Artikel ini ditulis karena beberapa waktu yang lalu saya menemukan banyak teman-teman yang ingin tahu seperti apakah ClearBlack Display yang merupakan salah satu teknologi ikonik andalan Nokia untuk diterapkan pada smartphone produksinya.

ClearBlack Display mulai dikenal saat diaplikasikan pada Nokia E7 yang menggunakan Operating System Symbian. Setelah itu, hampir semua smartphone mid-ranger dan high-end Nokia (termasuk yang menggunakan OS Windows Phone) rajin menggunakannya. Apa sebenarnya yang dimaksud ClearBlack Display dan bagaimana Nokia menghadirkan teknologi tersebut?

 

Apa itu ClearBlack Display

via Maemo

“Tiga huruf, CBD, CBD” ujar Anssi Vanjoki saat Nokia memperkenalkan teknologi tersebut di Nokia World 2010. Berikutnya Vanjoki menjelaskan bahwa CBD adalah singkatan dari Clear Black Display, sebuah “touchscreen premium yang memberikan pengalaman menyaksikan kontras yang lebih tinggi dibandingkan apa pun sebelumnya.”

Vanjoki yakin bahwa ini akan menjadi teknologi andalan Nokia untuk bersaing dengan ponsel-ponsel yang disebut-sebut memiliki layar terbaik di masa tersebut seperti Samsung Galaxy S dan iPhone 4.

Secara teknis, CBD menambahkan lapisan polarizer pemblokir refleksi antara lapisan layar sentuh dan panel layar. Fungsinya adalah mencegah pantulan cahaya, sehingga nantinya layar ini akan tampil lebih baik di bawah sinar matahari. Berikut ini kamu bisa melihat bagaimana tampilan ponsel Nokia C6-01 dengan layar ClearBlack Display (kiri) dan ponsel yang sama tanpa lapisan ClearBlack Display (di sebelah kanan).

via Oled-Info

 

 

Teknologi ClearBlack Display

Nokia E7 via Engadget

Bagaimana cara kerja teknologi ClearBlack Display? Sebuah filter yang berisi linear polarizer dan lapisan penghambat dipasang antara permukaan ponsel dan layar. Saat cahaya menerpa layar ponsel dengan ClearBlack Display, inilah yang terjadi:

via Oled-Info
  1. Sinar akan menerpa polarizer, kemudian mempolarisasikan cahaya (Polarisasi di sini berarti menyelaraskan getaran dalam arah tertentu).
  2. Kemudian cahaya akan menerpa lapisan penghambat polarizer sirkular. Ini mengubah cahaya sekali lagi, menjadikan cahaya terpolarisasi secara melingkar.
  3. Kemudian cahaya menerpa layar, memantul dan memutar jalur cahaya.
  4. Cahaya kembali lagi ke lapisan penghambat, kemudian terpolarisasi secara horizontal.
  5. Terakhir, cahaya akan terkena polarizer linear. Karena cahaya terpolarisasi secara horizontal, maka cahaya akan terblokir sepenuhnya oleh solusi trik optik ini.

Kalau bingung dengan jargon teknis, singkatnya cahaya terhenti pada lapisan penghambat yang terletak antara panel layar dan layar sentuh. Ini akan menyebabkan tidak adanya pantulan cahaya pada ponsel. Dengan demikian kamu akan lebih mudah melihat konten yang dipancarkan secara langsung dari layar ponsel dan tidak terganggu oleh sumber cahaya dari sekitarmu (terutama dari sinar matahari langsung).

Pada saat mengumumkan teknologi ini di tahun 2010, Nokia juga mengumumkan beberapa ponsel AMOLED yang menggunakan layar ClearBlack Display, yaitu Nokia E7 dan C6-01, X7, N9, Lumia 710, Lumia 800, dan Lumia 900. Apakah layarnya harus AMOLED? Sebenarnya tidak. Pada saat pertama kali diumumkan, semua ponsel kecuali Lumia 710 menggunakan layar AMOLED, sementara Lumia 710, meskipun menggunakan teknologi LCD, tapi tetap dapat menggunakan ClearBlack Display.

Setelah terbiasa melihat teknologi ClearBlack Display di perangkat high end Nokia, seperti Lumia 1020 dan Lumia 950, sayangnya Nokia tidak menggunakan teknologi ini untuk perangkat Android high-end miliknya seperti Nokia 8. Kemungkinan itu dikarenakan teknologi ini, seperti halnya PureView, masih dalam penguasaan Microsoft. Namun setelah Microsoft melakukan ‘serah terima’ beberapa paten milik Nokia dengan HMD, ada kemungkinan ponsel Nokia yang selanjutnya bakal kembali menggunakan teknologi ini.

 

Kesimpulan

ClearBlack Display adalah teknologi menarik milik Nokia yang memungkinkan kamu merasakan pengalaman melihat layar ponsel secara optimal, terutama saat berada di bawah sinar matahari. Selain itu ClearBlack Display juga memberikan sumbangsih terhadap tingkat kepekatan warna hitam layar perangkat produksi Nokia. Ini menjadikan warna yang ditampilkan pada layar ponsel terlihat lebih ‘muncul ke permukaan’, menimbulkan sensasi yang menyenangkan untuk mata kita, terutama saat menikmati gambar atau hasil foto dari perangkat tersebut.

Semoga kita akan menyaksikan teknologi ini kembali di produk Nokia selanjutnya.

 

Referensi

Ricker, Thomas. (2010). Nokia CBD vs Apple Retina… Display fight! Engadget.

Nokia’s ClearBlack Display (CBD): technology explained, Oled-info.

 

  Apa Kabar Windows Phone..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.