Seperti yang kita tahu, AI kini ada di mana-mana. Microsoft Copilot ada di Windows, Office, Edge, hingga berbagai layanan Microsoft lainnya, dan bahkan bisa dibilang Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif mendorong penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, ada sebuah ironi menarik guys, karena Ryan Roslansky, Executive Vice President Microsoft yang menangani LinkedIn dan Office, baru-baru ini mengeluhkan fenomena AI slop di lingkungan kerja kantornya.
Kirim Dokumen AI, Dibaca AI, Dirangkum AI
Nah jadi, Roslansky menceritakan sebuah pengalaman yang cukup menarik di LinkedIn, dimana ia menerima sebuah dokumen yang menurutnya jelas dibuat menggunakan AI, setelah membacanya, Roslansky kemudian menggunakan AI untuk merangkum dokumen tersebut.
Hasilnya? Tidak ada pemikiran atau ide baru yang didapatkan, dimana Roslansky menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah “doom loop”.
Dan jujur saja sih, sulit untuk tidak melihat ironi di sini, karena seseorang menggunakan AI untuk membuat dokumen, kemudian orang lain menggunakan AI untuk membaca dan merangkum dokumen tersebut, sementara itu manusia di tengah prosesnya justru semakin sedikit memberikan pemikiran asli.
Bukankah Microsoft yang Mendorong Semua Ini?
Nah masalahnya, Microsoft bukan sekadar penonton dalam fenomena AI saat ini, dimana seperti yang sudah kita bahas diawal, Microsoft adalah salah satu perusahaan terbesar yang secara agresif mendorong AI ke berbagai produknya, selain Copilot yang kini hadir di Windows, Microsoft 365 juga dipenuhi fitur AI, hingga LinkedIn, platform yang berada di bawah Microsoft, sebelumnya memiliki berbagai fitur untuk membantu pengguna membuat konten dengan AI.
Baca juga: Ketika Semua Pakai AI, Apa yang Masih Terlihat Istimewa?
Jadi ketika seorang petinggi Microsoft mengeluhkan banyaknya konten AI berkualitas rendah, wajar jika muncul pertanyaan sederhana dari kita sebagai pengguna, yaitu “Bukankah Microsoft ikut menciptakan lingkungan tersebut?”
AI Seharusnya Membantu, Bukan Menggantikan Pemikiran Manusia
Sebenarnya, poin yang disampaikan Roslansky ini cukup masuk akal, ia mengatakan bahwa AI seharusnya membantu manusia melakukan sesuatu, belajar, dan menciptakan sesuatu berdasarkan perspektif serta pengalaman unik manusia, namun masalahnya, kenyataan yang terjadi saat ini sering kali berbeda, banyak orang menggunakan AI untuk menghasilkan dokumen tanpa benar-benar memeriksa isinya, lalu konten kemudian dikirim ke orang lain yang mungkin kembali menggunakan AI untuk merangkumnya.
Akhirnya, kita mendapatkan sebuah siklus yang cukup aneh yaitu AI menulis, AI membaca, AI merangkum. Lalu manusia sebenarnya melakukan apa?
Selain itu, saat ini bisa dibilang fenomena AI slop semakin terlihat di internet maupun dunia kerja, mulai dari konten generik yang dibuat secara otomatis semakin banyak, ide yang sama terus berulang dengan struktur dan gaya bahasa yang hampir identik dan lainnya. Yah memang sih AI ini bisa menjadi alat alat yang sangat berguna.
Namun jika digunakan hanya untuk menghindari proses berpikir, hasilnya justru bisa seperti yang dikeluhkan Roslansky sendiri, yaitu sebuah dokumen dibuat AI, dikirim ke orang lain, kemudian diproses lagi oleh AI, tidak ada pemikiran baru, tidak ada sudut pandang baru, dan yang ada hanya tumpukan teks yang terlihat produktif saja.
Tapi kembali lagi, mungkin inilah ironi terbesar dari semuanya, yaitu Microsoft kini mengeluhkan masalah AI slop, sementara perusahaan tersebut juga menjadi salah satu pihak yang paling aktif mendorong AI masuk ke hampir setiap produk yang kita gunakan.
Nah apakah kamu punya pendapat mengenai hal ini guys? coba komen dibawah, apakah kamu merasa bahwa apa yang disampaikan Roslansky ini benar? jujur sih menurut saya iya, karena saat ini banyak orang mengandalkan AI sepenuhnya, bukannya makin produktif, justru seolah AI yang mengerjakan semuanya, ide dan pemikiran manusia yang ada dibaliknya justru jadi berkurang.
Tapi bagaimana menurutmu?
Via : Linkedin
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

