Dulu Diremehkan Microsoft, Kini Chrome Jadi Raja Browser Dunia dan Edge Tak Berkutik

Jika kita kembali ke tahun 2009 mungkin tidak banyak yang menyangka bahwa Google Chrome akan menjadi browser terbesar di dunia seperti sekarang.

Saat itu mungkin kita masih menggunakan browser Firefox, Internet Explorer atau browser lain yang populer saat itu. Bahkan saat itu mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer, secara terang-terangan meremehkan Chrome dan menganggap browser buatan Google tersebut belum layak diperhitungkan.

Dalam sebuah wawancara dengan TechCrunch pada tahun 2009, Ballmer mengatakan:

"The most successful by far is Firefox. Chrome is a rounding error to date."

TONTON JUGA:

Nah saat itu pernyataan tersebut memang cukup masuk akal karena Internet Explorer masih menjadi raja browser dengan pangsa pasar sekitar 74%, sementara Chrome baru berusia sekitar satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 2008.

Saat Internet Explorer Masih Berkuasa

Nah pada saat itu, posisi Microsoft memang sangat kuat, hampir semua PC Windows hadir Windows hadir dengan Internet Explorer sebagai browser bawaan, sehingga pengguna tidak perlu mengunduh browser lain. Sementara itu Chrome masih berjuang mendapatkan perhatian pengguna dan harus bersaing dengan Internet Explorer serta Firefox yang saat itu sedang berada di puncak popularitasnya.

Karena itulah Ballmer menganggap Chrome dan Safari hanya sebagai “rounding error” atau sesuatu yang terlalu kecil untuk dianggap sebagai ancaman serius. Namun ternyata sejarah berkata lain.

Sundar Pichai Mengaku Sempat Terpukul

Nah menariknya guys, CEO Google saat ini, Sundar Pichai, pernah mengungkapkan bahwa komentar Ballmer saat itu cukup memukul tim Chrome. Dalam sebuah pidato di Stanford University, Pichai mengatakan:

"It could have been demoralizing."

Namun alih-alih menyerah, tim Chrome justru menganggap komentar tersebut sebagai tanda bahwa mereka sedang berada di jalur yang benar. Pichai juga kemudian menambahkan

"The fact he went out of his way to dismiss us meant we were doing something right."

Tim Chrome akhirnya terus melakukan pengembangan agresif dengan siklus update yang jauh lebih cepat dibanding kompetitor saat itu. Jika browser lain merilis pembaruan setiap beberapa bulan, Chrome hadir dengan update baru setiap enam minggu.

2026 Situasi Berbalik Total

Nah jika kita percepat ke tahun 2026 ini, hasilnya benar benar berbeda dari apa yang diprediksi Ballmer dulu, menurut data terbaru bahkan Google Chrome kini menguasai sekitar 70,25% pangsa pasar browser global.

Sementara itu, ironisnya Internet Explorer sudah lama dipensiunkan oleh Microsoft dan hanya tinggal menjadi bagian dari sejarah. Bahkan sang penerus Internet Explorer yaitu Microsoft Edge masih tertinggal cukup jauh dengan pangsa pasar sekitar 5,14%, bahkan berada di belakang Chrome dengan selisih yang sangat besar.

Selain itu nih guys, seperti yang telah kita tahu, meskipun Microsoft telah membangun ulang Edge menggunakan mesin Chromium yang sama dengan Chrome, dominasi Google masih belum tergoyahkan.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft sering kali mendaptkan kritik karena dianggap terlalu agresif mempromosikan Edge di Windows 11, mulai dari banner rekomendasi, notifikasi, hingga integrasi layanan Copilot yang menurut sebagian pengguna terasa dipaksakan.

Salah satu kritik terbaru bahkan datang dari Mozilla Foundation yang menilai Microsoft menggunakan berbagai desain antarmuka yang dianggap mengarahkan pengguna untuk tetap menggunakan layanan dan produk mereka.

Nah dari kisah ini, jelas ini menjadi pelajaran menarik dari dunia teknologi, karena meskipun pada tahun 2009 lalu Internet Explorer terlihat tidak mungkin tergeser dan Microsoft yang menguasai Windows, menguasai browser, dan memiliki distribusi yang luar biasa besar. Tapi hanya dalam waktu belasan tahun, Chrome berhasil membalik keadaan dan menjadi browser terbesar di dunia.

Dan ironisnya lagi, pernyataan Steve Ballmer yang dulu menyebut Chrome sebagai “rounding error” kini justru menjadi salah satu kutipan teknologi yang paling sering dikenang karena bagaimana hasil akhirnya benar-benar berbanding terbalik dengan kenyataan hari ini.

Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys, jika kamu pengguna lama Windows atau teknologi di era 2010 kebawah, browser apa sih yang kamu pakai? Apakah Internet Explorer?


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation