Ponsel Gaming Makin Mirip PC — Perlu Gak Sih?

Ponsel gaming sekarang makin menjamur seiring dengan banyaknya brand yang rutin merilis hape gaming andalannya. Kalo sebelumnya rata-rata ponsel gaming cuman sekedar didominasi oleh specs tinggi misalnya aja penggunaan 8GB – 12GB RAM, layar dengan refresh rate 90Hz dan storage sampai 512GB, sekarang cooling system hape gaming pun mulai didesain layaknya PC.

Nubia Red Magic 3 misalnya yang baru aja resmi diperkenalkan ZTE, ponsel gaming ini nggak cuman dibekali specs tinggi seperti chipset Snapdragon 855, 12GB RAM, 256GB Storage, dan layar dengan refresh rate 90Hz — tetapi juga dibekali dengan kombinasi liquid cooling + active fan cooling.

Ngomongin active fan cooling di hape, tentunya ini jadi ponsel gaming pertama yang dilengkapi fan cooling seperti ini. Fan ini bisa dinyalakan atau dimatikan, serta bisa diatur kecepatannya sampai 14000 RPM untuk membantu mendinginkan hape saat dipake main game. Penggunaan daya fan ini pun tidak besar, kabarnya hanya mengambil 1% power dalam 1 jam aktif.

Untuk harganya juga gak mau kalah dengan PC, versi termurah Nubia Red Magic 3 dengan 6GB RAM + 64GB Storage dibandrol harga 6,1 jutaan rupiah — sedangkan versi tertingginya dengan 12GB RAM + 256GB storage dibandrol harga 9,1 jutaan rupiah.

Kalo Nubia Red Magic 3 berhasil diminati dan jadi populer di kalangan mobile gamer, bukan tidak mungkin penggunaan active fan cooling di hape bakal diadopsi juga oleh brand ponsel gaming lainnya. Tetapi pertanyaannya, apakah penggunaan active fan cooling di ponsel gaming benar-benar efektif untuk mendinginkan smartphone atau cuman sekedar gimmick? Dan tertarikkah kamu memiliki ponsel dengan active fan cooling seperti ini? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar.