Kabar mengejutkan datang dari Microsoft. Microsoft berencana untuk keluar dari bisnis feature phone Nokia yang selama ini sudah dikuasainya sejak 2014 lalu.
Kabar ini mencuat dalam laporan VTECH yang menyebutkan bahwa Microsoft akan menghentikan produksi ponsel fitur Nokia dan menjual lisensi brand Nokia yang masih dipegang Microsoft tersebut kepada Foxconn.
Bahkan, salah satu sumber tersebut mengatakan bahwa Microsoft tengah bernegosiasi dengan Foxconn terkait penjualan ponsel fitur Nokia ini.
Perlu diketahui juga, bahwa Foxconn saat ini juga menjadi rekanan Nokia dalam memproduksi tablet Nokia N1.
Selepas pembelian divisi Devices and Service Nokia oleh Microsoft pada 2014, tertuang dalam perjanjian tersebut bahwa merek Nokia boleh digunakan Microsoft untuk feature phone hingga tahun 2024 mendatang.
Saat ini sendiri bisnis Microsoft pada mobile memang tidak begitu menguntungkan. Lumia pun direncanakan bakal “dibunuh” dan digantikan dengan Surface Phone.
Terakhir, Microsoft merilis feature phone Nokia 230 yang diluncurkan pada November 2015 lalu.
Jika memang benar-benar dijual, Microsoft harus memberikan kejelasan terhadap after sales seperti service centre dan garansi untuk para pengguna feature phone Nokia.
Apa komentar kamu dengan rencana dijualnya feature phone Nokia ini? Kirimkan tanggapan mu lewat kolom komentar dibawah ini…
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
