Home Phone Tutorial Memaksimalkan Setting Audio pada Lumia (part 1)

Tutorial Memaksimalkan Setting Audio pada Lumia (part 1)

Tutorial Audio

Suka mendengarkan musik? Jika Lumia adalah pilihan kamu, maka kamu berada di jalur yang cukup tepat. Nokia sebagai “peletak dasar” perkembangan platform Windows Phone memiliki kerjasama dengan Dolby Audio. Mungkin kamu ingat bahwa dulu Nokia terkenal dengan ponsel Nokia 5130 Xpressmusic yang termasuk angkatan awal ponsel dengan pendukung audio canggih. Nah, perangkat audio yang ditanamkan oleh Dolby Laboratories ini memiliki pemrosesan format audio dan pengelolaan sinyal audio yang canggih, memungkinkan kamu menikmati suara yang menawan serta pengaturan tingkat lanjut di software milik Lumia. Memang tidak semua Lumia sih memiliki teknologi ini, namun seri kelas mid-range dan high-end Lumia memilikinya.

Dalam melakukan pengaturan audio, baik tujuanmu untuk didengarkan melalui earset/headset maupun speaker, kamu dapat mengaksesnya melalui Setting > Audio untuk Windows Phone 8.1, atau Setting > Extras > Equalizer untuk WM10. Di situ kamu akan mendapatkan varian frekuensi yang berbeda tergantung jenis Lumia kamu. Misalnya Lumia 1020 mampu menangani frekuensi 70dB hingga 7000dB, sementara Lumia 535 hanya menangani frekuensi 400dB hingga 6200dB. Frekuensi yang ditampilkan ini menentukan rentang suara yang diterima telinga mulai dari bass hingga nada tinggi. Pengaturan suara ini memang tergantung selera kamu masing-masing. Namun ada baiknya jika kamu menguasai berbagai bar yang menentukan pengaturan tersebut, sehingga kamu paham tindakan kamu ketika kamu berupaya menaik turunkan bar tertentu di pengaturan audio Windows Phone milikmu!

Tutorial Audio

Berikut ini “rambu-rambu” praktis yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Equalizer audio:

Bass – 60-200Hz

Perhatikan bar dalam kisaran 60-200Hz. Ini merupakan bar yang mengatur suara bass. Alat musik yang umum terdengar dalam frekuensi ini adalah gitar bass, drum bass (pada kaki), dan berbagai suara berat lainnya. Musik hip hop, groovy, atau heavy metal terdengar lebih menyenangkan dengan angka bass yang tinggi.

Upper bass hingga lower midrange – 200Hz-800Hz

Kisaran di atas 200Hz dan 800Hz biasanya adalah suara vokal rendah, synthesizer, piano dan alat musik tiup dengan nada rendah. Suara bass jernih menyerupai melodi seperti yang biasa digunakan Billy Sheehan juga terdengar lebih jelas dalam frekuensi ini.

Midrange – 800Hz-2kHz

Ini adalah area frekuensi instrumen musik umum. Jika kamu ingin mendengar instrumen dengan nada sedang seperti gitar, piano, biola, dan alat musik tiup bernada menengah terdengar jelas, maka naikkan bar frekuensi di area ini.

Upper mids – 2kHz-4kHz

Ini adalah area instrumen musik yang memang “sengaja” ditonjolkan dan mudah terdengar jelas di telinga. Suara snare, terompet, gitar elektrik, piano lebih jelas terdengar di area frekuensi ini. Jika kamu menaikkan bar di area frekuensi ini, maka kecenderungan kamu mendapat nuansa “pop” – dalam artian alat musik umum yang memang sejak awal ingin ditonjolkan, dapat terdengar lebih jelas lagi di telinga kamu.

Presence/sibilance register – 4kHz-7kHz

Ini adalah wilayah nada-nada tinggi dari instrumen natural. Menaikkan bar di area frekuensi ini akan menimbulkan kesan nada tinggi yang terasa dekat, dan menimbulkan kedalaman persepsi pada instrumen. Kamu juga akan merasakan “desis” dari vokal dan bahkan suara nafas penyanyi di area frekuensi ini. Warna suara juga terkesan jernih. Namun terkadang menaikkan bar ini juga menimbulkan ketidaknyamanan karena suara yang ditimbulkan terdengar tajam.

 

Nah, itu pengetahuan dasar yang perlu kamu kuasai untuk mengelola bar frekuensi di pengaturan audio kamu. Berikut ini beberapa tips tambahan untuk kamu menentukan pengaturan audio:

  • Jika pengaturan suaramu terdengar tebal dan seakan kasar, naikkan bar frekuensi instrumen utama (bar di bagian tengah), serta juga instrumen nada tinggi yang biasanya berada di area sebelah kanan bar audio.
  • Untuk menonjolkan vokal, naikkan bar yang berada di kisaran 3000Hz.
  • Untuk menciptakan suara yang bening dan jernih, turunkan bagian bass, dan naikkan instrumen selain bass (di atas 800Hz)
  • Menaikkan bar Equalizer terkadang menambah noise pada suara. Karena itu kamu harus benar-benar mendengarkan apa kata telinga kamu terkait suara yang keluar dari perangkat milikmu.
  • Adalah wajar ketika kamu mengubah Equalizer di satu lagu, lalu lagu berikutnya terdengar hancur. Kamu perlu menyesuaikannya kembali sesuai dengan tipe lagunya. Atau jika kamu tidak ingin susah, pasang saja di posisi default.

Nah, itulah tips-tips dasar dalam mengelola audio di perangkat Lumia kamu. Namun bukan itu saja! Lumia memiliki beberapa fitur lain yang menunjang pengelolaan suara serta membawa efek yang berbeda untuk penikmat audio. Ulasan ini akan dilanjutkan pada bagian kedua!

Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta