perangkat ini menggunakan switch Omron yang populer di antara gamer. Switch ini diklaim memungkinkan durabilitas hingga 20 juta klik, sangat bagus untuk penggunaan game.

Gladius via Edgeup ASUS

Lini Republic of Gamers pun semakin sempurna dengan hadirnya laptop pertama di bawah brand spesifik ini pada tahun 2008. ASUS ROG G70 merupakan laptop berkinerja tinggi dengan bentang layar 17″ dengan segala spek tinggi pada masa itu. CPU dual-core, GPU dual core, Dual storage, dan kipas pendingin ganda. Monitornya bahkan memiliki layar ganda yang memungkinkan gamer tetap memantau pesan dan email saat bermain game. Ini merupakan sebuah teknologi unik pada zaman tersebut.

ROG G73 via Edgeup ASUS

Generasi laptop ROG selanjutnya, G73, memiliki desain yang unik terinspirasi dari pesawat stealth F-117. Pada tahun rilisnya, G73 mampu memainkan semua game yang memerlukan resource tinggi dan di luar brand Alienware yang juga populer di masa itu, ini adalah salah satu laptop di antara sedikit yang mampu melakukan itu. Desain unik ini juga menandakan sedikit pergeseran terhadap filosofi ASUS. Jika pada awalnya ASUS dikenal sebagai perusahaan yang sangat mengutamakan engineering alias performa di atas bentuk, Jerry Shen mengungkapkan bahwa “Desain kini juga menjadi prioritas bagi ASUS. Dalam setiap generasi, kami berupaya melakukan banyak penyempurnaan, dan kami juga sedikit mengubah cara pandang kami, baik ini smartphone hingga PC.”

Setelah kesuksesannya di era laptop, ROG juga memproduksi desktop berkinerja tinggi yang diperuntukkan untuk game. G20 dan R8 adalah produk desktop Republic of Gamers yang pertama diperuntukkan bagi kalangan gamer.

ROG G20 via Edgeup ASUS

Hingga kini, ASUS belum berhenti berinovasi dalam mendukung komunitas gamer dalam mengekspresikan diri dan memuaskan hobinya. Berbagai produk dengan label ROG terus diluncurkan dengan mengantisipasi kebiasaan baru gaming di masa mendatang, seperti AR/VR atau holografis dan tak lupa juga produk yang sepertinya akan heboh di akhir tahun 2018 nanti: smartphone ROG!

via TheVerge

“ROG milik kami telah mendukung VR dan untuk perangkat yang dapat dikenakan di kepala, kami memutuskan untuk menunggu hingga tim teratas kami menyempurnakan teknologinya sebelum kami berfokus pada perangkat khusus VR,” ujar Jerry Shen terkait pertanyaan tentang bagaimana ASUS menyambut masa depan, utamanya melalui brand ROG yang selalu mendukung komunitas gamer, yang mana tentu saja merupakan cerminan implementasi teknologi tercanggih dalam sebuah perangkat komputasi.

 

 

Referensi

Gaslor, Geoff. (2016). 10 years in the Republic of Gamers – A History of Innovation. EdgeUp Asus.

Low, Aloysus. (2016). Innovation without perfection isn’t innovation, ASUS CEO saysCNet.

  Membasmi Edge dan Bing di Windows 10  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.