Surface, iPad, PixelTidak terasa sekarang sudah hari sabtu. Sialnya, malam ini bagi jomblo adalah malam-malam keheningan tanpa teman #eh. Nah, untuk menikmati weekend kali ini bagaimana kalau saya berbagi sebuah cerita tentang 3 tablet canggih yang memperebutkan market share.

Tentu akan menyenangkan membacanya sambil bersantai, ditemani cemilan dan secangkir teh atau kopi hangat. So, here we go.

Landscape

Kisah kali ini terjadi di daratan yang amat jauh di pulau sebrang. Pulau tersebut bagaikan tambang berlian yang melimpah untuk yang memilikinya. Tanahnya subur, dilindungi oleh gunung-gunung besar, ada banyak danau dan telaga yang terbentang luas dengan sungai yang berkelok mengalir di sekelilingnya. Hutan-hutan lebat menyembunyikan jutaan spesies hewan didalamnya. Sesekali, rusa-rusa keluar dari persembunyiannya dan berlari di padang savana yang lapang. Ya, inilah Pulau Marketshare, tanah impian bagi semua orang.

Namun, sebuah tanah yang menyimpan sejuta harapan pasti akan diperebutkan oleh semua orang.

Penantang pertama datang dari kerajaan raksasa dari pulau seberang di belahan barat, Kerajaan Google. Mereka datang dipimpin Raja muda yang amat tangguh. Sebutlah dia Pixel C, putra dari Android. Kekuatan utamanya berasal dari pertahanannya yang amat kokoh. Dengan baju zirah (case) metal yang tangguh, dilengkapi perisai ganda (cover keyboard) yang juga terbuat dari metal dan folio, maka akan sangat sulit sekali melukainya. Dia mengalahkan musuh-musuhnya dengan menghantamnya dengan perisai.

Google Pixel C

Namun, amat disayangkan, sang Raja tidak memiliki pedang (stylus) untuk meningkatkan kemampuan serangannya. Kepercayaan dirinya karena memiliki kerajaan yang luar biasa besar dan pertahanannya yang kuat membuatnya tidak merasa membutuhkan sebuah pedang.

Penantang berikutnya datang dari belahan bumi bagian timur, Kerajaan Apple. Dipimpin langsung oleh Ratu yang cantik dan elegan dijuluki iPad Pro, putri dari iOS. Senjata utamanya berupa pedang Pencil dengan pertahanan perisai biasa, Apple keyboard. Namun, kemampuan sang Ratu dalam memainkan pedangnya bukan main, amat lihat, cepat, tangkas, dan tepat sasaran. Akan tetapi, kekuatan sejati dari Ratu ini adalah pada kecantikannya. Oh, siapa yang melihatnya akan terpikat dan mau diperintah apa saja. Maka dengan kecantikannya yang elegan itulah, sang Ratu mampu mengumpulkan banyak sekali prajurit yang amat loyal (developer & fans), serta bahan kelas satu untuk membuat senjata yang amat tangguh (Ram 4 GB, Processor dan GPU yang mampu menyaingi Intel Core M series).

Apple iPad Pro

Sayangnya, karena batasan fisik sang Ratu sebagai seorang wanita, bahan-bahan untuk membuat senjata yang tangguh ini seakan kurang berguna. Disamping itu, dia sudah cukup kuat dengan persenjataan yang dimilikinya saat ini. Namun, dia adalah Ratu yang cerdas dan selalu belajar dan mengasah kemampuannya. Bisa jadi kelak semua bahan senjata ini akan berguna.

Sebelum saya menceritakan kerajaan ketiga, kenapa saya menyebut dua kerajaan sebelumnya sebagai penantang? Karena tak lain Pulau Marketshare yang akan mereka perebutkan sebenarnya telah memiliki sorang raja yang luar biasa tangguh.

Microsoft Surface Pro 4

Maka inilah Kerajaan ketiga, Kerajaan Microsoft yang dipimpin oleh Keluarga Surface. Sang Raja tak lain adalah Surface Pro 4 the Windows 10 Pro. Memiliki kekuatan yang tak bisa diragukan lagi. Senjata utamanya berupa pedang yang amat kuat, biasa disebut Surface Pen serta dilengkapi Perisai yang lumayan kuat. Namun kekuatan sejati dari sang Raja adalah kemampuan fisiknya yang tak tertandingi. Dia juga cerdas sehingga mampu memanfaatkan setiap jengkal dari kerajaan menjadi sebuah senjata (real desktop apps). Maka tak bisa dipungkiri dia mampu menggunakan ballista Skylake Core i5 yang mampu menghancurkan dinding pertahanan musuh hingga meriam Skylake Core i7 yang mampu melumpuhkan ribuan pasukan sekali tembak.

Tidak hanya itu, Raja memiliki 2 orang Pangeran, yaitu Surface Pro 3 dan Surface 3. Surface Pro 3 memiliki kekuatan hampir sama dengan sang Ayah. Maka bukan mustahil dia mampu menghancurkan sebuah pasukan sendirian. Sedangkan pangeran Surface 3, meskipun dia tidak sekuat ayah dan kakaknya, dia adalah pemuda yang baik hati dan merakyat.

Hari berlalu, Ratu iPad Pro sampai pada Pulau Marketshare pada bulan November 2015. Raja Surface Pro 4 bertemu dengan Ratu iPad Pro untuk melakukan perundingan. Namun, hasil dari perundingan tersebut buntu. Perang tidak bisa dielakkan.

The War

Maka bulan ini, Desember 2015, ketiga kerajaan telah berada di medan perang. Kerajaan Google yang baru sampai di medan perang, ikut serta dalam pertempuran antara Kerajaan Microsoft dan Kerajaan Apple yang telah memulai peperangan terlebih dahulu. Pangeran Surface Pro 3 berhasil memukul mundur pasukan dari Kerajaan Apple. Serta bersiap untuk menerima serangan berikutnya dari pasukan Raja Pixel C.

Surface Pro 3

Oh akan tetapi, mereka belum benar-benar bertarung. Ketiga pemimpin puncak, Raja Surface Pro 4, Ratu iPad Pro, dan Raja Pixel C belum turun tangan. Maka, gelombang peperangan berikutnya di tahun 2016 adalah pertempuran yang sebenarnya. Ketika mereka menurunkan pasukan terbaik, menggunakan senjata terkuatnya, hingga memanggil aliansi dari kerajaan lain.

Langit semakin gelap, petir menyambar, hujan deras mengguyur seluruh pulau. Genangan air yang seharusnya bening kini menjadi keruh merah. Hewan-hewan tidak lagi berani menampakkan diri dari hutan. Tanah indah yang sebelumnya kita kenal kini menjadi jauh berbeda. Pertempuran besar akan datang.

***

Menurutmu, bagaimanakah jalannya pertempuran yang akan datang? Kira-kira strategi apakah yang akan mereka gunakan? Mari, bagikan cerita versimu disini. :)

  Review MIUI 10 di Poco F1  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.